Hadapi Review GSP, Mendag Galang Dukungan Importir AS

Washington DC,GPriority– Sebagai upaya mengamankan akses pasar produk Indonesia di Amerika Serikat (AS), Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menggalang dukungan para importir produk Indonesia di AS.

Langkah ini dilakukan untuk menghadapi kenaikan tarif impor besi baja dan aluminium, serta peninjauan ulang (review) Indonesia sebagai penerima program Generalized System of Preferences (GSP) Pemerintah AS.

 “Kenaikan bea masuk produk besi baja dan aluminium tidak hanya akan merugikan Indonesia sebagai eksportir, tetapi juga pelaku usaha AS. Karena biaya produksi mereka akan meningkat,” jelas Mendag Enggar.

Para importir baja AS yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, kenaikan bea masuk dapat membuat produk baja impor tidak kompetitif serta menahan laju pertumbuhan industri. Mereka mengakui produk Indonesia berkualitas baik dan produk tersebut memang tidak diproduksi oleh AS. Sehingga, hal tersebut semestinya tidak menjadi ancaman bagi industri baja AS.

Mendag Enggar juga menilai, produk baja dan aluminium dari Indonesia tidak serta merta menjadi kompetitor yang secara langsung mengancam industri dalam negeri AS. “Produk AS dan produk Indonesia dapat berperan secara komplementer di pasar AS. Hal ini sudah terlihat dari peran baja dan aluminium Indonesia yang telah menjadi bagian dalam sistem manajemen pasokan di AS,” imbuh Mendag Enggar.

Ekspor produk besi baja Indonesia ke AS pada tahun 2017 tercatat sebesar USD 112,7 juta atau hanya 0,3% pangsa pasar AS. Nilai ini disebabkan oleh penerapan bea masuk antidumping dan  countervailing duty yang telah berlangsung cukup lama. Sementara ekspor aluminium tahun 2017 ke AS tercatat USD 212 juta. Bagi Indonesia nilai ekspor tersebut berkontribusi besar terhadap ekspor alumunium Indonesia ke dunia. (Hs)

Related posts

Leave a Comment