Gudang Garam Art Award 2018

Sebagai bentuk komitmen dalam memajukan dunia seni rupa Indonesia, Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) bekerjasama dengan Gudang Garam Tbk kembali menyelenggarakan Indonesia Art Award.

Ajang yang diselenggarakan sejak tahun 2015 dimaksudkan untuk mencari seniman potensial,kreatif dan inovatif.

Untuk tahun ini ada yang berbeda dalam penyelenggaraanya yakni menitikberatkan pada karya pop art khususnya seni komi melalui tema dunia komik. Pemilihan komik sebagai tema dengan pertimbangan komik merupakan bahasa komunikasi visual yang universal dan saat ini dunia internasional sudah mulai memberi ruang apresiasi terhadap komik.

YSRI sendiri seperti dituturkan sang ketua, Titiek Soeharto pada konferensi pers yang berlangsung senin sore (2/4) di Galeri Nasional,Jakarta Pusat sempat merasa khawatir akan jumlah pesertanya, namun setelah lomba diumumkan ada 350 peserta yang mengikutinya.

Melalui seleksi tahap awal terpilih 129 karya, 90 diantaranya adalah kategori umum dan 39 merupakan peserta kategori undangan. Setelah diseleksi kembali terpilih 3 pemenang yang diumumkan sesuai acara konferensi pers. Para pemenang tersebut adalah Evelyn Ghozali (Juara 1), Prabu Perdana (Juara 2) dan Patra Aditya (Juara 3). Tak hanya 3 pemenang saja, tim dewan juri memberikan penghargaan kepada 13 seniman dan komikus dengan kategori spesial mention. Karya ke-13 peserta mampu mengunggah tim juri dan dipuji.

Mereka adalah Bonni Rambatan, Fajar Nursyamsujati, Radhinal Indra, Prihatmoko Catur, Muhammad Misrad, Hafid Alibasyah, Putri Larasati, Abdulrahman Saleh, Kan Kelana, Mohammad Iqbal, Loyong Budi Harjo, Sunni Tresnadewi, dan Sandy Yudha.

Karya para seniman dan komikus yang berhasil lolos di tahap penjurian Indonesia Art Award 2018 bisa dikunjungi di Galeri Nasional Indonesia mulai 2 hingga 18 April 2018.(hs.foto.hs)

Related posts

Leave a Comment