Dari Kaki Gunung Slamet Hingga Sungai Serayu

Terletak dari lereng selatan Gunung Slamet hingga lembah Sungai Serayu, Banyumas memang memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam hingga wisata sejarah pun ada di daerah beriklim tropis basah ini.

Sejuk, tenang, dan menyenangkan. Itulah kesan yang menempel ketika kaki ini berpijak untuk menjelajah bumi Banyumas, Jawa Tengah. Purwokerto merupakan ibukota dari kabupaten yang terkenal dengan dialek matraman atau “Jawa Ngapak” ini. Kondisi alam yang asri serta adanya rekam jejak sejarah dan budaya khas Karasidenan Banyumas, membuat wilayah ini kaya akan destinasi wisata. Berikut lokasi wisata yang wajib anda kunjungi di wilayah yang terkenal akan tempe mendoannya ini.

Desa Wisata Ketenger

Tepat berada di lereng Gunung Slamet, Desa Ketenger memiliki suhu udara yang sangat sejuk yakni sekitar 21-27 derajat Celcius. Desa ini memiliki destinasi wisata bernuanasa alam nan asri. Walau cukup terkenal dengan wisata air terjun, di Desa Wisata Ketenger ini kita dapat menjelajah rekam jejak peninggalan masa kolonial Belanda.

Desa ini seolah memiliki jalur trekking tersendiri. Terdapat pipa saluran air PLTA yang membentang panjang di desa ini. Pipa baja tersebut merupakan peninggalan Belanda selama masa penjajajahan di wilayah Banyumas. Dari sini, kita berjalan menanjak ke arah kanan hingga bertemu gundukan bukit yang memiliki anak tangga. Dari atas sana, terlihat lintasan yang sedikit berkelok. Jalur ini merupakan jalur menuju Kolam Tando PLTA Ketenger. Di sepanjang jalan atau lintasan tersebut, mata kita akan dimanjakan dengan perbukitan, persawahan, dan Gunung Slamet.

Jalur treking ini sebenarnya merupakan jalur bagi para warga yang ingin berdagang di daerah sekitar Pancuran Pitu, Baturraden.Jika ingin melanjutkan perjalanan trekking ke arah Pancuran Tujuh, kita masih harus melewati hutan lindung Gunung Slamet dengan tetap berjalan menanjak dan mengikuti arah saluran air.

Pancuran Tujuh (Pancuran Pitu)

Jika hendak mengunjungi salah satu destinasi wisata legendaris di Baturraden ini, kita dapat melalui 3 jalur, yakni melalui Desa Wisata Ketenger, Lokawisata Baturraden, atau melalui Kebun Raya Baturraden.Jika melalui Desa Ketenger, pemandangan pertama yang akan dilihat adalah tebing belerang yang dimana terdapat aliran air panas yang mengalir ke bawah secara alami.

Tempat ini dinamakan Pancuran Tujuh atau Pancuran Pitu karena adanya 7 pancuran sumber air panas yang mengalir langsung dari Gunung Slamet. Sumber air panas tersebut mengandung unsur belerang dengan suhu sekitar 70 derajat celcius. Warga sekitar menggunakan endapan air panas tersebut untuk dijadikan serbuk belerang.Biasanya, serbuk tersebut kemudian dijual kepada para pelancong. Bahkan, anda juga dapat melepas lelah dengan mencoba pijat dan lulur belerang yang banyak sekali ditawarkan oleh warga sekitar.

Curug Jenggala

Pada awalnya, curug ini bernama Curug Tempuan. Masyarakat menganggap bahwa Curug Jenggala merupakan hasil pertemuan dari beberapa sungai. Masih terletak di Dusun Kalipagu, lokasi ini masih berada dalam lahan milik Perhutani KPH Banyumas Timur.

Setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp5.000 per orang. Untuk mencapai ke sini, pengunjung harus menitipkan kendaraan di beberapa rumah warga sebagai lahan parkir. Dari sana, pengunjung masih harus berjalan menanjak melewati jalur menuju Curug Jenggala dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Jalur menuju ke lokasi ini memang masih berbentuk tanah liat dan licin. Untuk itu, pengunjung diminta untuk berhati-hati saat akan menuju curug ini.

Lelah saat menanjak menuju Curug Jenggala akan terbayar dengan kesejukan air terjun dan pemandangan asri. Salah satu spot yang cukup terkenal di curug ini adalah adanya deck kayu berbentuk hati yang berada tepat di depan air terjun tersebut. Biasanya banyak warga atau pengunjung yang rami berswafoto dan mengabadikan momen di spot tersebut.

Lokawisata Baturraden

Banyak yang mengatakan bahwa belum lengkap jika berkunjung ke Purwokerto, namun belum sempat berwisata ke Lokawisata Baturraden. Hanya berjarak kurang lebih 15 km dari pusat kota Purwokerto dan hanya memakan waktu sekitar 15 menit perjalanan, Lokawisata Baturraden dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum.

