Berita Melalui Goresan Kanvas

‘Catatan harian seorang pelukis’ merupakan salah satu karya Teguh Tangi  di tahun 2018 yang dilukis di atas kanvas berukuran 120 x 150 cm dengan menggunakan cat minyak sebagai bahan lukisannya. Lukisan tersebut dipamerkan di Studio Kaeolo Art miliknya yang beralamat di Jl. Mayor Oking No.21Citeureup Bogor,  Jawa Barat.

Menurut Teguh Tangi, karya itu dilatarbelakangi bahwa semua orang akan meninggalkan catatan, begitu pula dengan pelukis. “ Memang terkesan sederhana, namun tidak demikian dengan pelukis. Sebab seorang yang mengapresiasi karya tersebut pasti akan mencari tahu apa yang terjadi dengan tanggal tersebut,” ucap Teguh Tangi.

Selain  ‘Catatan harian seorang pelukis’, karya menarik lainnya yang dipamerkan di Kaeolo Art adalah ‘ dari dunia batu’, ‘cerita dunia batu’, ‘jalan penuh liku’, ‘akrobat dari negeri kami’, ‘ di tengah metropolitan, ‘ada yang lain’, ‘ada yang ditunggu’, ‘tarian pasien rumah sakit jiwa’, ‘melukis kehidupan’, ‘catatan harian pasien rumah sakit jiwa’, ‘Indonesia , Kamis 21 Mei 1998’ serta karya lainnya.

Menurut Teguh, sebagain karya-karya yang dibuatnya berdasarkan  realita kehidupan, seperti ‘Indonesia, kamis 21 Mei 1998, ‘ di tengah metropolitan’ dan karya lainnya.

“ Dalam karya ‘ Indonesia, Kamis 21 Mei 1998, Saya dateng di gedung DPR/MPR. Karena saya suka memotret.  Saya gabung bersama para demonstran. Setelah malamnya pulang ke Citeurup saya langsung menuangkannya ke dalam kanvas. Hal yang sama juga terjadi dengan beberapa karya saya yang lainnya. Intinya saya ingin memberitakan kejadian melalui goresan kanvas” jelas Teguh.

Tertarik Seni Lukis Sejak SMP

Teguh sendiri mengaku cita-citanya sejak kecil adalah wartawan. Untuk itulah sejak kecil dirinya rajin membaca majalah dan koran. “ Namun ketika Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya yang sering melihat gambar yang ada di koran maupun majalah justru membuat  saya berkeinginan kuat  untuk terjun ke dunia seni lukis,” tegas Teguh Tangi.

Saat SMP lukisan yang ditiru oleh Teguh adalah lukisan karya Dulah dan Le Man Fong. Teguh melihat lukisan yang dibuatnya sangat mirip. Hal ini tentu saja membuat tekadnya semakin bulat untuk menjadi pelukis.

Tekad itulah yang mengantarkan Teguh melanjutkan pendidikan di Fakultas Seni Rupa Jakarta usai lulus SMA.

Ketika ditanya lebih menyukai jenis lukisan mana?  Teguh mengatakan tidak terpatok satu aliran saja . Sebab  patokan aliran hanya memagari ide untuk membuat lukisan. (Hs.Foto:Dok.Pribadi)

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment