Ayo Plesiran Ke Kota Tangerang

Plesiran merupakan bahasa Jawa,Sunda dan Betawi yang dipergunakan untuk mengajak ke tempat wisata. Plesiran memang sengaja diangkat sebagai judul, dikarenakan Gpriority ingin mengajak Anda untuk berwisata ke Kota Tangerang.

Untuk mengetahui tempat wisata yang berada di kota Tangerang, pada kamis sore (28/3) Gpriority mengunjungi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (budpar) Kota Tangerang yang terletak di Neglasari, Tangerang.Di sana penulis disambut baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Rina Hernaningsih. Dikatakan oleh Rina, meskipun tidak memiliki gunung dan pantai, Kota Tangerang memiliki destinasi wisata religi,cagar budaya, taman, kampung wisata dan situ (danau).

Rina pun mempersilahkan Gpriority untuk mengunjungi tempat wisata di Kota Tangerang. Agar lebih nyaman, Rina mempersilahkan untuk menaiki bus wisata keliling. Untuk mengetahui jadwal keberangkatan bus tersebut, Rina mempersilahkan untuk bertanya ke ke Pusat Informasi  Pariwisata Kota Tangerang yang terletak di Jalan M.Yamin.

Setelah mendapatkan informasi mengenai rute dan keberangkatan bus wisata keliling, keesokan harinya (29/3) Gpriority pun menaikinya. Rasa takjub terlintas di dada, sebab bus ini tidak memungut sepeser biaya pun kepada wisatawan. Tidak hanya itu, kehadiran pemandu wisata di dalam bus turut memudahkan wisatawan untuk mengetahui tempat wisata di Kota Tangerang.

Pastinya tidak sabar ingin mengetahui wisata apa saja yang terdapat di Kota Tangerang. Baiklah, penulis akan memberitahukannya. Namun untuk memudahkan Anda, penulis membaginya menjadi beberapa kategori.

Wisata religi dan Cagar Budaya                     

Kota Tangerang memiliki beragam wisata realigi dan cagar budaya seperti Masjid Al Azhom, Masjid Kali Pasir, Klenteng Boen Tek Bio,Vihara Nimmala dan lain sebagainya.

Masjid Al Azhom

Masjid yang terletak di samping Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) memiliki lima kubah besar, bergaya arsitektur Timur Tengah dan menyediakan lahan parkir seluas 14 ribu meter persegi.

Jika memasuki area dalam masjid, Anda akan terpesona dengan tulisan kaligrafi yang berada di sisi empat kubah. Ayat-ayat tersebut disusun secara tiga baris sementara baris keempat di masing-masing kubah diisi dengan Asmaul Husna. Kini, Masjid Al Azhom telah menjadi pusat kegiatan islami warga Kota Tangerang seperti majelis taklim, Kultum sehabis shalat fardu, pengkajian Al Quran hingga Festival Al Azhom.

Masjid Kali Pasir

Bangunan masjid yang terletak dipinggir bantaran Sungai Cisadane  mirip dengan pendopo yang di sebelahnya berdiri menara seperti pagoda. Diceritakan Ketua Dewan Penasehat Masjid Kali Pasir, Syairodji, masjid dibangun  pada tahun 1576 dan menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di Tangerang. Tak heran di tahun 2011, Pemkot Tangerang dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S) menjadikan Masjid Kali Pasir sebagai Cagar Budaya.

Di depan lokasi masjid, terdapat sejumlah makam tokoh-tokoh sejarah seperti makam Bupati Tangerang Raden Ahyat Pena, putra dari Raden Wahyu Pena serta putranya Patih Pena. Selain itu, terdapat 11 makam tertua yaitu tiga makam dari keturunan Kerajaan Padjajaran, Enam makam dari keturunan Raja Sumedang, Pangeran Geusan Ulun, sebagai raja kedelapan atau terakhir. Makam istri Sultan Agung Tirtayasa, yaitu Nyi Raden Uria Negara. Makam tokoh Palang Merah Indonesia yang ikut bergerilya di Balaraja, yaitu Nyi Raden Juhariah.

Kelenteng Boen Tek Bio

Klenteng yang juga termasuk ke dalam Cagar Budaya Kota Tangerang merupakan salah satu tempat wisata religi yang patut dikunjungi. Karena di kelenteng yang dibangun tahun 1644, Anda bisa melihat rupang Mi Le Fo atau Bi Lek Hud yang merupakan dewa yang sangat dihormati terutama oleh para penganut Buddha Mahayana. Bi Lek Hud ini biasaya dipuja untuk mendapatkan kekayaan serta kebahagiaan. Di bagian altar, Anda bisa melihat rupang Dewa Bumi atau Hok Tek Tjeng Sien, yang biasanya dipuja oleh para petani dan pedagang supaya usaha yang dilakukannya ini bisa maju, mendapatkan keberkahan dan hasil panennya bisa melimpah.

