Kemendag Dorong Peningkatan Ekspor Produk Halal ke OKI

Jakarta,Gpriority-Jumlah muslim di dunia pada tahun 2017 mencapai 1,8 miliar jiwa atau 24 persen dari total penduduk dunia dengan total pengeluaran sebanyak USD 2,1 triliun dan terus meningkat setiap tahunnya. Sementara, jumlah populasi muslim di negara anggota OKI mencapai 1,3 miliar jiwa.

Alasan itulah yang menjadi salah satu alasan Kementerian Perdagangan (Kemendag) seperti ditegaskan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Arlinda saat membuka lokakarya dengan tema “Discovering Opportunities to Access Halal Market of the Organisation of Islamic Cooperation (OIC) MemberCountries” di Jakarta, Senin (2/9) di Hotel Aryaduta, Jakarta untuk terus mendorong ekspor produk halal dengan memanfaatkan keanggotaannya di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Yang membuat Kemendag mendorong ekspor produk halal ke negara OKI seperti dijelaskan Arlinda adalah potensi Indonesia yang sangat besar untuk ekspor produk halal, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

” Untuk itulah Indonesia melalui Kemendag akan terus mendorong ekspor produk halal dengan memanfaatkan keanggotaannya di OKI untuk meningkatkan akses pasar ke negara anggota lainnya seperti Turki, Nigeria, Mesir, dan Uni Emirat Arab dengan sebaik-baiknya,” uja Arlinda.

Arlinda juga mengatakan, terdapat tiga hal yang menjadi isu perdagangan internasional terkait produk halal. Pertama, adanya perbedaan regulasi, standard, dan sistem sertifikasi halal di berbagai negara. Isu yang kedua adalah perbedaan sertifikasi atau tanda halal antarnegara yang terlibat dalam perdagangan produk halal. Terakhir, adanya perbedaan mahzab yang dianut di tiap negara, sehingga terdapat perbedaan intepretasi halal terhadap suatu produk.Selain itu, ganjalan ekspor Indonesia ke Negara OKI adalah karena tingginya tarif bea masuk. Hal tersebut menyebabkan ekspor kurang bisa bersaing karena harga menjadi tinggi.

” Hingga saat ini,upaya penurunan tarif masih terus dilakukan oleh Indonesia melalui perjanjian dagang dengan beberapa Negara OKI, seperti perjanjian perdagangan dengan beberapa Negara OKI yang saat ini tengah dalam tahap perundingan yakni Indonesia-Iran PTA, Indonesia-Turkey CEPA, Indonesia-Tunisia PTA, Indonesia-Pakistan TIGA, dan Indonesia-Bangladesh PTA,” kata Arlinda.

Pada lokakarya ini, hadir narasumber dari berbagai negara anggota OKI yang terlibat langsung penanganan produk halal, baik sebagai regulator maupun pelaku usaha. Narasumber tersebut antara lain Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Sukoso, Deputi Presiden The Unionof Chambers and Commodity Exchanges of Turkey Teyfik Demir, Direktur Divisi Halal DepartemenPengembangan Islam Malaysia Dato Sirajuddin Bin Suhaimee, dan Manajer KomunikasiPerusahaan PT Paragon Technology and Innovation Suci Hendrina.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment