Ari Lasso, Bangkit Dari Keterpurukan

Suara merdu yang dilantunkan Ari Lasso pada penutupan Rapat Kerja Koordinasi Nasional Pariwisata (Rakornaspar) 2017 pada jum’at (19/5) sore di Bidakara hotel turut membuat peserta Rakornaspar dan juga Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bernyanyi bersama-sama.

Seusai acara, penulis menemui Ari Lasso untuk melakukan wawancara. Dengan senyum yang ramah, penyanyi yang memiliki nama lengkap Ari Bernandus Lasso ini mempersilahkan penulis untuk menginterview dirinya.

Kepada penulis, pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 17 Januari 1973 menceritakan tentang perjalanan hidupnya.  Saat kecil dulu, putra pasangan dari Bartholomeus B. Lasso dan Sri Noerhida merupakan pecinta buku dan juga musik. Saking cintanya pada musik, Ari begitu ia biasa disapa, hapal nama-nama personel band dalam dan luar negeri.

Sewaktu bersekolah di SMA Negeri 2 Surabaya, pria bertinggi badan 167 cm ini membentuk Outsider Band bersama Wawan Juniarso-drummer Dewa dan Piyu-gitaris Padi.  Tidak lama kemudian Ia direkrut oleh Lost Angels Band, yang saat ini ngetop dengan nama Boomerang.

Bergabung bersama Lost Angels Band membuat Ari Lasso  mulai mengenal personel Down Beat yang terdiri atas Dhani, Erwin dan Andra. Ia pun memutuskan untuk bergabung bersama Down Beat. Bersama Down Beat, Ari Lasso mengusung musik yang beraliran jazz.

Tidak lama kemudian, Down Beat berubah nama menjadi Dewa. Aliran musiknya pun berubah menjadi lebih ngerock. Untuk itulah Dhani memanggil Wawan untuk bergabung. Hadirnya Wawan membuat nama Dewa berubah menjadi Dewa 19.

Melalui perjalanan yang panjang, Dewa 19 berhasil masuk rekaman dan mampu mengantongi penghargaan sebagai ‘ pendatang baru terbaik’ serta ‘ Album Terlaris’ versi BASF Award di tahun 1993 lewat hit kangen.

Keberhasilan ini membuat nama para personel Dewa 19 termasuk Ari Lasso menjadi tenar. Bahkan ketenaran tersebut membuat Dewa 19 selalu kebanjiran job untuk melakukan show di berbagai daerah. Banyaknya show yang dilakukan oleh Dewa 19 membuat kegiatan sekolahnya hampir terbengkalai, bisa ditebak, prestasinya menjadi menurun dan memperoleh peringkat terakhir. Untunglah ia masih bisa diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya.

Makin hari nama Dewa 19 makin populer dan digandrungi banyak anak muda. Hampir setiap album yang dikeluarkan berhasil terjual ratusan ribu kopi, terutama album Pandawa Lima. Namun sayangnya ketenaran tersebut membuat grup band ini kerap dilanda konflik, mulai dari dipecatnya Wong Aksan,  hingga dikeluarkannya Erwin. Ari yang merasa frustasi dengan konflik yang kerap terjadi di Dewa 19 akhirnya mulai ‘bersahabat’ dengan drug. Kebiasaan buruk Ari inilah yang membuat pentolan Dewa 19 mengeluarkan Ari sebagai vokalis Dewa 19 dan menggantinya dengan Once. Pasalnya, kebiasaan buruk Ari bisa menghambat pembuatan album bintang lima yang tengah dirilis Dewa 19.

Setelah agak lama menghilang dari peredaran, akhirnya Ari muncul kembali di Blantika musik Indonesia dengan , tampil duet bersama Melly Goeslaw untuk mendendangkan lagu “Jika” yang terdapat dalam album solo Melly. Lagu ini berhasil menduduki peringkat pertama hampir diseluruh tangga-tangga lagu di Indonesia. Meninjau duetnya dengan Melly terbukti Ari bisa eksis tanpa Dewa. Bukan tidak mungkin kesuksesan itu akan terulang pada album solonya.

Ari yang mengaku sudah terlepas dari kebiasaan buruknya tersebut akhirnya merilis album solonya yang berjudul “ sendiri dulu” pada Agustus 2001. Hebatnya dalam waktu dua minggu penjualan album pertamanya itu mampu mencapai angka 100 ribu kopi. Dan selama hampir 6 Bulan Album “Sendiri Dulu” berhasil menerobos ke angka penjualan 500 Ribu kopi.

Sukses di album pertama membuat Ari Lasso merasa yakin bahwa dirinya bisa tetap eksis meskipun sudah tidak lagi bergabung dengan Dewa 19 yang kini berganti nama menjadi Dewa. Guna membuktikan keyakinan tersebut, Ari Lasso kembali mengeluarkan album keduanya yang berjudul “Keseimbangan” pada tanggal 15 Februari 2003. Untuk temanya, masih seputar masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan cinta. Namun ada sedikit perbedaan dalam album “Keseimbangan” yang dibuat oleh Ari. Yaitu jika di album pertamanya menyuguhkan nuansa pop, di album keduanya ditambahkan pula dengan nuansa Rock. Sama seperti album pertamanya, album keduanya juga meraih kesuksesan. Kesuksesan juga terjadi di album ketiga dan seterusnya.

Kesuksesan yang diraih oleh Ari Lasso inilah yang menjadi bukti bahwa manusia bisa bangkit dari keterpurukan jika benar-benar berusaha. Untuk itulah di kalimat penutup, Ari berpesan agar cepat bangkit ketika sedang terpuruk. Karena kebangkitan tersebut bisa membuat orang tersebut meraih kesuksesan. (HS.Foto:HS)

 

Related posts

Leave a Comment