Festival Wondama: TEMUKAN SURGA BARU DI TANAH PAPUA!

Tidak hanya Raja Ampat, ternyata Teluk Wondama pun menawarkan surga-surga wisata alam dan laut yang kaya. Bahkan keberadaan situs sejarah “Batu Peradaban Papua” yang sangat bernilai religi pun menjadi daya tarik tersendiri.

Hari itu, Senin (4/12), masyarakat dari berbagai antusias mendatangi area pelabuhan Kuri Pasai, Wasior, Teluk Wondama. Sebuah perhelatan tengah berlangsung. Yakni sebuah Festival (Budaya) Wondama untuk yang pertama kalinya digelar. Antusias masyarakat  juga terlihat dari partisipasi mereka ikut serta dalam karnaval menghadirkan komunitas-komunitas seni dan budaya yang ada di Teluk Wondama, baik masyarakat lokal maupun masyarakat pendatang.

Komunitas masyarakat yang ikut serta dalam pawai budaya seperti komunitas PAPAS WONDAMA (Paguyuban Pasundan Teluk Wondama), Suku Batak, Jawa, Suku Buton, Komunitas Seni Suling Tambur, dan berbagai komunitas tari lainnya yang bernuansa khas Papua, serta komunitas dari distrik-distrik lainnya tampil dengan kreasi seni dan budayanya yang khas.

 Festival Wondama tersebut mengambil tema: Membangun Teluk Wondama Tanah Peradaban Orang Papua Melalui Pariwisata Yang Berbudaya. Dengan Sub Tema: Melalui Semangat kebersamaan Festival Wondama, Kita Bangun Wondama Sebagai Pusat Bahari di Tanah Papua. Yang Beradab dan Berwawasan Lingkungan Menuju wondama yang elok, maju, aman, sejahtera (emas) Berdasarkan Kejujuran dan Kasih.

Kegiatan Festival berlangsung dari hari Senin tanggal 4 sampai hari Rabu Tanggal 6 Desember 2017.

Kegiatan Festival tersebut diisi oleh berbagai rangkaian acara seperti atraksi perahu adat, melukis badan (body painting) dan parade tarian tradisional. Ada juga lomba cipta menu kuliner tradisional serta pameran foto hunting dengan tema pesona Wondama. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari seluruh distrik yang ada juga dari komunitas seni.

Sejumlah tarian etnik, berbagai karya seni, hingga lomba cipta menu kuliner khas daerah memeriahkan Festival Budaya Wondama yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

“Dengan festival seni budaya ini kita tunjukkan tidak hanya Raja Ampat yang dikenal di tingkat dunia. Kita punya Teluk Wondama, Kaimana, Manokwari, Pegunungan Arfak. Hampir semua kabupaten punya potensi yang luar biasa,” kata Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, saat membuka acara.

Kegiatan ini melibatkan peserta dari 13 distrik di Kabupaten Teluk Wondama juga dari komunitas seni serta lembaga swadaya masyarakat atau LSM.

Festival Wondama, kata Dominggus, merupakan terobosan positif dalam menjaga nilai-nilai seni budaya serta warisan leluhur. Disisi lain, kegiatan ini efektif untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata.

Dominggus berharap festival menjadi agenda tetap yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

“Ini aset budaya yang nanti memperkaya aset nasional. Memang harus kita mulai sehingga bisa diekspos dan semua orang bisa tahu bahwa Papua atau Papua Barat tidak hanya Raja Ampat, tapi ada juga Wondama,” ungkap Dominggus.

Bupati Teluk Wondama, Bernadus A Imburi, mengakui keindahan alam baik di darat, pesisir, laut hingga bawah laut yang di Teluk Wondama belum dikelola secara optimal sebagai objek wisata.

“Festival Wondama diharapkan menjadi salah satu jalan keluar untuk mengangkat dan memperkenalkan pesona Wondama ke seluruh pelosok tanah air bahkan dunia. Melalui festival ini kami ingin perkenalkan Teluk Wondama sebagai pusat destinasi wisata bahari,” sebut Imburi.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC), Benny G Saroy, menuturkan Teluk Wondama masuk dalam kawasan taman nasional. Daerah ini memiliki potensi pariwisata luar biasa.

Selain bahari, Teluk Wondama memiliki potensi lain seperti situs religi dan budaya yang cukup menarik.

“Di sini pun ada tempat pemantauan burung cenderawasih. Di beberapa lokasi sudah terbentuk menjadi desa wisata, di antaranya Kampung Aisandami,” katanya.

Benny berharap perhatian pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, lebih serius. Saat ini BBTNTC bersama Word Wide Fun (WWF) sedang mengembangkan konsep pariwisata berbasis masyarakat di kawasan ini.

“Seluruh distrik di Teluk Wondama memiliki potensi wisata. Festival kemarin belum banyak yang dimunculkan. Kami punya data lengkap hingga gambar dan videonya, ini bisa memperkaya kegiatan festival,” kata dia.

Dia berharap festival tahun depan terintegrasi dengan festival serupa di daerah lain baik Papua maupun Papua Barat. Dengan demikian, kegiatan ini tak hanya dihadiri oleh warga Wondama, melainkan pengunjung dari daerah lain baik dalam maupun luar negeri.

“Di wilayah Papua dan Papua Barat, setiap tahun ada beberapa festifal. Antara lain, Festival Raja Ampat, Festival Danau Sentani dan Festival Asmat,” ujarnya lagi.

Seyogyanya, kata Ben, jadwal Festival Wondama berdekatan dengan seluruh festival tersebut. Dengan demikian, BBTNTC bisa membantu menarik pengunjung dari luar daerah dan luar melalui penyediaan paket pariwisata##

 

Related posts

One thought on “Festival Wondama: TEMUKAN SURGA BARU DI TANAH PAPUA!

  1. tempat wisata ini baru ada mungkin ya di papua,,makanya anak2 nya pada antusias lihat wisata baru,,siapa saja yang datang pada peresmian wisata baru ini?

Leave a Comment