Vihara Nimmala

Saat berkunjung ke Pasar Baru Tangerang, singgahlah ke Vihara Nimmala. Di pintu masuk Vihara yang dibangun sekitar tahun 1689 pengunjung dapat menyaksikan sebuah tempat hio (dupa) untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa dengan berat 4.888 kg dengan tinggi 120 cm. Museum Rekor Indonesia pun mencatat  dupa tersebut sebagai dupa terberat di Indonesia.

Di dalam Vihara, Anda juga bisa melihat patung Budha Gautama, Dewi Kwan In, Sam Kai Kong, Bie Lek Hud, Jie Lay Hud dan Kwan Im Hud Chow.

Bangunan cagar budaya lainnya :

  1. Bendungan Pintu Sepuluh di Desa Koang Jaya, Karawaci, Tangerang
  2. Lapas Anak Pria di Jalan TMP.Taruna Sukaasih,Tangerang
  3. Lapas Anak Wanita di Tanah Tinggi Tangerang
  4. Lapas Pemuda 2 A di Buaran, Kec.Tangerang,Tangerang
  5. Benteng Heritage di Jalan Cilame Sukasari Tangerang
  6. Stasiun Kereta di Jalan Ki Asnawi,Pasar Anyar, Tangerang

Wisata religi lainnya

  1. Masjid Agung Al-Itihad Kota Tangerang di Jalan Kisamaun
  2. Masjid Pintu Seribu di Periuk, Tangerang
  3. Taman Makam Pahlawan Taruna di Jalan Daan Mogot No.1,Kota Tangerang.

Wisata Taman

Tahun 2015, Pemerintah Kota Tangerang membangun sembilan taman tematik dan bertambah terus hingga saat ini. Tujuan pembangunan  taman menurut Arief R. Wismansyah selain sebagai bagian dari penghijauan kota,  sekaligus sebagai sarana wisata alternatif  bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Taman Potret

Taman Potret adalah taman tematik yang penuh ikon spot untuk foto agar terlihat Instagramable.

Dimulai dengan patung wanita menari, kemudian ada replika kapal Phinisi serta ada beberapa spot menarik, semua bisa kita jadikan latar foto yang Instagramable. Suasana Taman Potret sangat asri dengan pepohonan yang teduh dan aneka tanaman bunga yang asri.

Taman Kunci

Jika lelah berkeliling di dalam Taman Potret, ada Taman Jajan yang  menyediakan aneka makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Di seberang jalan ada Taman Kunci. Kepanjangan dari kunci adalah kupu-kupu dan kelinci.

Di dalam taman ini, ada hewan lepas liar lucu yaitu kelinci dan ayam Mutiara Papua. Kedua hewan ini dijaga oleh pawang dan ada di area terpagar serta bebas dilihat pengunjung.

Taman Cikokol

Puas mengeksplor Taman Kunci kita dapat bergeser ke Taman Cikokol. Di dalamnya terdapat sangkar jaring raksasa dan berbagai macam tanaman  hias yang terawat dan menarik untuk dijadikan spot foto Instagramable. Oh iya, apabila baterai smartphone kita menipis dayanya di Taman Cikokol juga ada tempat isi daya baterai smartphone. Jadi sambil melepas lelah kita tetap bisa asyik berswafoto tanpa takut habis daya baterai.

Taman Bambu

Ingin berfoto, nongkrong, dan melakukan aktifitas baik lainnya, Taman Bambu sangat cocok. Karena menawarkan  beragam keindahan  dari bambu. Lihat saja ke atas, Anda akan melihat lampion cantik yang terbuat dari anyaman bambu. Jalan setapak pun terbuat dari bambu.  Begitu pula dengan bangunan dan  jembatan yang juga menggunakan bahan dasar bambu. Terkait dengan Jembatan, Rina menerangkan dibuat dan dirangkai dengan sangat mempesona, agar terlihat cantik ketika  dijadikan latar belakang swafoto.

Taman Gajah Tunggal

 Taman yang terletak di pinggiran Kali Cisadane merupakan salah satu taman yang memiliki konsep unik karena terbuat dari limbah daur ulang berupa ban bekas yang diproduksi Gajah Tunggal.

