Berkunjung Ke Museum-Museum Jakarta Wisata Sambil Menambah Ilmu Pengetahuan

Bagi Anda yang ingin berwisata sekaligus menambah ilmu pengetahuan, rasanya museum adalah pilihan yang tepat.

Berbekal alasan di atas, pada edisi ini penulis mencoba menyajikan artikel menarik mengenai museum-museum di Jakarta yang bisa Anda kunjungi. Kenapa Jakarta? Karena di Jakarta banyak sekali museum-museum menarik yang bisa dikunjungi.

1.Museum Wayang, Jakarta Barat

Bagi Anda yang senang dengan dunia perwayangan, museum wayang adalah tempat yang sangat cocok untuk dikunjungi. Sebab di museum ini memiliki 4.000 koleksi wayang baik kulit, golek, kardus,rumput, janur hingga beber yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia,Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, India dan Kamboja.

Selain koleksi wayang, Anda juga bisa melihat koleksi piring  yang menjadi tanda batu nisan Jan Pieterszoon Coen, koleksi set gamelan,  lukisan wayang, teater wayang serta workshop tentang pembuatan wayang.

Nah, untuk berkunjung ke sana, Anda bisa menggunakan bus transjakarta, mobil pribadi, angkot, kereta atau motor. Kemudahan akses kendaraan ini disebabkan letaknya yang sangat strategis karena berada di Kota Tua yang menjadi persinggahan bus transjakarta serta kereta api.

Kemudahan akses ini pulalah yang membuat pengunjung baik tua maupun muda banyak yang mengunjungi museum wayang. Nah bagi Anda yang ingin berkunjung juga, silahkan datang di hari selasa-jum’at mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB atau sabtu dan minggu mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB. Untuk tiket masuknya, Anda hanya perlu membayar Rp.2.000,- untuk dewasa, Rp.1.000,- untuk anak-anak dan Rp.600 untuk mahasiswa/pelajar. Murah bukan.

2.Alive Museum Ancol Jakarta Utara

 Taman Impian Jaya Ancol merupakan destinasi wisata favorit wisatawan lokal maupun mancanegara ketika berkunjung ke Indonesia. Pemandangan alam, beragam permainan, wisata edukasi serta museum patung lilin yang menjadi alasan wisatawan untuk berkunjung ke sana.

Ya, Ancol memiliki sebuah museum patung lilin yang bernama alive museum. Alive museum merupakan salah satu cabang dari alive museum yang berada di Korea. Di dalamnya terdapat beragam karya seni lukis dan teknologi digital dalam bentuk 3D.Pengunjung juga dapat merasakan sensasi dari semua indera melalui tampilan ilusi optik dan media seni yang bangun dengan menggabungkan berbagai interaksi.

Di alive museum Ancol, Anda juga bisa melihat patung selebritis Holly-wood, penyanyi papan atas, artis K-Pop Korea serta superhero dunia. Patung dibuat langsung dari Korea dan di tampilkan secara real dari sosok tokoh yang sebenarnya. Selain patung lilin, alive museum memiliki poster ataupun memorabilia dari musisi serta poster film original yang di tanda tangani langsung dari tokoh favorit Anda.

Berbeda dengan museum lainnya, di alive museum Ancol, Anda akan menemukan beragam permainan menarik seperti thema fantasy, dark road, horror, ekstrim, 

3.Museum di tengah kebun

Meskipun namanya museum di tengah kebun, bukan berarti letaknya ada di dalam hutan, justru letaknya di tengah-tengah kota yakni berada di Kemang, Jakarta Selatan.

Untuk menemukan museum ini, Anda tinggal mencari pintu gerbang kayu besar menutupi tembok yang disamping kanan kirinya terdapat nama museum. Mengenai biaya masuk, Anda tidak usah terlalu memikirkannya, karena pengelola museum tidak mengenakan tarif biaya sepeserpun namun dengan syarat harus rombongan minimal 7 orang itupun dengan membuat janji terlebih dahulu kepada pengelola.

Lantas apa saja yang ada didalamnya? Berdasarkan pengalaman penulis ketika mengunjungi museum tersebut beberapa minggu yang lalu, yang pertama kali terlihat adalah sebuah halaman luas berukuran 60 x 7 meter yang dibagian kanan dan kirinya terdapat tanaman-tanaman hijau tertata apik serta terlihat subur.

