Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Jakarta,Gpriority-Komnas Pengendalian Tembakau bersama 18 organisasi kemasyarakatan seperti CISDI,FAKTA,GM FCTC,IAKMI,IISD,IPM,ITBADD,JP3T,PEBS UI, Puan Muda,RMI,SFA,SFJ,NOTC,PKJS UI,TCSC IAKM,YLA,YLKII akan memperingati hari tanpa tembakau sedunia 2019 yang jatuh pada  31 Mei 2019.

Sebelum memperingati, Komnas Pengendalian Tembakau bersama 18 organisasi kemasyarakatan menggelar konferensi pers di Restoran Bebek Bengil, Menteng, Jakarta pada Rabu (15/5).

Dalam konferensi tersebut Komnas Pengendalian Tembakau bersama 18 organisasi kemasyarakatan mendesak keras kepada Pemerintah Indonesia untuk menghentikan ekploitasi industri rokok. Hal ini bisa terlihat dari perokok anak yang terus meningkat pesat.

Berdasarkan data yang dirilis Tobacco Atlat pada 2018 lalu, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok anak terbesar di dunia, tercatat 7,8 juta anak di Indonesia adalah perokok. Menurut Komisi pengendalian Tembakau, harga rokok yang murah dan terjangkau, penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok yang lemah, tidak ada larangan iklan dan sponsor rokok, informasi yang minim tentang bahaya rokok dan lain sebagainya yang menjadi penyebabnya.

Fakta itulah yang membuat Komnas Pengendalian Tembakau bersama 18 organisasi kemasyarakatan meminta kepada pemerintah yang terpilih periode 2019-2024 untuk mendorong kenaikan cukai setinggi-tingginya, merevisi UU no.39 tahun 2007 tentang cukai, mendorong penerapan kawasan tanpa rokok di setiap provinsi,kota dan kabupaten, larangan total iklan rokok, memperketat pengawasan dan aktivita s penjualan produk tembakau, memperkuat aturan peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan mendorong pemerintah untuk segera melakukan aksesi FCTC sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia akan upaya pengendalian tembakau di tingkat global.

Komnas Pengendalian Tembakau bersama 18 organisasi kemasyarakatan  yakin jika pemerintah Indonesia terpilih periode 2019-2024 bisa mengentaskan permasalahan rokok ini.(Hs)

 

Related posts

Leave a Comment