Asyiknya Berkunjung Ke Tempat Wisata Yang Di Kelola Desa

  Tidak hanya swasta, atau pemerintah daerah saja yang pandai mengelola tempat pariwisata, sejumlah desa pun bisa mengelolanya.  

Penulis pun ingin merasakan seperti apa tempat wisata yang dikelola oleh Desa. Untuk itulah di bulan Februari lalu, berangkatlah penulis menuju tempat wisata tersebut.

Umbul Ponggok, Desa Ponggok, Kabupaten Klaten

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Umbul Ponggok yang terletak di Desa Ponggok  Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.   PA150090-2a

Umbul Pongok sendiri merupakan tempat wisata berkonsep kolam renang alami yang berasal dari mata air yang terus menerus memancarkan air jernih, segar dan sangat dingin. Saking jernihnya, Anda bisa melihat beragam jenis ikan berwarna warni yang hilir mudik di tengah kerumunan pengunjung yang sedang berenang.  

Menurut  Yani Setiadi Sekretaris Desa Ponggok, Pada zaman dahulu, kolam Umbul Ponggok Klaten ini berfungsi sebagai irigasi perkebunan dan digunakan masyarakat sebagai destinasi wisata. Setelah tahun 2008, kami mulai mengembangkan dengan melakukan studi banding kebeberapa daerah seperti Bali.

Usai melakukan studi banding ternyata kami melihat apa yang dilakukan dilaut bisa juga dipergunakan di air tawar. Hasilnya bisa dilihat, Umbul Ponggok kini menjadi salah satu destinasi pariwisata yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

“ Karena banyaknya wisatawan yang masuk, Bumdes pun banyak mendapatkan keuntungan. Keuntungan tersebut dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat dengan pemberian uang saku Rp300.000/bulan kepada mahasiswa asal Desa Ponggok.  Memberikan santunan lauk pauk sebesar Rp. 150.000,- perbulannya kepada 150-an jompo dan anak yatim piatu. Serta untuk kesehatan pemerintah desa setempat  dengan menggulirkan program jaminan kesehatan atau jaminan kesehatan desa (Jamkesdes) bagi warga yang belum terkaver jaminan kesehatan nasional dan jaminan kesehatan daerah,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Yani, yang menarik dari wisata Umbul Pongok adalah menikmati Snorkling dengan cita rasa air tawar. Umbul ponggok yang memiliki kedalaman rata-rata 1,5-2,5 meter pun tidak kalah indahnya dengan laut. Pada saat Anda menyelam maka mata akan dimanjakan oleh berbagai jenis ikan yang ukurannya bervariasi. Selain itu di dalam umbul ponggok juga tersedia berbagai macam properti yang bisa digunakan untuk berfoto, seperti Sepeda, Motor, Kursi taman, dan Pot yang berisi bunga.

Jika Anda berencana untuk kesini hanya untuk sekedar mengabadikan moment bahagia, pihak pengelola yang berasal dari Bumdes menyarankan untuk datang pada hari senin-jumat pada pukul 07.00 – 09.00 Wib atau pada pukul 14.00- 16.00. Sebab hasil foto pada jam-jam tersebut sangat baik karena air umbul yang jernih dan juga kondisi matahari masih dari samping buka di atas kepala. Selain itu jika anda datang pada saat weekend maka usahakan pada pagi hari. Jika tidak bisa dipastikan Anda akan kesulitan mendapatkan spot foto yang bagus akibat banyaknya jumlah pengunjung yang berada di dalam kolam. 

Bagi Anda yang membawa anak kecil, tidak perlu khawatir karena pihak pengelola sudah menyediakan kolam renang sendiri. Untuk yang tidak bisa berenang atau juga tidak memiliki peralatan renang bisa menyewanya ditempat  yang disediakan.

Untuk harganya, Yani menjelaskan untuk satu orang dikenakan harga Rp. 15.000,-, Paket Rp.30.000 (Berlaku senin-jumat, Bukan Libur Nasional). “ Untuk paket-paket yang lain bisa melihatnya sendiri ketika berada di Umbul Pongok. Dijamin setelah tiba di sini, Anda akan kembali lagi,” tutup Yani.