Taman ini sendiri memiliki spot-spot foto yang menarik seperti replika gajah berwarna hitam yang berdiri dengan satu kaki sebagai tumpuannya  dan tempat lainnya. Tak jauh dari tempat gajah buatan itu berdiri, pengunjung bisa mendapati area permainan anak.

Taman Gajah Tunggal memiliki dua ruang rekreasi aktif dan pasif. Ruang rekreasi aktif meliputi area panggung terbuka, taman bermain anak, dan tempat jajan.

Taman lainnya yang bisa dikunjungi

  1. Hutan  Kota di Jalan Daan Mogot, Tangerang
  2. Taman Pramuka di Jalan Daan Mogot, Sukaasih, Tangerang
  3. Taman Ecopark di Mekarsari, Neglasari, Tangerang
  4. Taman Elektrik di Sukaasih, Tangerang
  5. Taman Prestasi di Jalan Jendral Ahmad Yani, Sukarasa, Tangerang
  6. Taman Ekspresi di Jalan Pandan Raya, Nusa Jaya, Karawaci, Tangerang
  7. Taman Kunang-kunang di Karawaci Baru, Tangerang
  8. 8.Taman Nobar di Pasar Baru, Karawaci, Tangerang
  9. Taman Dayung di Gerendeng, Karawaci, Tangerang
  10. Taman Pisang di Karawaci Baru, Tangerang
  11. Jam Gede Jasa di Babakan, Tangerang
  12. Taman Skatepark di M.Yamin,Tangerang
  13. Flying Deck Cisadane di Kalipasir, Tangerang
  14. Taman Burung Perak di M.Yamin,Tangerang

Kampung Wisata

Program kampung kita yang dicanangkan Pemkot Tangerang menuai hasil dengan hadirnya kampung wisata. Menurut Rina,  Kampung wisata terbentuk berkat inovasi, swadaya dan gotong-royong warga. Inovasi tersebut membuahkan hasik dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung. Berikut kampung wisata yang terdapat di Kota Tangerang.

Kampung Bekelir

Kampung Bekelir, begitu nama tempat yang terletak di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, Banten. Dulunya merupakan tempat yang kumuh. Namun, kini bersolek menjadi destinasi cantik nan instagramable. Meski padat dengan rumah penduduk, Kampung Bekelir terlihat bersih dan tak terlihat tumpukan sampah.

Kampung Bekelir juga memiliki seni mural di tembok-tembok rumah penduduk. Lurah Babakan, Abu Sofiyan, mengatakan terdapat 300 rumah yang dicat warna-warni.

“Selain dicat, ada juga 1.220 gambar mural. Terdapat empat RT di sini, dalam satu RW terdiri dari 375 Kepala Keluarga dan 1.320 jiwa dengan luas Kampung Bekelir sekitar empat hingga delapan hektar,” ujar Sofiyan.

Kampung Markisa

Terletak di RW 02, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kampung Markisa secara resmi menjadi destinasi wisata ke-enam di Kota Tangerang.

Dijelaskan Ketua Rw 02 M.A.Nurdin yang ditemui pada Jum’at sore (29/3) ,” Tempat ini sebelumnya adalah sebuah kampung kumuh yang disulap menjadi kampung layak dikunjungi dan kampung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).”

Di kampung ini terdapat tanaman markisa, dan tempat air bersih untuk mencuci tangan. Tidak hanya itu,  di Kampung Markisa terdapat tempat-tempat untuk berselfie ria. Nah bagi Anda yang ingin mencoba kuliner dan membeli oleh-oleh Markisa,tidak perlu jauh-jauh keluar Kampung Markisa. Sebab di dalam Kampung Markisa banyak warga yang menjual makanan dan juga oleh-oleh.

Kampung Talas

Kampung Talas terletak di RT O05/04 Kelurahan pasar Baru, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang.Menurut Supardi Ketua RT. 05/RW 04 yang ditemui seusai shalat Jum’at (29/3) Kampung Talas merupakan ide dari warga. “Warga terobsesi untuk membentuk kampung pariwisata. Setelah dilakukan rembuk bersama terciptalah Kampung Talas,” kata Supardi.

Talas memiliki singkatan Tertib Lalu Lintas.Jadi tidak usah heran,  ketika berada di Kampung Talas, wisatawan akan melihat banyak sekali rambu-rambu lalu lintas, marka jalan,  pos polisi dan segala hal yang berhubungan dengan lalu lintas.