Usai melewati perkebunan yang sering disebut lorong waktu oleh para pengunjung, penulis pun tiba di sebuah gedung megah yang merupakan bangunan utama  dari museum tengah kebun. Baru sampai di halamannya, kita bisa melihat koleksi benda antik mulai dari topeng, patung, sampai fosil pohon yang berasal dari Masa Triassic di Pulau Jawa, 248 juta tahun sebelum masehi, fosil kerang dari Maroko, yang berasal dari Masa Jurasic, 230 juta tahun sebelum masehi hingga fosil lebah.

Masuk ke dalamnya, Anda bisa melihat lukisan, patung, arca, wayang, keramik, topeng, kursi, meja, hiasan dinding, peti kayu, lemari, payung,  tongkat, tempat perhiasan,tempat manisan, peralatan makan, vas bunga, lampu dan masih banyak barang lainnya yang jumlahnya mencapai2.841 koleksi seperti dituturkan pengelola museum bernama Mirza .

Menurut Mirza, sang pemilik Sjahrial Dalil sangat menyukai sejarah, sehingga ketika berkeliling Indonesia dan Dunia, beliau selalu menyempatkan diri untuk membeli benda-benda kuno untuk dikoleksinya. Merasa koleksinya sudah cukup banyak, Sjahrial pun menjadikan kediamannya sebagai museum pada tahun 2009. Dan setelah dibuka di tahun tersebut, banyak sekali pengunjung yang datang ke tempat ini.

Mengenai kenapa dinamakan museum tengah kebun, Mirza menjelaskan bahwa letaknya yang berada di tengah-tengah kebunlah yang menjadikan museum yang terletak di Jalan kemang Timur no.66, Jakarta Selatan dinamakan seperti itu.

4.Museum Lubang Buaya

Terima Kasih kepada Anda yang telah menyaksikan sebagian dari diorama peristiwa biadab yang dilakukan oleh PKI. Jangan biarkan peristiwa semacam itu terulang kembali. Cukup sudah tetes darah dan air mata membasahi bumi pertiwi.

Itulah kalimat yang tertera di dinding museum lubang buaya yang berada di wilayah Pondok Gede Jakarta Timur. Tulisan ini dimaksudkan agar sejarah kekejaman PKI tidak terulang lagi di masa ini dan yang akan datang.

Museum lubang buaya dibangun pada era pemerintahan Presiden RI ke-2 Soeharto. Tujuannya untuk mengenang perjuangan para pahlawan revolusi demi membebaskan Indonesia dari ancaman ideologi komunis.

Kompleks museum lubang buaya terdiri dari Monumen Pancasila Sakti, Ruang Penyiksaan, Museum Pengkhianatan PKI, Dapur Umum PKI, Pos Komando PKI, Museum Paseban, ruang teater serta Sumur Maut berkedalaman 12 meter dan berdiameter 75 cm yaitu tempat dikuburnya ketujuh jenderal yang diculik PKI.

Museum lubang buaya juga memiliki ruang tiga mosaik dan juga ruang diorama. Di museum ini, Anda juga bisa melihat sebuah rumah kecil yang dikenal dengan sebutan nama rumah penyiksaan. Menurut  Winarsih,  Kepala pengelola museum lubang buaya,  rumah ini dulunya digunakan oleh pasukan G30 S PKI sebagai tempat menawan dan menyiksa para jenderal.

Winarsih berharap hadirnya museum lubang buaya bisa membuat generasi muda semakin mencintai negeri ini.

5.Museum Pulau Onrust Pulau Seribu

 Di Pulau Seribu terdapat sebuah museum bernama museum pulau onrust. Museum Pulau Onrust merupakan sebuah museum arkeologi yang menyimpan benda-benda bersejarah di jaman kependudukan Belanda di Indonesia. Museum Pulau Onrust merupakan satu-satunya rumah yang dulunya merupakan rumah dinas para dokter yang memeriksa kesehatan para jemaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Onrust sendiri memiliki makna yang sama dengan ‘Unrest’ yang berarti ‘Tidak Pernah Beristirahat’. Dulunya, pulau ini memang selalu sibuk karena merupakan pusat bongkar muat dan galangan kapal bagi kapal-kapal laut yang singgah di Sunda Kelapa. Karena ramai dan berpotensi besar, Belanda akhirnya memutuskan untuk membangun benteng di pulau Onrust sebagai benteng pertahanan mereka. Meski berkali-kali dihancurkan, Belanda tetap membangun kembali bentengnya.

