20.000 Homestay Desa Wisata Tahun 2017

Selama dua hari (18-19 Mei 2017) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Rakornas yang mengangkat tema “ Indonesia Incorporated:20.000 Homestay Desa Wisata pada tahun 2017” diadakan untuk memperkuat sinergitas semua elemen dalam mewujudkan target nasional pariwisata.

Dalam rakornas, sejumlah topik menarik seperti legalitas lahan, pengembangan homestay desa wisata, skema pendanaan homestay desa wisata, skema pengelolaan homestay desa wisata menjadi pembahasan.

Acara yang dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dihadiri oleh  500 peserta yang terdiri dari Menteri; panelis diskusi/workshop (dirjen, CEO, dan Kepala lembaga); kepala daerah (Pemprov/kota/kabupaten) 10 destinasi prioritas dan 14 destinasi unggulan; SKPD Kepala Daerah terkait; Kadispar Prov/ Kota/Kabupaten; pejabat Internal Kemenpar (Ess.1 s/d 4 , stafsus, advisor, Tim Percepatan, dan Tenaga Ahli Kemenpar); Asosiasi Industri Pariwisata; Akademisi, Komunitas, dan media (Biro Hukum dan Komunikasi Publik).

Dalam sambutannya Menpar Arief Yahya Mengatakan, Presiden Jokowi  sudah menetapkan bahwa pariwisata menjadi sektor prioritas pada tahun 2020 nanti. “ Di tahun tersebut pariwisata akan menjadi pendapatan terbesar bagi Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Menpar Arief Yahya salah satu langkah yang dilakukan untuk mewujudkannya adalah membangun homestay di desa wisata. Dijelaskan oleh Menpar Arief Yahya, desa wisata pertama kali digagas oleh Presiden RI Jokowi pada 15 Oktober 2016 saat acara Sail Selat Karimata di Kalimantan Barat. Desa wisata digagas sesuai dengan karakter dan potensi desa di Indonesia. Sebanyak 74.954 desa tersebar di seluruh nusantara, dengan 1.902 di antaranya sudah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Selain keunikan alamnya, desa wisata dikenal juga memiliki daya tarik budaya dan momen hidup bersama penduduk lokal sambil mengenal kehidupan mereka.

“ Hal inilah yang mendorong hadirnya ide pengadaan homestay yang cepat, tepat dan sesuai potensi Indonesia,” tutup Menpar Arief Yahya. (hs)

  

Related posts

Leave a Comment