Antisipasi dan Tindakan Pencegahan Terhadap Ancaman Ransomware PETYA

Bertempat di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada jum,at (30/6) menggelar konfrensi pers mengenai antisipasi dan tindakan pencegahan terhadap ancaman ransomware petya.

Ada masalah apa? Tak lain adalah serangan program jahat baru bernama PETYA. Meski belum terdeteksi adanya serangan ini di Tanah Air, namun Kominfo merasa perlu melakukan sosialisasi guna melakukan langkah pencegahan melalui konferensi pers tersebut.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang menjadi salah satu pembicara, Pemerintah terus memantau pergerakan dari penyebaran virus PETYA ini di Indonesia. Notifikasi telah dikeluarkan oleh ID-SIRTII (organisasi yang diampu oleh Kementerian Kominfo yang antara lain untuk menangani insiden seperti serangan siber) kepada para mitra yang bekerjasama seperti penyelenggara jasa akses Internet, Penyelenggara NAP, dan juga kepada Kementerian/Lembaga serta pelaku pelayanan publik di sektor strategis, antara lain sektor telekomunikasi, sektor keuangan, sektor transportasi dan daya dukung transportasi dan sektor ESDM.

Pria yang akrab disapa Chief RA juga meminta kepada masyarakat luas yang memiliki komputer untuk melakukan back up data terlebih dahulu sebelum mengaktifkan komputernya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi serangan PETYA.

Kepada para pengelola teknologi informasi di berbagai institusi, Chief RA juga berpesan agar menonaktifkan atau mencabut jaringan Lokal/LAN untuk sementara sampai dipastikan semua aman,  melakukan backup data ke storage terpisah, menggunakan sistem operasi yang orisinal dan update secara berkala, install antivirus dan update berkala serta gunakan pasword yang aman.

Wakil ID-SIRTII Bisyron Wahyudi  yang juga menjadi pembicara mengatakan, ID-SIRTII sebagai tim penanganan insiden siber sudah melakukan melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak-pihak counterpart di luar negeri dan memberikan peringatan dini (early warning) kepada pihak-pihak terkait terutama pemangku infrastruktur kritis atau objek vital nasional. (Hs.foto:Dok Humas)

 

Related posts

Leave a Comment