Eratkan Silaturahmi Antar Keraton Nusantara

Untuk terus menjaga serta melestarikan pusat kebudayaan adat keraton di Asia Tenggara khususnya Indonesia, Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN)  menyelenggarakan Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara (FKMA).

FSKN sendiri telah terdaftar di Kemenkumham sebagai badan hukum sesuai dengan Undang-Undang yang terbaru saat ini, dan kiprahnya di tahun 2016-2017 bersama Kemendagri FSKN telah melahirkan permendagri no 39 tahun 2017 disana terdapat nomenklatur tentang keraton dimana pemerintah memfasilitasi untuk keraton-keraton dan lembaga adat dan budaya yang ada di Indonesia, festival ini pertama kali diadakan pada tahun 2008 di Denpasar dan di tahun 2018 Sumenep menjadi tuan rumah pagelaran FKMA yang kelima pada 27-31 Oktober 2018.

Pangeran Raja Arief Adipati Natadiningrat, Sultan Sepuh Cirebon yang juga sebagai Ketua FSKN mengatakan “sebelum acara inti FSKN akan menggelar roadshow kelima daerah kesultanan yaitu ke Ternate, Surakarta, Deli, Denpasar dan mempawah yang ditutup dengan acara puncak di Sumenep”.

Dalam FKMA ini nantinya juga akan diadakan musyawarah madya, pagelaran seni seluruh keraton nusantara, kemudian kirab budaya keraton, pameran benda-benda pusaka serta kerajinan-kerajinan keraton dan didukung acara lainnya seperti seminar-seminar dan diskusi.

Pemerintah daerah Kabupaten Sumenep juga mendukung penuh acara Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara, ini terbukti dengan adanya Perda Kabupaten Sumenep No.6 tahun 2014 tentang Pelestarian Cagar Budaya, Bupati Sumenep A. Busyro Karim dalam sambutannya di acara launching FKM di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta (20/2) mengatakan “Keraton di Sumenep dengan ciri khas arsitektur China, Arab dan Jawa masih dijaga keasliannya oleh pemerintah setempat sehingga bangunan, mebel dan kulinernya juga masih utuh dan lestari”. (Syifa.Foto:Sofie)

Related posts

Leave a Comment