Baharudin Raih The Best Farmer oleh International Pepper Community ( IPC)

Keberhasilan Petani Asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan Baharudin meraih The Best Farmer dari  International Pepper Community (IPC) diharapkan bisa memotivasi petani lainnya untuk lebih meningkatkan pertanian di Indonesia.

Bertempat di ruang rapat Flamboyan Gedung Tengah kementerian Perdagangan (Kemendag) lantai 1, Kemendag memberikan penghargaan kepada Baharudin, petani lada asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang telah sukses meraih The Best Farmer International Pepper Communicty (IPC) di Kandy-Srilanka.

Penghargaan ini diperoleh Baharudin, dikarenakan dirinya berhasil memproduksi enam ton lada  per hektare saat rata-rata produksi lada nasional hanya 0,6 ton per hektare.

“Kalau dihitung dengan luas lahan lada nasional 150 ribu hektare dan tingkat produksi 80-an, tingkat produksi nasional sekitar 0,6 ton per hektare,” ujar Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional, Kementerian Perdagangan, Deny Wachyudi Kurnia saat ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017.

Fenomena Baharudin menurut Deny merupakan hal yang unik, dimana jumlah produksinya melebihi rata-rata produksi lada negara Vietnam  sebesar 2-3 ton per hektare.

“Perlu kita ketahui, produktivitas lada di Vietnam sebelumnya telah mengalahkan Indonesia, ini terjadi dikarenakan Pemerintah Vietnam mendukung penuh dengan memberikan kemudahan kepada para petani untuk mengajukan kredit perbankan. Dengan kemudahan tersebut, petani Vietnam dapat menanam lebih banyak lada. Kini Pemerintah Indonesia juga mendukung petani sehingga petani bisa menjadi sukses seperti Baharudin,” ucapnya.

Deny berharap agar Baharudin bisa menjadi teladan bagi petani lainnya di Indonesia. “ Saya berharap kedepannya, petani lain  mau menggunakan metode tanam yang digunakan Baharuddin, yakni penggunaan pupuk organik dan sistem suplai air yang baik. Saya yakin dengan mengadopsi sistem tanam tersebut, Indonesia bisa keluar dari angka produksi 0,6 ton per hektare,”tutupnya. (Hs.Foto:HS)

 

Related posts

Leave a Comment