Dengan hanya merogoh kocek Rp14.000, kita sudah dapat menikmati sejumlah wahana di Lokawisata Baturraden. Terletang di lereng selatan  Gunung Slamet,  wilayah ini tentunya memiliki udara yang sangat sejuk dan dingin. Lokawisata Baturraden merupakan destinasi wisata favorit masyarakat lokal maupun luar. Di tempat ini, terdapat sejumlah  wahana seperti kolam renang, sepeda air, air mancur yang menjulang tinggi, air terjun, dan bioskop yang berada di dalam pesawat terbang. Bagi pecinta kuliner, pelancong juga akan dimanjakan dengan lembutnya sate kelinci, sate kerang, dan mendoan krispi hangat.

Bukit Tranggulasih

Terletak di Desa Windujaya, Kedungbanteng, Bukit Tranggulasih menjadi destinasi yang tepat untuk para pelancong yang ingin merasakan sensasi kemah di kaki Gunung Slamet. Bukit ini dapat ditempuh dengan dua jalur, yaitu melalui gerbang masuk Curug Gomblang atau melalui kawasan wisata Curug Gede Baturraden.

Dari bukit ini, para pelancong dapat melihat pemandangan Kota Purwokerto, Purbalingga, hingga Pemalang dari ketinggian. Dari lokasi parkir, pelancong hanya membutuhkan jarak 200 m untuk menjanjak ke atas bukit. Terdapat 4 Bukit utama di kawasan ini, yaitu Bukit Datar, Bukit Cinta Suramenggala, Bukit Tinggi, dan Bukit Tranggulasih. Cukup dengan membayar 3.000 rupiah saja, kita dapat berkemah sambil menikmati matahari terbit berselimut kabut di bukit ini.

The Village

The Village merupakan destinasi wisata terbaru di kawasan Baturraden. Terdapat wahana edukasi yang menjadi pioneer dalam memadukan seni, edukasi, dan rekreasi. Di atas lahan seluas 2,8 hektare tersebut terdapat pula mini zoo, video mapping, dan danau buatan.

Dengan konsep bangunan dan taman ala Eropa, tak jarang, banyak pengunjung yang mengabadikan momen untuk berswafoto di tempat ini. Untuk dapat menikmati wisata di The Village, wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp10.000 untuk hari kerja dan Rp18.000 di akhir pekan. Sedangkan untuk malam hari, pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp5000 untuk sekadar jalan-jalan dan menikmati kopi dari para barista yang ada di The Village.

Alun-alun Purwokerto

Alun-alun merupakan ikon dari sebuah kota. Purwokerto, sebagai ibukota Kabupaten Banyumas, juga memiliki alun-alun yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lolal maupun di luar daerah. Tempat ini biasanya digunakan sebagai tempat olah raga dan berkumpul oleh sejumlah keluarga. Biasanya, alun-alun ini ramai pada akhir pekan, terutama malam hari.

Terdapat air mancur warna-warni, aneka kuliner khas purwokerto, pertunjukan musik, dan becak warna-warni yang dapat disewa untuk mengelilingi alun-alun. Tidak ada tarif khusus untuk berkunjung ke sini alias bebas biaya.

Museum Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman Purwokerto

Panglima Besar Jenderal Soedirman merupakan pahlawan yang berasal dari Banyumas. Untuk itu, Soedirman hampir selalu menjadi ikon di setiap wilayah yang ada di Banyumas. Tak hanya itu, untuk menghargai dan mengenang jasa-jasa Soedirman, pemerintah Banyumas mendirikan sebuha wahana edukasi bernama Museum Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman Purwokerto atau biasa dikenal dengan nama Museum Soedirman.

Di museum ini, pengunjung dapat belajar akan sejarah dengan melihat diorama perjalanan dan perjuangan Soedirman sebagai Panglima Besar TNI. Terdapat pula perlaatan dan senjata yang digunakan Soedirman saat berperang dan tandu yang menjadi legenda saat beliau harus berjuang melawan sakit saat perang gerilya. Museum ini buka setiap harinya dari pukul 8 pagi hingga 4 sore dan dikenakan tarif sebesar Rp3.000 per orang.

Watu Meja

Sudah cukup puas menikmati sejuknya Gunung Slamet dan asyiknya taman serta museum di Purwokerto, tak lengkap jika tidak melipir ke wilayah Sungai Serayu. Tepatnya di wilayah Kebasen, Banyumas, terdapat sebuah destinasi bernama Watu Meja.

Watu Meja berada di atas perbukitan di sepanjang jalan pintas Patikraja-Sampang. Untuk bisa sampai Watu Meja, pengunjung harus berjalan kaki dan menanjak dari gerbang utara (Tumiyang). Sepanjang perjalanan menuju ke Watu Meja, pengunjung akan disuguhkan pemandangan hutan pinus yang masih asri. Dari atas Watu Meja, pengunjung dapat menikmati pemandangan Sunga Serayu yang membentang indah di wilayah Banyumas. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmat pemandangan yang sangat fantastis dengan udara segar dan menyejukkan.

Related posts

Leave a Comment