Berawal Dari rasa Cinta Terhadap Jaket dan tas Kulit

Kecintaannya terhadap jaket dan tas kulit khas Garut mampu membawanya menjadi pemilik usaha jaket kulit.

Kepada penulis Yopi menceritakan bahwa dirinya adalah pecinta jaket dan tas kulit. Berkat jaket dan kulit inilah di tahun 2007, Ia bersama sang adik membuka usaha jaket dan tas kulit asli Garut. Di tahun tersebut, Yopi hanya menerima pesanan-pesanan pembuatan jaket dan tas kulit yang berasal dari saudara, tetangga dan teman-teman sekitarnya. 

Jaket kulit buatan Yopi pun mendapat pujian, karena hasilnya bagus dan jahitannya rapih. Bagusnya jaket kulit buatan Yopi pun menyebar hingga ke istansi pemerintahan. Banyak pegawai pemerintahan yang memesan jaket kulit ditempatnya. 

“ Untuk bahan pembuatan jaketnya sendiri, sengaja saya selalu memilih kulit domba karena lebih empuk dan bagus untuk dijahit. Sedangkan kulit sapi dipilih untuk kulit tas dikarenakan lebih keras. Sehingga ketika dijadikan tas sangat cocok. Bicara mengenai kerapihan, alhamdulillah itu karena kesabaran saya dalam membuat jaket maupun tas pesanan,” ucapnya.

Banyaknya pelanggan, membuat Yopi di tahun 2010 memberanikan diri untuk menyewa tempat untuk showrom jaket kulit yang dibuatnya. Ia pun telah menyiapkan uang sebesar Rp.70 juta yang diperuntukkan sewa tempat setahun dan membeli keperluan lainnya termasuk renovasi tempat. 

Pilihan yang terbilang tepat, pasalnya showrom jaket milik Yopi banyak dikunjungi orang termasuk wisatawan yang berkunjung ke garut. 

“ Di tahun tersebut, dalam setiap bulannya kami memperoleh keuntungan sebesar Rp.10 juta,-,” Kata Yopi.

Yopi juga mengakui bahwa di tahun 2017, pangsa pasar jaket kulit tidaklah terlalu ramai, meskipun demikian dia tetap bertahan. Dan yakin di tahun berikutnya, akan ramai kembali seperti di tahun 2010. (HS.Foto:Dok Pribadi)

Related posts

Leave a Comment