IE-CEPA Untuk Meningkatkan Akses Perdagangan dan Investasi

Jakarta,Gpriority-Bertempat di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta Pusat,pada Minggu (16/12) Indonesia dan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA) yakni Swiss, Liechtenstein, Islandia dan Norwegia menandatangani Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

Naskah perjanjian IE-CEPA ditandatangi oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Federal Councillor and Head of The Federal Department of Economic Affairs, Education and Research Swiss, Johann Schneider Ammann, Minister of Foreign Affairs, Justice and Culture Liechtenstein, Aurelia Frick, State Secretary/Deputy Trade Minister, Kingdom of Norway, Daniel Bjarmann Simonsen dan Icelandic Ambassador and Chief of Protocol, Hannes Heimisson.

Dikatakan oleh Mendag Enggar, setelah melewati 8 tahun perundingan, Indonesia dan EFTA akhirnya menandatangani perjanjian IE-CEPA.Perjanjian IE-CEPA akan memberikan keuntungan bagi kedua pihak baik untuk meningkatkan akses perdagangan dan investasi.

Perundingan IE-CEPA secara substantif selesai pada pertemuan di Bali pada 29 Oktober-1 November dan dideklarasikan final oleh para Menteri pada 23 November di Jenewa, Swiss.

“Isu-isu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, pembangunan berkelanjutan, ketentuan asal dan bea cukai, persaingan usaha, dan pengembangan kapasitas merupakan isi dari perjanjian IE-CEPA,” ujar Mendag Enggar.

Enggar juga mengatakan perjanjian IE-CEPA merupakan stepping stone untuk menuju Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan rampung tahun depan. “Negara EFTA bukan negara EU dan diharapkan perjanjian IE-CEPA memberikan sinyal positif,” ujar Enggar.

Dijelaskan Enggar, dampak positif IE-CEPA pada perdagangan barang yaitu Indonesia akan memperoleh akses pasar ke EFTA antara lain untuk produk perikanan, industri tekstil, furnitur, sepeda, elektronik dan ban mobil, produk pertanian seperti kopi dan kelapa sawit.

IE-CEPA juga memperluas akses tenaga kerja, Indonesia-EFTA juga menyepakati kerjasama dan pengembangan kapasitas di bidang promosi ekspor, pariwisata, UMKM, kakao dan kelapa sawit.

Di sisi lain, EFTA akan memperoleh peningkatan akses pasar ke Indonesia untuk produk emas, obat obatan, tekstil, kimia, jam, mesin, dan parfum.(Hs)

Related posts

Leave a Comment