Doodle Mengantarkan Hana Madness Menjadi Seniman Ternama

Bagi para pecinta seni, pasti sudah mengenal sosok seniman wanita muda yang satu ini. Ya, dialah Hana Madness seorang seniman doodle yang karya-karyanya dikenal di seluruh dunia.

Seperti yang diceritakannya kepada penulis pada rabu sore (10/1) di Kalibata City Square, Hana Madness mulai menekuni dunia seni gambar sejak duduk di bangku SMP. Hana sendiri mengaku darah seni yang mengalir pada dirinya bukan berasal dari kedua orang tua serta keluarganya. Menurut Hana, darah seni yang didapatkan diperoleh karena penyakit yang dideritanya.

Dijelaskan oleh Hana, sejak kecil dirinya mengidap penyakit bipolar (kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis). Karena penyakit itulah dirinya mengaku selalu ingin menyakiti diri.

“ Penyakit itulah yang mengantarkan aku menjadi seorang seniman. Karena di saat aku mulai mengalami depresi, aku langsung menuangkannya ke dalam bentuk gambar di selembar kertas,” ucap Hana.

Menyadari dirinya berbakat dalam melukis, Hana pun terus menekuninya. Selama menekuni dunia lukis, Hana mencoba untuk mencari karakteristiknya agar lebih mudah dikenali pecinta seni. Setelah melakukan pencarian sekian lama, Hana pun memilih doodle art. Menurut Hana, doodle art sesuai dengan karakteristiknya yang hobi berfantasi, mendesain karakter serta imaginatif.

Doodle Art sendiri sempat menjadi cibiran teman-teman SMA-nya, bahkan ada di antara mereka yang mengatakan bahwa hasil karyanya seperti anak kecil dan tidak memiliki kualitas seni. Namun hal tersebut tidak menghalangi langkah  Hana untuk tetap memilih doodle art sebagai ciri khas karya seninya. Ia yakin doodle art bisa melambungkan namanya sekaligus menghasilkan uang.

Keteguhan hati Hana memilih doodle art terbilang tepat, pasalnya ada seorang temannya yang berasal dari lingkungan komunitas seni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tertarik dengan karya doodlenya mengajak pameran.

Hana yang pada saat itu masih duduk di bangku SMA langsung mengiyakan, sebab pameran ini bisa menjadi jalan pembuka bagi doodle artnya untuk dikenal semua orang.

Apa yang diucapkan Hana memang terbukti, usai pameran tersebut, banyak sekali kurator lukisan yang mengajaknya untuk pameran bersama dan juga tunggal. Kesempatan ini tentu saja disambut baik oleh Hana dengan mengiyakan ajakan kurator tersebut.

Pilihan Hana terbilang tepat, pasalnya pameran-pameran yang digelar di seluruh Indonesia semakin membuat karya doodlenya semakin dikenal luas baik oleh pecinta seni dalam maupun luar negeri. (HS.Foto:HS.dok.Hana)

 

Related posts

Leave a Comment