Wisata Air Panas Dabo Singkep Desa Berindat Kabupaten Pulau Singkep

Kabupaten Pulau Singkep yang terletak di Provinsi Riau memiliki banyak tempat pariwisata, namun untuk tour kali ini, penulis hanya mengunjungi satu tempat yang cukup diwisata_air_panas_dbs_4anggap menarik yakni pemandian air panas Dabo Singkep yang terletak di Desa Berindat Kecamatan Dabo Singkep Kabupaten Pulau Singkep.

Tempat wisata ini cukup menarik, dikarenakan Bumdeslah yang mengelolanya. Menurut  Idris selaku Kades Berindat,  pemandian air panas Dabo Singkep menjadi aset desa yang dananya bisa menambah pendapatan desa.

“Dari data yang ada, jumlah pengunjung pemandian air panas tersebut mencapai 2.800 orang dalam satu tahun. Jumlah kunjungan itu jelas dapat menyumbang pendapatan Desa Berindat jika dikelola dengan baik,” ucap Idris.

Setibanya di sana, rasa tenang, dan nyaman  langsung terasa, sebab  lokasinya berada jauh dari tempat keramaian serta banyak dijumpai pohon-pohon yang sangat rindang.  Di tempat  tersebut, Anda akan menemukan tiga buah kolam air panas, dimana suhu ketiga kolam ini berbeda-beda, yakni kolam bersuhu rendah, suhu sedang, hingga kolam yang bersuhu panas.  

Bagi yang tidak suka mandi air panas, pihak pengelola juga sudah menyediakan kolam renang berisi air biasa. Untuk yang ingin beristirahat, pihak pengelola juga menyediakan pondok-pondok peristirahatan. Bagi yang ingin makan, bisa mendatangi kantin yang terletak di dekat pondok peristirahatan.

Selain fasilitas di atas, Idris  juga mengatakan akan membangun tempat parkir di kawasan pemandian air panas itu. Akses menuju kawasan wisata air panas dari jalan Airpali, menurut Idris akan dilakukan perawatan dengan membenahi jalan dan saluran air di jalan tersebut.

“Kondisi jalan menuju kawasan wisata air panas pada saat ini sangat mengkhawatirkan karena mengalami kerusakan serta ditumbuhi semak di kiri dan kanan jalan,” ujarnya.

Idris berharap dengan adanya perbaikan dan pembangunan di wilayah tersebut, jumlah wisatawan yang hadir akan semakin meningkat,sehingga pemasukan desa semakin bertambah.

 

Watu Cenik Desa Cendang  Kabupaten Wonogiri

Tidak hanya Klaten, Provinsi Jawa Tengah juga memiliki tempat pariwisata yang juga di kelola oleh Desa, namanya Watu Cenik. Untuk menuju lokasi Anda bisa naik mobil ataupun motor. Namun bagi yang memiliki mobil harap bersabar dan berhenti sejenak ketika ada mobil lainnya yang datang dari arah berlawanan. Pasalnya jalan menuju ke sana hanya cukup untuk satu mobil saja.

Setibanya di sana, Anda tidak menikmati pemandanganakan dikenakan tiket, hanya tarif parkir saja yang terbilang cukup murah untuk motor dan mobil yakni RP. 5.000,- untuk mobil dan RP. 2.000,- untuk motor.

“ Berdasarkan perhitungan bendahara kami, dalam setengah tahun ini kami berhasil meraih keuntungan RP 32 juta. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ketua BUM Desa Sendang, Sukamto, saat ditemui penulis beberapa waktu yang lalu di Kantor Desa Sendang.

Menurut Sukamto, ada dua alasan yang membuat wisatawan ramai mengunjungi Watu Cenik. Yang pertama sambutan cukup ramah dari penduduk setempat setelah kita datang, sampai membuat terharu wisatawan walaupun tidak menitikkan air mata.

Yang kedua kita bisa menikmati view. Ya di Watu Cenik terdapat pemandangan yang cukup indah mulai deretan pegunungan seribu , waduk gajah mungkur, Kota Wonogiri , Sukoharjo ,Surakarta , pegunungan merapi Merbabu , puncak Lawu di kaki langit yang membiru serta pemandangan sunrise pada pagi hari serta sunset pada sore hari.

Banyaknya pemandangan yang bisa kita lihat membuat orang-orang yang berwisata ke sana membawa kamera untuk berselfie ria atau mengabadikannya untuk kenang-kenangan. (HS.Foto:YI/EF/Istimewa)

 

 

Related posts

Leave a Comment