Bupati Bonifasius Belawan Geh: Lestarikan dan Berinovasi

Ribuan warga memadati halaman Lamin Kampung Long Pakaq Kecamatan Long Pahangai dalam rangka Festival Budaya Hudoq Pekayang yang dilaksanakan selama tiga hari dan berakhir pada Minggu (22/10) kemarin.

kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut datangnya masa tanam padi sebagai ungkapan pengharapan akan jiwa padi yang membawa keberhasilan dan yang merupakan pelestarian budaya. Pagelaran ini juga merupakan salah satu cara untuk mengangkat kembali nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya.

Pagelaran seni budaya ini dibuka oleh Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh dengan ditandai pemukulan Tuvung dan Gong. Kehadiran Bupati Bonifasius Belawan Geh dan Wakil Bupati (Wabup) Y Juan Jenau disambut tarian adat, pemasangan baju adat, dan topi lavung. Demi memeriahkan itu, Bupati dan Wabup turut menari Hudoq bersama warga dan para kontingen.

Bonifasius Belawan Geh mengatakan, agar budaya tetap digemari oleh masyarakat dan tetap dilestarikan dari masa ke masa harus terus berinovasi yang tidak mengganggu atau merusak bentuk asli dari kebudayaan Hudoq. 

”Saya ucapan terima kasih kepada masyarakat yang tetap melestarikan seni budaya tradisional Hudoq ini  sebagai ciri khas budaya kita,” kata Bupati.

Bonifasius juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara ini mulai dari awal pelaksanaan hingga selesainya acara.  “Teristimewa yang berada di wilayah Kecamatan  Long  Pahangai agar mendukung dan menjadi mitra pemerintah dalam program yang sedang berjalan saat ini dan terkait dengan tujuan dari penyelenggaraan Festival Budaya Tradisional Hudoq,“ ungkapnya.

Bupati juga menambahkan, hal ini penting, agar dapat menggali dan mempertahankan terus menerus unsur-unsur budaya yang telah hilang dan atau telah lama ditinggalkan oleh masyarakat, agar semakin spiritual.

“Menjadi pendorong sekaligus penguat bagi seluruh sanggar seni menjadi momen untuk lebih memupuk rasa persaudaraan, kekeluargaan dan gotong-royong antar warga,“ katanya.

Bupati juga berharap kepada seluruh masyarakat Mahulu agar semakin  memahami dan mencintai kebudayaannya sendiri sehingga bisa lebih dikembangkan.

” Bukan hanya sekadar berkembang dari segi estetisnya, tetapi juga lebih bernilai ekonomis,” ujar bupati.

Ditambahkan oleh bupati, unsur teater dalam upacara adat Hudoq memiliki makna yang dalam, yakni memelihara hubungan yang harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam lingkungannya.

Felilis Tekwan selaku Ketua Panitia Acara menyebutkan,  untuk tahun ini peserta Hudoq Pekayang sangat meningkat. Sekitar 870 peserta dari 13 kampung, ditambah dengan warga kampung Pakaq.

”Semoga meningkatkan kepedulian kita terhadap budaya dan menjalin silaturahmi persaudaraan dengan masyarakat Kecamatan Long Pahangai. Pada tahun lalu ada perubahan, peningkatan dari jumlah peserta, sumber dana Hudoq Pekayang dari swadaya masyarakat dan Pemkab Mahulu,” katanya. (HMS7)

 

Related posts

Leave a Comment