Agus Setiawan (Owner Dirga Mahar): Bermodalkan Uang 4 Juta Rupiah dan Hobi Berkarya

Banyak orang mengatakan hobi bisa mendatangkan uang, memang ada benarnya. Pasalnya Agus Setiawan telah membuktikannya.

Kepada Gpriority yang menemuinya di rumahnya yang terletak di daerah Tangerang, Agus mengatakan sejak taman kanak-kanak dirinya menyukai dunia lukis dan juga prakarya. Hobi tersebut terus dia tekuni meskipun ketika masuk sekolah menengah pertama di tahun 1998, dirinya harus menyambi kerja sebagai kuli panggul.

Lulus SMA, Agus diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta yang terletak di daerah Tangerang sebagai visual mercandise. Meskipun sibuk bekerja, agus tidak melupakan hobinya tersebut.

Tahun 2013, dengan bermodalkan uang Rp. 4 juta, Agus memutuskan untuk membuka galery mahar pernikahan di daerah Tangerang. Alasannya karena banyak calon pengantin di daerah yang masuk ke dalam wilayah Provinsi Banten meminati pembuatan mahar yang dibuat dengan berbagai macam model. Selain itu keasyikan memainkan origami ke dalam aneka bentuk menjadi alasan lainnya kenapa Agus memilih usaha ini.

Galery yang diberi nama Dirga Mahar ini menerima pesanan mahar mulai dari 2 dimensi, 3 dimensi hingga 4 dimensi. Dijelaskan oleh Agus, model 2 dimensi merupakan model berbentuk sketsa sehingga tidak menggunakan medium. Model 3 dimensi berbentuk setengah replika, sehingga menggunakan medium. Sedangkan untuk yang 4 dimensi berbentuk replika utuh.

Dijelaskan oleh Agus, untuk harganya sangat bervariasi. Untuk model 2 dimensi dikenakan harga Rp.350.000,-, 3 dimensi dikenakan harga Rp.500.000,- hingga Rp.800.000,-, sedangkan untuk 4 dimensi dikenakan harga mulai Rp.850.000,- hingga Rp 1.500.000,-

“ harga-harga di atas belum termasuk uang mahar di dalamnya dan ongkos kirim untuk pemesanan luar kota,” tutur Agus.

Untuk berapa lama proses pembuatannya, Agus menjelaskan tergantung dari model yang diinginkan oleh calon pengantin. “ Bisa 2 hari, bisa juga 3 hari, tergantung dari tingkat kesulitan yang harus dibuat,” tutup  Agus. (HS.Nes.Foto: dok. Dirga Mahar)

 

Related posts

Leave a Comment