Inflasi Mengalami Peningkatan

Jakarta,Gpriority-Bertempat di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta Pusat,  Kepala BPS Suhariyanto pada Selasa (3/12) mengumumkan , Perkembangan indeks harga konsumen bulan November, indeks harga perdagangan besar November, perkembangan nilai tukar petani dan harga gabah November serta perkembangan pariwisata dan transportasi Oktober 2018.

Dijelaskan Suhariyanto, perkembangan indeks harga konsumen sampai bulan november di 82 kota yang di survey BPS mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks harga Konsumen (IHK) sebesar 134,56. “Angka inflasi dibulan november ini masih terkendali,” ucap Suhariyanto.

Dari 82 kota, 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi paling tinggi terjadi di Merauke sebesar 2,05 persen dengan IHK sebesar 138,37 dan terendah adalah Balikpapan sebesar 0.01 persen dengan IHK sebesar 137,85. Untuk deflasi paling tinggi Medan sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 138,37 dan terendah adalah Pematang Siantar dan Pangkalpinang masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 138,56 dan 139,06.

Inflasi lebih tinggi dibulan november adalah transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen. Kenaikan disebabkan oleh harga bensin yang nonsubsidi serta harga tiket pesawat dan kenaikan pulsa. Bahan makanan inflasinya 0,05 persen.” Apa yang membuat inflasi pada bahan makanan yang pertama adalah bawang merah, beras serta cuaca yang menjadi penyebabnya. Tetapi ada juga yang mengalami penuruan seperti cabe merah, minyak goreng, buah buahan. Untuk sandang andilnya hanya 0,01 persen, untuk pendidikan 0,01 persen tidak memiliki andil karena kenaikannya hanya tipis,” kata Suhariyanto.

Untuk nilai tukar petani pada bulan november mengalami kenaikansebesar 103,12 atau mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen dari bulan lalu. Yang menyebabkan nilai tukar petani mengalami peningkatan adalah harga jual gabah meningkat dibandingkan harga beli yang harus dikeluarkan petani.

Untuk nilai tukar usaha pertanian naik 0,01 persen hingga november. Penyebabnya adalah kenaikan di tanaman pangan. Untuk harga gabah pada november 2018 sebesar rp. 5.116.ini mengalami kenaikan 3,4 persen. Untuk harga gabah ditingkat penggilangan pada bulan november rp. 5312 perkg. Ini mengalami kenaikan sebesar 3persen karena mengalami musim tanam. Untuk harga gabah di penggilangan sebesar Rp.9.604 perkg. Naik 2.22 persen dibanding oktober 2018. “ Kenaikan ini sangat bagus untuk petani,” kata Suhariyanto.

Angkutan udara pada bulan oktober menggembirakan baik domestik maupun internasional. Untuk domestik naik 6,84 persen. Dan internasional naik 18,95 persen.

Untuk laut turun sebesar 0,51 persen. Angkutan kereta api menggembirakan naik 5,02 persen dari bulan sebelumnya. Ini dipengaruhi comuter jabodetabek.

Pariwisata pada bulan oktober jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan sebesar 1,3 juta orang sedikit turun 5,74 persen dibandingkan sebelumnya.  Dengan jumlah kunjungan wisman ini diharapkan daerah bisa meningkatkan kunjungan wisman dengan gencar melakukan promosi. (Hs.Foto:Hs)

 

 

Related posts

Leave a Comment