Green Bond Salah Satu Solusi Mengatasi Masalah Kelistrikan

Jakarta-Gpriority-Kementerian PPN/Bappenas bekerjasama dengan PLN dan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia pada hari selasa (22/5) menggelar FGD dengan tema ‘Financing For Rural Electrification and Waste To Energi Trough Green Climate Fund and Green Bond Facility’ di Ruangan Benny S Mulyana Kementerian PPN/Bappenas.

Acara sendiri dibuka oleh Founder and Chief Advisor Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia Eddie Widiono. Dalam sambutannya Eddie mengatakan, suatu terobosan diperlukan untuk penggunaan Green Bond dalam negara kita. Untuk itulah dirinya berharap FGD ini mampu membawa kita ke arah lebih baik mengenai pendanaan dalam pembangunan infrastruktur dalam hal ini kelistrikan yang semakin tertinggal jauh dibandingkan negara lain.

Dalam kesempatan tersebut, Eddie juga menjelaskan bahwa Grend Bond yang dimaksud di atas adalah obligasi dengan penggunaan dana hasil penerbitan untuk membiayai atau pun membiayai kembali proyek berwawasan lingkungan.

Yudhi Ismail selaku Presiden Director PT Eba Indonesia, ada beberapa Proyek yang masuk kategori green dan bisa dilihat di website PT.Eba Indonesia. Yudhi juga menjelaskan untuk saat ini perusahaannya sedang meneliti mana proyek yang bisa dibiayai oleh kami melalui Green Bond. ” Dan jika proyek tersebut dibiayai oleh kami melalui Green Bond, maka haruslah terus berjalan karena ada bunga yang harus dibayar per 3 bulan,” ucapnya.

Parjiono selaku perwakilan dari badan kebijakan fiskal mengatakan dengan keterbatasan budget yang dimiliki maka kita harus melibatkan swasta untuk pembangunan infrastruktur. ” Dengan keterlibatan swasta, pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan,” ucap Parjiono.

Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan bahwa dirinya berharap dengan adanya seminar ini, kita semua bisa menuangkan gagasan untuk kelistrikan di negara kita.

Bambang juga menjelaskan bahwa Kita perlu listrik untuk seterusnya.”Kalau indonesia ingin menjadi negara maju harus memiliki energi listrik.lebih besar dibanding saat ini. Kita juga akan mencoba untuk membandingkan benefit yang didapat dengan menggunakan bio energy.untuk itulah kita berkumpul untuk membahas bio energy. Arah dari transportasi menuju listrik.artinya listrik menjadi komoditas sentral. Saya masih melihat bahwa batubara ada umurnya meskipun murah.yang harus ditekankan mengenai komitmen global bahwa secara lingkungan indonesia penting karena memiliki hutan tropis.saya ingin mencoba bio energy sebagai perbandingan dari batubara,” ucap Bambang.

Bambang juga mengatakan bahwa untuk daerah terpencil bisa menggunakan Renewable Energybisa digunakan di daerah terpencil. karena harganya murah dan terjangkau.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment