Kemenhub Menargetkan tahun 2022 Bandara di Pohuwato sudah selesai

Jakarta, Gpriority-Amin Haras, Wakil Bupati Pohuwato yang menghadiri pertemuan dengan tim terpadu Kementerian Kehutanan (KLHK) terkait pelepasan kawasan yang akan di bangun bandara di Desa Imbodu, Randangan, pada Kamis, 6 Februari 2019 mengatakan,saat ini pemerintah kabupaten Pohuwato mencapai titik terang terkait pembangunan bandara yang dirintis sejak tahun 2006.

Amin Haras menceritakan perjuangan pembangunan bandara yang dilakukan Pemkab Pohuwato. “Selama 14 tahun lamanya akhirnya proses pembangunan bandara di Pohuwato mencapai titik terang,” ucapnya.

Bandara sendiri dibangun sejak 2006, namun menemui kendala dikarenakan saat itu sebagian wilayah pembangunannya masuk ke dalam kawasan lindung sehingga harus berproses dan Kementerian Perhubungan menargetkan 2022 bandara sudah jadi,” ujarnya.

Sebelumnya pembuatan bandara melalui proses pinjam pakai ke Kementerian Kehutanan. Namun setelah dikaji lagi tenyata Pemkab Pohuwato harus melalui proses perubahan fungsi hingga pelepasan kawasan oleh Kementerian Kehutanan. “Awalnya sudah di proses melalui proses pinjam pakai ke kementerian kehutanan ternyata setelah di survei lagi dan lagi ternyata tidak boleh ditempuh melalui proses pinjam pakai,” kata Amin.

Disampaikan Amin, saat ini progres pembangunan bandara sudah mencapai tahap pembahasan untuk pelepasan oleh Kementerian Kehutanan. Lalu tahapan yang selanjutnya akan menjadi dasar Kemeneterian Perhubungan untuk segera mengganggrakan penyelesaian pembangunan. Amin pun menyebutkan kisaran nominal untuk penyelesaian bandara. “Sehingga diperkirakan penyelesaiannya tinggal membutuhkan 200-300M itu sudah selesai,” terangnya.

Tak lupa, Amin menyampaikan kabar gembira bahwapembangunan bandara di Pohuwato masuk ke dalam strategi nasional. “Alhamdulilah, bandara di Pohuwato termasuk dari 22 bandara yang menjadi strategi nasional. Itu merupakan hal yang memudahkan, mempercepat pembangunannya. Kalau sudah masuk strategis nasional maka itu sudah prioritas.

Adanya bandara di Pohuwato tentunya turut berkontibusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah di Pohuwato ke depannya. Selain adanya bandara, Pemkab Pohuwato juga akan mempersiapkan infrastruktur lainnya.

“Paling tidak dari terbukanya akses bandara Pohuwato itu akan menambah daya tarik investor masuk. Kalau investor masuk yang pasti banyak dampaknya untuk peningkatan ekonomi daerah termasuk ekonomi masyarakat,” tegas Amin.

Pariwisata bahari dipilih Pemkab Pohuwato untuk menjadi destinasi yang akan ditonjolkan. Diharapkan keindahan pantai serta keindahan bawah laut dengan diving bisa menarik wisatawan.

“Pariwisata bahari, keindahan pantai dan diving, keindahan bawah laut yang ke depan akan digenjot. Terutama bagaimana keindahan laut kita menarik turis yang mempunyai hobi diving dan kita akan siapkan infrastruktur sarana lainnya,” pungkasnya. (Mila)

Related posts