Jokowi:Komoditas Waktu Paling Mahal di Dunia

Dalam sambutan di acara Musrembangnas RKP 2018 yang diadakan di Hotel Sahid,Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Apa komoditas paling mahal di dunia? Bukan emas.Ada fakta menarik yang dibaca oleh Presiden Jokowi, komoditas yang paling mahal racun dari kalajengking, harganya 145 milyar perliter. Yang kedua, californium 252 harganya 375 milyar pergram.

Meskipun demikan, Jokowi menilai ada satu komoditas lagi yang harganya paling mahal di dunia, yakni waktu. Karena waktu berjalan dengan sangat cepat sekali. Jokowi pun mencontohkan, bahwa dirinya tidak merasakan 10 tahun waktu yang dijalani. “Lewatnya sangat cepat sekali,” ucapnya.

Jokowi juga mengatakan, seiring dengan perputaran waktu yang begitu cepat, perkembangan teknologi juga sudah semakin maju. “30 tahun yang lalu tidak ada hp, kalau mau telepon kita ke kantor atau dirumah baru bisa telepon, Kemudian muncul hp dan mesin fax. Dari situlah, teknologi itu dianggap revosioner.dulu kita berminggu-minggu meninggu surat dari pos. Namun begitu ada mesin fax, hanya dalam waktu sejam saja sudah sampai.

“Pada saat ini kita sekarang hidup diera medsos, irama hidup menjadi sangat cepat begitu pula dengan informasi sangat cepat sekali.Untuk itulah potensi produktivitas harus semakin tinggi dan digarap dengan baik,” ucap Jokowi.

Dikatakan Jokowi, Dari contoh di atas bisa disimpulkan bahwa waktu merupakan komoditas yang mahal sekali,makanya harus dimanfaatkan dengan baik dan jangan membuang-buang waktu karena itu musuh nomor satu kita. “Yang namanya rantai perijinan itu harus ditinggalkan karena membuang buang waktu.kalau pola pikir kita masih seperti itu akan sulit maju ,” kata Jokowi.

“Dunia sudah berubah masa kita masih ruwet,mau jadi apa kita.kalau kita tidak bergerak cepat maka kita akan ditinggal.sekarang bukan yang besar mengalahkan yang kecil tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat.Perlu saya ingatkan ekspor dan impor kita pada saat ini kalah dengan tetangga,karena mereka lari cepat, sedangkan kita terjebak pada rutinitas dan tidak berani melakukan lompatan. Oleh sebab itu kalau ada yang mau investasi buka lebar-lebar apalagi yang minta ekspor tutup mata,jangan ijinnya dibikin sulit. Diskusi yang bertele saling berdebat, rantai birokrasi yang sangat lama yang menjadi penghambat. Kita terlalu sibuk dengan urusan sepele dan tidak cepat dengan perkembangan teknologi dan tidak mau melakukan terobosan. Jika tidak berubah, maka bangsa kita akan semakin tertinggal. Untuk itulah saya menyarankan agar kita bergerak cepat dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya guna mengejar ketertinggalan dari negara tetangga,” tutup Jokowi.(Hs.Foto:Allan)

Related posts

Leave a Comment