Hujan Rekor MURI di Festival Budaya Irau Malinau 2018

Festival Budaya Irau Malinau (FBIM) adalah pesta seni dan budaya yang diadakan setahun sekali untuk menyambut hari ulang tahun Kabupaten Malinau yang jatuh pada bulan Oktober.

Tahun ini FBIM yang digelar mulai 15 hingga 28 Oktober 2018 di Arena Pelangi Intimung memasuki usia yang ke-9. Dengan usia yang terbilang muda, FBIM mampu menarik wisatawan untuk hadir pada acara pembukaan yang jatuh pada 15 Oktober 2018. Tercatat 10.000 wisatawan hadir  di Arena Pelangi Intimung.

Tidak hanya pembukaan, di hari-hari lainnya pun Arena Pelangi Intimung tetap dipadati oleh wisatawan dan juga pengunjung. Ini dikarenakan dalam setiap harinya digelar pertunjukan-pertunjukan musik dan budaya adat dari seluruh daerah. Adapun pertunjukkan budaya yang digelar adalah Budaya Jawa, Maluku, Sunda, Kalimantan, Maluku, Bugis, Budaya 11 Suku dayak dan lain sebagainya. Untuk musiknya, pihak penyelenggara menghadirkan  sederet artis-artis ternama seperti Via Valen, Tipe X, Denada dan artis musik lainnya.

Tidak kalah dengan pengunjung, ratusan UMKM pun turut memeriahkan FBIM 2018. Hadirnya UMKM tersebut menambah semarak FBIM. Tenun dan batik khas Malinau baik yang dihasilkan Suku Dayak maupun ibu-ibu PKK dari beberapa kecamatan di Malinau yang dipamerkan di stand memberi warna tersendiri di FBIM 2018.

Yang membuat FBIM 2018 menjadi tambah menarik adalah pemecahan rekor MURI. “ Bukan hanya satu, tetapi 11 rekor MURI rekor yang dipecahkan oleh pemerintah daerah dan lembaga adat yang ada di Kabupaten Malinau.,” ucap Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si 

 Dijelaskan oleh Jansen, Pada pembukaan IRAU, Pemerintah Kabupaten Malinau meraih 2 rekor MURI untuk kategori pawai budaya dengan peserta terbanyak menggunakan pakaian Bhineka Tunggal Ika dan kategori desa wisata dengan rumah terbanyak berhias motif etnik. Hari kedua DPC Persekutuan Dayak Lundayeh Kabupaten Malinau meraih 3 rekor MURI yaitu lobang lesung terbanyak, alu terbanyak dan tungku terpanjang.

Hari ketiga Lembaga Adat Besar Tidung Kabupaten Malinau mencatatkan rekor membuat kalatung (kentongan kayu) terbanyak dan bepupur dengan peserta terbanyak. Hari keempat Lembaga Adat Dayak Kayan Kabupaten Malinau dengan rekor perisai terpanjang berhasil dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia Dunia. Hari kelima giliran Lembaga Adat Dayak Kenyah Kabupaten Malinau melalui pagelaran musik kolosal berhasil meraih rekor MURI untuk kategori pagelaran musik sampe terbanyak.

Hari kesebelas, Persatuan Masyarakat Dayak Sa’ban Kabupaten Malinau berhasil meraih rekor Ani Ka’bo (kalung dan buah kalung) terbesar.

Terakhir pada hari kedua belas, Lembaga Adat Dayak Tahol Kabupaten Malinau menutup raihan Rekor MURI untuk gelaran IRAU ke-9 dengan memperoleh rekor bubu terpanjang.

Yusuf Ngadri, Dewan MURI yang hadir dalam setiap pemecahan rekor MURI pada IRAU ini mengatkan bahwa, perolehan MURI sebanyak 11 rekor merupakan sebuah maha karya budaya dari seorang Bupati Malinau yang tak ternilai harganya. (Hs.Foto:Hs)

 

 

Related posts

Leave a Comment