Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital

Mulai 31 Januari hingga 2 Februari, Kementerian Perdagangan mengadakan rapat kerja (raker) Kemendag 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Acara yang dihadiri 300 peserta yang berasal dari Pejabat Eselon I, II, dan III Kementerian Perdagangan, para Perwakilan Perdagangan di Luar Negeri (Duta Besar WTO, Atase dan Konsul Perdagangan, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi  Indonesia  –  KDEI,  serta  Indonesia  Trade  Promotion  Center  –  ITPC),  para  Kepala  Dinas  Provinsi  yang membidangi perdagangan di seluruh Indonesia, serta pelaku usaha mengangkat tema “ Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital”.

Tema tersebut diangkat untuk menentukan strategi dan melakukan terobosan dalam melaksanakan mandat Presiden serta memenangkan persaingan di era ekonomi digital.

Raker sendiri dibuka  oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu pagi (31/1) di Istana Merdeka. Sebelum membuka Presiden Jokowi mendengarkan lebih dahulu laporan capaian kinerja sektor perdagangan yang dilaporkan langsung oleh Mendag Enggartiasto Lukita.

Dalam laporannya, Mendag Enggar mengatakan, kinerja tahun lalu telah dilakukan dan dikerjakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Di mana hasilnya, seperti tingkat inflasi sepanjang tahun lalu berada di level 3,6% atau lebih rendah dari yang ditargetkan.

“Inflasi sepanjang tahun 2017 sebesar 3,6% dengan inflasi bahan makanannya sebesar 1,3%, ini menurun tajam, paling rendah selama 5 tahun terakhir,” kata Enggar.

Mendag Enggar juga menyampaikan total ekspor Indonesia tahun 2017 mencapai USD 168,7 miliar, dengan pertumbuhan ekspor non migas 15,8% dibandingkan tahun 2016. Pertumbuhan tersebut jauh melampaui target awal sebesar 5,6%. Kenaikan ekspor ini didukung oleh kenaikan ekspor non migas dan migas masing-masing sebesar 15,8% dan 20,1% dibanding tahun 2016.

Terkait dengan program revitalisasi pasar rakyat, hingga tahun 2017 telah ada 2.715 unit pasar yang telah selesai dibangun maupun direvitalisasi. Kemendag siap menuntaskan 2.285 pasar sisanya hingga tahun 2019.

Kemendag juga telah membuat perubahan substansif terhadap perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri lewat reorientasi tugas. Para perwakilan kini tidak hanya mengemban tugas sebagai pejabat pemerintah saja. Namun, sejak tahun 2017 para pejabat perwakilan dituntut untuk mengubah paradigma mereka menjadi agen pemasaran atau agen bisnis bagi produk-produk Indonesia.

Mendag Enggar juga melaporkan bahwa upaya perluasan akses pasar non tradisional yang dilakukan di tahun 2017 mampu memberikan kontribusi yang sangat positif terhadap pertumbuhan nilai ekspor non migas ke pasar non tradisional di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah serta Asia Selatan. Keseluruhan misi dagang berhasil membukukan total transaksi sebesar  USD 3,6 miliar. Komitmen dan capaian inilah yang terus mendorong Kemendag untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia.

“ Di bulan Januari ini, kami baru saja melakukan misi dagang ke India dan Pakistan dengan nilai total transaksi sebesar USD 8,6 miliar,” ujar Mendag Enggar.

Upaya promosi produk Indonesia di tahun 2017 lalu seperti dituturkan Mendag Enggar memperoleh hasil yang menggembirakan. “ Pada pelaksanaan pameran dagang tahunan berskala internasional yakni Trade Expo Indonesia (TEI) berhasil menembus perolehan transasksi hingga USD 1,4 miliar. Jumlah tersebut jauh melampaui perolehan pelaksanaan pameran di tahun 2016 yang mencapai 44%,” tutup Mendag Enggar. (HS.Foto:Dok Humas Kemendag)

 

Related posts

Leave a Comment