Indonesia Gelar 24 Hours Coffee & Tea Bar di LA

Los Angeles,Gpriority-Guna mempromosikan kopi dan teh Indonesia di Amerika Serikat (AS), Indonesian trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles (LA) bekerjasama dengan konsulat Jenderal RI di LA menggelar kegiatan 24 hours free Indonesian Coffee & Tea Bar di LA.

“Momentum ini menjadi kesempatan pemasaran secara tidak langsung kepada publik AS. Selain itu, kita bisa memperkenalkan keunikan kopi dan teh Indonesia,” ungkap Kepala ITPC LA Antonius Budiman.

Dijelaskan Antonius, pada kegiatan kali ini ITPC LA menyertakan waralaba kedai kopi terkenal asal AS. Keikutsertaan waralaba kedai kopi tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan publik bahwa kedai kopi terkenal AS menggunakan kopi Indonesia sebagai komposisi campuran utama seperti komodo dragon blend, bali blue moon, dan sumatra. Selain itu, kedai kopi tersebut juga menampilkan kopi unggulan Indonesia seperti tanamera dan javanero. “Hal ini menimbulkan rasa keingintahuan terhadap kopi dari berbagai kawasan penghasil kopi di Indonesia,” tandasnya.

Selain kopi, ITPC LA juga mempromosikan dua merek teh siap minum, yaitu Teh Kotak dan Teh Botol Sosro. Selain minuman, pada kegiatan ini disuguhkan makanan ringan seperti gerry cheese crackers. “Antusiasme pengunjung pada acara ini sangat tinggi sehingga antrian untuk mendapatkan sampel kopi, teh, dan kudapan tidak pernah sepi,” imbuh Antonius.

24 hours free Indonesian Coffee & Tea Bar  merupakan bagian dari acara ‘Explore Indonesia’  yang juga digelar konsulat Jenderal RI di LA, ITPC LA, serta Indonesian Women Alliance (IWA  beberapa hari yang lalu . Tujuannya untuk mempromosikan Indonesia kepada masyarakat di California, AS.

Selain kopi dan teh, Kegiatan yang mengangkat tema ‘Celebrate Our Oceans’ menampilkan barang dagangan Indonesia lainnya produk tas, dompet, dekorasi rumah, fesyen, makanan dan minuman olahan, serta berbagai masakan dan jajanan pasar khas Indonesia.

Dikatakan oleh Antonius, AS merupakan pasar potensial bagi eksportir kopi dan teh dari seluruh dunia. Berdasarkan data Kementerian Pertanian AS (USDA) pada tahun 2018, tingkat konsumsi kopi masyarakat AS diprediksi mencapai 1,55 juta ton. Menurut data tersebut, AS berada di peringkat kedua dunia setelah Uni Eropa untuk tingkat importasi kopi. Pada tahun2016 nilai impor kopi AS sebesar USD 5,6 miliar. Angka tersebut naik 10% menjadi USD 6,1 miliar pada tahun 2017. Saat ini Indonesia berada di urutan keenam sebagai negara asal impor kopi di AS, dengan pangsa pasar sebesar 5,05%. Pada tahun 2017 nilai impor kopi AS asal Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,63% atau sebesar USD 312 juta dari sebelumnya sebesar USD 304 juta pada tahun 2016.

“Peningkatan ekspor kopi ke AS sangat prospektif mengingat Brasil dan Peru yang merupakan eksportir kopi utama mengalami penurunan ekspor ke AS pada periode yang sama,” jelas Antonius.

Sementara itu untuk produk teh, AS merupakan negara dengan nilai importasi ketiga terbesar di dunia, dengan nilai USD 467 juta pada tahun 2017. Sebanyak 23% dari total populasi AS merupakan peminum teh rutin setiap harinya, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,5% atau sebesar 2,4 juta orang per tahun. Peningkatan konsumsi teh diyakini sejalan dengan tren gaya hidup masyarakat AS terutama kalangan milenial yang peduli dengan kesehatan.

Impor teh AS asal Indonesia berada di peringkat ke-13 dengan nilai sebesar USD 7,2 juta. Adapun varian teh yang paling diminati masyarakat AS adalah teh hitam (80%), diikuti teh hijau (16%), dan sisanya adalah varian oolong, teh putih, dan teh pekat. (Hs)

Related posts

Leave a Comment