Adiwastra Nusantara 2018

Pameran Adiwastra Nusantara kembali digelar pada tahun ini di hall A dan B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta Pusat.

Pameran yang digelar selama 5 hari (11-15 April) mengangkat tema “Nuansa Kekinian dalam Balutan Wastra Adati Nusantara”.

Menurut Wisa Herdiawan selaku ketua penyelenggara dalam sambutannya pada pembukaan pameran Adiwastra Nusantara 2018 (11/4), Pameran ini diadakan untuk menampilkan karya wastra adati atau kain tradisional unggulan dari seluruh daerah di Indonesia serta usaha rintisan berbasis e-commerce yang digeluti oleh kaum muda. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang unjuk rupa start-up company di bidang wastra.

Wisa juga mengatakan pihaknya selalu mengajak mitra, yaitu perajin lokal dari berbagai daerah di Indonesia untuk ambil bagian dalam pameran ini.

“Kami juga mengajak perajin yang baru, masih banyak perajin yang belum tersentuk di daerah. Dari 400-an peserta yang ikut, itu 30 persennya dari daerah-daerah seluruh Indonesia. Kecuali Papua, mereka gak punya wastra,” ungkap Wida.

Pihak penyelenggara sendiri menargetkan 10.000-12.000 pengunjung tiap hari selama penyelenggaraan berlangsung. Sedangkan target penjualan dengan transaksi langsung lebih tinggi 10 persen dari tahun sebelumnya, atau menembus angka Rp 55 miliar.

Kepala Bekraf yang diwakili Joshua Simandjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf dalam sambutannya pada pembukaan Adiwastra 2018 mengatakan, bahwa Bekraf mendukung penuh acara ini, apalagi batik jika diperhatikan secara cermat bisa menjadi penanda jaman, jika dilihat dari motif. Hal ini juga tidak hanya terjadi di batik tetapi juga di tenun dan juga musik.

“Bicara industri batik, kita harus terus melakukan terobosan.ini eranya kolaborasi dan harus terus dilakukan sehingga bisa menghasilkan produk yang bagus dan inovatif,serta kreatif,” ucap Joshua.

Diakhir sambutan, Joshua mengatakan bahwa Kami juga mendorong adi karya baru sehingga bisa ditunjukkan kepada anak cucu kita.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment