Daerah Perbatasan Mengalami Kemajuan Pesat

Jakarta, Gpriority-Empat tahun terakhir, daerah perbatasan mengalami perkembangan yang pesat. Namun karena pemberitaan mengenai perbatasan yang kurang, makanya masyarakat Indonesia tidak mengetahuinya. Padahal perbatasan merupakan pintu masuk menuju NKRI.

Untuk itulah dalam acara Kemendagri Media forum yang berlangsung Jum’at siang (7/9) menghadirkan pembahasan mengenai pekan bakti perbatasan.

Dalam acara tersebut, Sekretaris Plt Badan Pengelola Perbatasan Negara (BNPP) Dr.Widodo Sigit Pudjianto mengatakan, setelah Indonesia merdeka, wilayah diperbatasan kita mengalami permasalahan yang cukup banyak. Sayangnya pada waktu itu para menteri saling lempar ketika ditanya mengenai perbatasan.

Barulah di tahun 2008, Pemerintah berkomitmen membentuk badan yang bertanggung jawab mengelola perbatasan. “Yang dimaksud wilayah perbatasan ada 187 kecamatan dan itu yang menjadi konsen kita,”Kata Sigit.

Tugas BNPP seperti dijelaskan Sigit di dalam forum tersebut adalah menyusun rencana induk untuk 5 tahun. Dan yang mengerjakannya adalah sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) serra pemerintah daerah.

“Dan alhamdulillah setelah BNPP terbentuk, daerah perbatasan menjadi semakin maju dan masalah yang dihadapi berangsur-angsur menghilang,” ujar Sigit.

Sigit juga mengatakan, saat Jokowi jadi presiden tahun 2014. Di tahun berikutnya beliau menyuruh untuk membuat pos lintas batas. Tujuannya agar tidak ada orang yang keluar masuk sembarangan ke NKRI.

“Saat ini sudah ada 7 pos lintas batas yang dibangun. Kedepannya akan membangun lagi 10 pos lintas batas. Yang menarik dari pos lintas batas yang dibangun adalah adanya pasar dan fasilitas ekonomi rakyat lainnya, ” beber Sigit.

Tidak hanya membangun pos lintas batas, Pemerintah juga mengajarkan kepada masyarakat di daerah perbatasan mengenai pertanian, perkebunan dan peternakan. Pemerintah juga melakukan pendampingan agar hasil pertanian,perkebunan dan perternakan bisa menjadi lebih bagus.

Mengenai sekolah kurang bagus,BNPP mengusulkan untuk membangun. Untuk pemukiman BNPP telah melakukan kerjasama dengan PUPR.

” BNPP telah menganggarkan RP 21.950 triliun pada APBN 2018 yang diperuntukkan bagi pembangunan 10 pksn, 187 lokpri dan plbn,” ucap Sigit.

Mengenai pulau terluar, BNPP bekerjasama dengan AL membuat destinasi pariwisata. Dengan jadinya destinasi pariwisata otomatis dalam setiap harinya ditengok, sehingga tidak hilang.

Restuardi Daud selaku Deputi Bidang Pengelolaan infrastruktrur kawasan dan perbatasan di BNPP mengatakan, berbicara mengenai pengelolaan infrastruktur komitmen yang paling utama adalah melaksanakan amanat RPJMN 2015-2019.

Dijelaskan oleh Restuardi Daud, ada dua masalah yang menghambat dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia yakni isolasi dan ketertinggalan. Untuk isolasi cara mengatasinya seperti dijelaskan Restuardi Daud adalah dengan jalan membuka dan membangun aksebilitas seperti pembangunan jalan.Jalan nasional yang dibangun hingga saat ini adalah 1.067.01 Km. Jembatan sudah 3.000 yang dibangun. Untuk bandara dan dermaga pun sudah terbangun. Untuk pembangunan listrik dan telekomunikasi pun sudah semakin meningkat.

Untuk mengatasi ketertinggalan, BNPP terus meningkatkan sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian.Hasilnya pendidikan,kesehatan dan ekonomi di daerah perbatasan semakin maju.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment