4G dan Tol Informasi menuju Indonesia Sentris

Tahun Pertama di masa Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) lebih memprioritaskan membangun fondasi. Tahun kedua, mempercepat pembangunan menjadi prioritas Jokowi-JK. Dan di tahun ketiga pembangunan fisik dan non-fisik yang merata menjadi prioritasnya.

Guna mewujudkan visi Presiden dan Wakil Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada konfrensi pers yang berlangsung di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, selasa (17/10) telah membangun infrastruktur telekomunikasi dan pemeratan layanan. 

“Saat ini kita sedang membangun Indonesia Sentris. Semua dimulai dari IT, khususnya 4G. Jika akhir tahun 2015 4G baru diluncurkan, saat ini kita mempercepat penguatan jaringan 4G yang menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Pembangunan infrastrurktur TIK yang sudah dan akan terlaksana menurut pria yang biasa disapa Chief RA, sedikit banyaknya memberikan kontribusi terhadap tingkat pertumbuhan Ekonomi.

Kemkominfo juga optimis penataan ulang (refarming) frekuensi 4G yang dimulai pada tahun 2015 ini mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena Rudiantara menargetkan seluruh Ibukota Kabupaten/Kota di Indonesia terhubung dengan jaringan broadband pada tahun 2019.

Pembangunan infrastruktur penyedia layanan 4G terus ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Perluasan layanan 4G sampai bulan Juli 2017 terbilang cukup fantastis, dengan terbangunnya 55.701 BTS berkomponen eNodeB di 297 kabupaten/kota. Tepat pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, Rudiantara meresmikan 17 Base Transceiver Station (BTS) 3T berfitur 4G di Desa Tude, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Mengenai BTS, sejak diresmikan Presiden Jokowi pada desember 2015, jumlahnya hingga tahun 2016 tercatat 25.997 yang tersebar di 58 Kabupaten/Kota.

“Di penghujung tahun, masyarakat dari delapan desa di Kab. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menutup tahun dan menyambut tahun baru dengan layanan internet 4G yang diresmikan pada 28 Desember 2016,” kata Chief RA.

Lebih lanjut dikatakan oleh Chief RA, BTS yang kami bangun juga akan memperkuat jaringan komunikasi di pos lintas batas. Kalau Menhub membangun bandara-bandara baru di sejumlah wilayah, jaringan telekomunikasi dan internet yang kuat juga harus dibangun di wilayah tersebut

 Bulan ini Kementerian Komunikasi dan Informatika menetapkan PT Telekomunikasi Selular sebagai pihak penyedia penambahankapasitas frekuensi 2.1 GHz dan 2.3 GHz untuk menambah kapasitas bagi pelanggan 4G di kota-kota besar atas Seleksi yang dimulai pada akhir September. Namun, Rudiantara tidak cepat berpuas diri. Ia juga menargetkan pemerataan layanan internet 4G di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

 “ Saat ini kawasan perbatasan tidak lagi hanya berfungsi untuk mengawasi arus keluar-masuk orang dan barang, namun juga lokasi pariwisata dan penggerak ekonomi. Baru-baru ini Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas mencatat ke-7 PLBN yang tersebar di perbatasan Indonesia-Malaysia, Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat telah beroperasi,” tutup Chief RA. (HS)

 

Related posts

Leave a Comment