Indonesia Terlepas Dari Tuduhan Anti Dumping

Otoritas Antidumping Australia seperti dituturkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan telah menghentikan penyelidikan anti dumping terkait produk steel rod in coils yang salah satunya berasal dari Indonesia.

“Hasil penyelidikan yang dilakukan Otoritas Antidumping Australia menunjukkan bahwa kerugian domestik Australia bukan berasal dari impor yang dianggap dumping,” ucap Oke.

Oke juga mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari sikap kooperatif yang ditunjukan tiga eksportir tertuduh dari Indonesia, PT.Ispat Indo, PT.Gunung Raja Paksi, dan PT.Master Stel dalam menyampaikan data dan informasi yang diminta Otoritas Anti dumping Australia.

Penyelidikan anti dumping ini telah dimulai pada 7 Juni 2017 lalu.Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pengamanan Perdagangan dalam pembelaan tertulis telah menyampaikan impor produk steel rod in coils asal Indonesia tidak merugikan Australia, tetapi justru menguntungkan.Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan domestik Australia selama 2013-2016.

“Ironisnya industri domestik yang menuduh, justru mengakui telah mengimpor produk dari salah satu eksportir asal Indonesia yang tertuduh,” Ungkap Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati.

Pradnyawati berharap keputusan ini dapat mendongkrak dan mengembalikan nilai ekspor produk steel rod in coils Indonesia ke Australia yang di tahun 2013 lalu mencapai USD 26 juta.(Hs)

Related posts

Leave a Comment