Bontang Raih ADIPURA Yang ke-10 dan Nirwasita Tantra Green Leadership

Kota Bontang adalah salah satu daerah yang meraih anugerah Adipura tahun 2018 kategori kota Sedang. Menurut Walikota Bontang  Neni Moerniaeni ini merupakan penghargaan Adipura yang ke-10 kalinya diraih Bontang.

Neni mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh petugas kebersihan dan seluruh masyarakat Bontang dalam menjaga kebersihan Kota Bontang. “ Terima kasih atas kerja keras seluruh petugas kebersihan dan seluruh masyarakat Bontang dalam menjaga kebersihan Kota Bontang,” ungkapnya.

Proses Kota Bontang mendapatkan Piala Adipura sudah dimulai awal 2018 lalu. Mulai dari Penilaian pertama (P1) hingga tahap verifikasi pada September 2018. Tahap verifikasi ini tidak semua kabupaten/kota mendapatkan kesempatan tersebut. Hanya yang memenuhi passing grade saja. “ Bontang memenuhi kriteria itu,” ujar wanita yang akrab disapa dengan Bunda Neni.

Bunda Neni juga menjelaskan, Bontang mendapatkan penghargaan karena inovasi pengelolaan sampah di Bontang.” Kita sudah menyusun formulasi bahwa sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan sisa-sisa yang tidak lagi memiliki nilai, untuk itulah sebelum dibuang harus dipilah-pilih terlebih dahulu,” Kata Bunda Neni.

Untuk memperkuat formulasi tersebut, Bunda Neni juga mengeluarkan Perwali nomor 22/2018 tentang Kebijakan Rencana Daerah Dalam Pengelolaan Sampah (Jekrasda). “ salah satu klausul yang diatur dalam aturan ini adalah keterlibatan masyarakat setempat untuk menjaga dan memelihara lingkungan bebas sampah. Jadi sebelum Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan kepada  kepala daerah untuk membuat perda mengenai lingkungan bebas sampah, kami sudah membuatnya terlebih dahulu,” Kata Bunda Neni.

Pj Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang, Agus Amir  menambahkan, penilaian Adipura 2018 sedikit berbeda,  sebab ada aturan baru yang dikeluarkan oleh KLHK. Peraturan baru yang dimaksud adalah seluruh kabupaten/kota diminta untuk membuat kebijakan dan strategi pengolahan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga daerah (Jastrada) di akhir September.

Untuk membuat Jastrada pun, semua daerah ditarget selesai bulan September, dan Bontang sudah selesai termasuk Perwali-nya. “Kami juga sudah membentuk tim untuk menyusun rencana aksi, selain Perwali Jastrada, Perwali pengurangan sampah plastik juga telah dibuat hampir bersamaan,” jelas Agus Amir.

Perwali pengurangan sampah plastik ini menurut Agus Amir terbukti efektif karena  para PNS dan Non PNS di lingkup Pemkot Bontang tidak lagi menyediakan minuman dalam bentuk kemasan botol plastik.“Setiap OPD harus menyediakan dispenser untuk air isi ulang, dan botol itu bisa digunakan para pegawai di lingkup Pemkot Bontang,” pungkasnya.

Hadirnya perwali ini, menurut Agus Amir terbukti mampu membawa Bontang meraih Adipura yang ke-10.

Program Adipura merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap tahun, untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota, partisipasi aktif masyarakat serta dunia usaha dalam mewujudkan sustainable city (kota berkelanjutan), yang menyelaraskan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunannya dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance).

Program Adipura dimulai sejak tahun 1986, namun terhenti di tahun 1998, karena situasi politik Indonesia yang tidak menentu. Akibat pemberhentian tersebut, kabupaten/kota mengalami penurunan kebersihan. Hal inilah yang membuat Pemerintah Pusat seperti dijelaskan Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia  Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc dalam sambutannya di acara anugerah Adipura dan Green Leadership 2019 yang berlangsung di Auditorium Dr.Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta pada senin (14/1) menghidupkan kembali program Adipura di tahun 2002. Hadirnya program Adipura kembali meningkatkan kebersihan di kabupaten/kota.

Di awal tahun 2019, Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  memberikan anugerah Adipura Periode 2017-2018 kepada 146 penerima penghargaan, yang terdiri dari 1 (satu) Adipura Kencana, 119 Adipura, 10 Sertifikat Adipura, dan 5 (lima) Plakat Adipura, serta Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah kepada 11 (sebelas) kabupaten/kota.

Selain Adipura, KLHK juga akan memberikan penghargaan Green Leadership bertajuk Anugerah NIRWASITA TANTRA untuk Periode 2018. Penghargaan ini akan disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla kepada 3  Gubernur, 6  Walikota, dan 6  Bupati. Anugerah NIRWASITA TANTRA diberikan kepada Kepala Daerah di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten, yang dinilai berhasil menunjukan kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja, sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan, guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Walikota Bontang menjadi salah satu kepala daerah yang meraih penghargaan tersebut. Penghargaan sendiri   diserahkan Wapres Jusuf Kalla kepada Bunda Neni. Bunda Neni mendapat penghargaan tersebut karena dianggap mampu melaksanakan pembangunan berkelanjutan untuk perbaikan kualitas lingkungan di Kota Bontang. Tidak hanya itu, Pimpinan DPRD Kota Bontang juga meraih Green Leadership kategori  DPRD.

“ Tiga penghargaan yang diraih Bontang menjadi awal yang baik bagi Kota Bontang dalam menyongsong tahun 2019,” ujar Bunda Neni.

Bunda Neni juga menyampaikan, selasa (15/1), Pemkot Bontang melakukan arak-arakan piala Adipura.(Hs)

Related posts

Leave a Comment