Memasuki abad ke-20, pulau ini beralihfungsi sebagai sanatorium TBC serta tempat karantina haji. Pada jaman tersebut, sebelum menunaikan ibadah haji, para jemaah diharuskan dikarantina terlebih dahulu. Saat pulang dari Tanah Suci pun, jemaah haji akan dikarantina ulang. Alasannya, untuk kesehatan. Namun, hal tersebut merupakan kedok belaka dari Belanda yang khawatir jemaah yang pergi haji akan menjadi pemberontak.

Saat jaman kependudukan Jepang, Onrust menjadi penjara bagi para penjahat kelas berat. Hingga Belanda memakai kembali sebagai kamp tawanan setelah Indonesia merdeka. Dan digunakan juga untuk merawat penderita penyakit menular, juga sebagai tempat penampungan pengemis dan gelandangan.

Kini, setelah Pulau Onrust ditetapkan sebagai Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu, kita dapat mengunjungi dan akan dijumpai reruntuhan bangunan-bangunan peninggalan jaman penjajahan Belanda. Kita juga dapat mengunjungi pulau pendukung lainnya seperti Pulau Cipir dan Pulau Kelor yang letaknya tak berjauhan.

6.Museum Joang 45 Jakarta Pusat

Ketika berada di wilayah Jakarta Pusat, usahakan mampir ke museum joang 45 yang terletak di Jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat.Sebab museum yang memiliki nama lain Gedung Joang45 merupakan saksi sejarah berkumpulnya para pemuda Indonesia untuk mengatur strategi memerdekakan bangsa Indonesia.

Museum Joang ini menyimpan koleksi foto yang mendokumentasikan peristiwa bersejarah di Indonesia antara tahun 1944-1949. Di dalam museum juga disimpan patung beberapa pahlawan, koleksi lukisan, mobil yang pernah dipakai Presiden dan Wakil Presiden yang pertama, serta Mobil yang dipakai Bung Karno pada Peristiwa Pemboman di Cikini.

Anda juga bisa menyaksikan beberapa baris kursi menghadap layar yang memutar pertunjukan film tentang peristiwa bersejarah di sekitar proklamasi kemerdekaan, dan peran yang dimainkan kelompok Pemoeda Menteng 31. Salinan videonya bisa dibeli. Di sisi sebelah kiri terdapat ruangan dimana berjajar patung dada tokoh nasional berwarna kuning keemasan dan sejumlah salinan foto serta kisah perjuangan tokoh Pemoeda Menteng 31.

Sebuah diorama Museum Joang ’45 yang menggambarkan suasana di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta, atau Lapangan Gambir, letaknya kira-kira di depan PLN Gambir), saat Soekarno memberikan pidato singkat yang bersejarah pada 19 September, 1945. Peristiwa Rapat Raksasa yang dihadiri lebih dari 100.000 orang di Lapangan Ikada itu tidak lepas dari peran dan kenekatan para pemuda Menteng 31 yang tergabung dalam Komite van Actie yang memprakarsai rapat umum ini. Teks pidato Bung Karno dalam rapat di Lapangan Ikada itu juga dipajang di museum.

Ada sebuah ruangan kecil dimana disimpan dokumentasi terkait Bung Hatta berupa sebuah kursi rotan, meja kerja, dan foto-foto. Museum Joang ’45 juga memiliki perpustakaan yang berada di sebuah ruang kecil di sebelah kiri ruang utama museum. Dan beragam koleksi lainnya.

Puas berkeliling Anda bisa beristirahat sejenak sambil menikmati makanan dan minuman ringan di kantin yang terletak di samping kanan museum. Untuk tiket masuknya tergolong murah hanya Rp.2.000,-.(HS)

 

 

 

 

Related posts

One thought on “Berkunjung Ke Museum-Museum Jakarta Wisata Sambil Menambah Ilmu Pengetahuan

  1. memang kota jakarta ini penuh dengan tempat wisata yang bersejarah,,makanya banyak pengunjung datang kesana,,,
    dimana posisi tepat museum ini?
    mohon info supaya saya bisa bawa siswa siswi nanti kesana liburan

Leave a Comment