DPRD Kaltara Belajar Sistem Pengelolaan Keuangan Berbasis Akrual

Hari kedua pelaksanaan bimtek anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), ,  di hotel  New Saphir Jogjakarta diikuti mereka dengan penuh semangat. Maklum materi yang disampaikan oleh narasumber dari Bappenas dan  Kementrian Keuangan Republik Indonesia tersebut sangat lah penting, yaitu analisis urusan pemerintahan dan pengelolaan anggaran daerah berbasis akrual sehubungan dengan fungsi dan kewenangan DPRD.

    Menurut Kosmas Kajan, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara mengutif apa yang disampaikan oleh narasumber menyebutkan, bahwa basis Akrual adalah “penyandingan pendapatan dan biaya pada periode di saat terjadinya”, bukan pencatatan pada saat pendapatan tersebut diterima ataupun biaya tersebut dibayarkan (Cash Basis).

    “Ada dua metode pencatatan akuntansi, berbasis kas dan berbasis akrual. Akuntansi berbasis kas berarti hanya mencatat transaksi pada saat terjadinya transaksi kas, “ kata Kosmas.

    Selain itu, skuntansi berbasis akrual selain mencatat transaksi pengeluaran dan penerimaan kas, juga mencatat jumlah hutang dan piutang organisasi. Oleh karena itu, akuntansi berbasis akrual memberikan gambaran yang lebih akurat atas kondisi keuangan organisasi daripada akuntansi berbasis kas. Namun, jelas bahwa catatan menggunakan basis akrual lebih kompleks daripada basis kas.

    Lebih jauh lagi, basis akrual mendukung penggunaan anggaran sebagai teknik pengendalian. Karena pada basis kas, pembayaran hanya direkam jika hal itu telah dilakukan, sementara pembayaran kewajiban dapat dilakukan dengan jarak waktu tertentu setelah timbulnya kewajiban itu sendiri. Untuk alasan penganggaran, organisasi dapat lebih baik menggunakan akuntansi berbasis akrual.

    “Semoga saja dengan pemahaman yang sudah diserap oleh kami nantinya bisa menjadi acuan dalam melakukan pengawasan dan fungsi aggaran di Provinsi Kalimantan Utara, “ kata Kosmas Kajan, Anggota DPRD. (Humas)

Related posts

Leave a Comment