Bagi yang membawa anak,  bisa bermain di tempat yang sudah disediakan.

Di Kampung Talas, Anda juga menemui beragam jenis tanaman yang tergantung di rumah warga. Menurut Supardi,  tanaman ini dibuat oleh warga dengan tujuan ramah lingkungan, oksigen terpenuhi dan mengikuti anjuran pemerintah terkait dengan Go Green.

Supardi juga mengatakan warga Kampung Talas berencana akan menurunkan kapal wisata Cisadane di bulan Agustus 2018.Untuk tarifnya akan dikenakan biaya kurang lebih Rp.25.000,- sampai dengan Rp.30.000,-.

Hadirnya inovasi-inovasi ini, membuat Kampung Talas yang masih berusia hitungan bulan meraih juara 1 PHBS tingkat kecamatan. Dengan prestasi yang diraih, tidak ada salahnya jika penulis merekomendasikannya kepada Anda.

Kampung Wisata lainnya di Kota Tangerang

  1. Kampung Wisata Pinggir Rawa di Kunciran,Tangerang
  2. Kampung Tidar Gotong Royong di Sudimara,Tangerang
  3. Kampung Herbal di Gerendeng, Tangerang

Situ

Tangerang memiliki wisata alam berupa situ.Ada dua Situ yang sering dikunjungi yakni Situ Bulakan dan Situ Cipondoh

Situ Bulakan

Situ Bulakan yang terletak di Kecamatan Periuk menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Tangerang dan sekitarnya. Selain mudah dijangkau, berlibur di danau tersebut juga tidak memerlukan biaya besar.

Situ Bulakan menawarkan berbagai wahana permanan baik permainan air maupun darat. Buah hati Anda bebas bemain di playground. Sedangkan wahana airnya meliputi sepeda air maupun perahu untuk mengelilingi danau. Di sana juga sudah tersedia sarana rekreasi seperti permainan jet ski dan flying fox.Anda juga tidak perlu khawatir bila lupa mempersiapkan bekal karena di Situ Bulakan terdapat beberapa warung, penjual camilan dan pastinya jagung bakar yang terkenal akan kelezatannya.

Danau Cipondoh

Lokasinya berada tepat di depan Kantor Kecamatan Cipondoh, Jalan KH. Hasyim Ashari, Cipondoh, Kota Tangerang. Situ Cipondoh merupakan lokasi wisata yang sangat cocok untuk wisatawan yang ingin bersantai sambil menjernihkan pikiran.

Di danau ini tersedia juga sarana rekreasi bebek terapung yang dikayuh, sepeda air, dan juga perahu yang bisa membawa pengunjung berkeliling menyusuri danau. Terdapat juga wahana bermain untuk anak-anak seperti ayunan, kereta mini, hingga perosotan.

Wisata lainnya

Tangerang memiliki banyak tempat wisata menarik lainnya seperti jembatan berendeng,  wisata kuliner yang terletak di Poris Indah,M.Yamin dan Pasar lama. Nah bagi Anda yang ingin mencari oleh-oleh bisa datang ke Jalan Sitanala. Di sana menjual beragam oleh-oleh khas Tangerang.

Event

Pemkot Tangerang menyadari bahwa event mampu meningkatkan kunjungan wisata di Kota Tangerang. Untuk itulah beragam event di gelar Pemkot Tangerang dalam setiap tahunnya. Untuk tahun ini, Pemkot menggelar beragam event seperti MTQ Tingkat Provinsi, Tangerang great sale, Festival Cisadane Festival Al azhom dan festival lainnya.

MTQ Tingkat Provinsi, Tangerang Great Sale dan festival lainnya yang sudah berlangsung hingga April 2019 mampu menyedot animo wisatawan. Terbukti dengan banyaknya wisatawan yang hadir.

” Untuk Festival Cisadane 2019 yang masuk Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata, saya yakin akan banyaj dihadiri oleh banyak wisatawan mancanegara dan lokal, ” ucap Rina.

Yang membuat Rina yakin  event yang akan diselenggarakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus adalah hadirnya  acara-acara menarik seperti lomba dayung Internasional yang rencananya akan diikuti lima negara yakni Italia, Australia, Jepang, Singapura, dan Thailand.

Selain Festival Cisadane, Festival Al Azhom yang digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam juga diyakini bisa mendatangkan wisatawan. “Dengan hadirnya event-event ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perekonomian UMKM di Kota Tangerang menjadi semakin meningkat,” tutup Rina. (Hs.)

Related posts

Leave a Comment