Ketika Harus Lari Dari Mantan

Jujur deh, Anda pernah diuber-uber dan diteror terus sama mantan pacar gara-gara dirinya nggak terima cintanya diputus oleh kamu? Hmm, gimana rasanya? Nggak enak bukan. Soalnya, kemana-mana dia selalu mengikuti kamu. Hidup-pun, rasanya jadi nggak karuan, akibat tingkah lakunya tersebut.

Bahkan sadisnya lagi, dia pernah mengancam pasangan baru Anda, agar tidak berhubungan lagi dengan Anda kalau masih pengen tetap hidup di dunia ini. Akibatnya bisa ditebak, pasangan  yang baru pun meminta putus.

Tak cukup dengan itu, ia juga meneror keluarga Anda. Hal ini tentu saja membuat Anda jenuh dan ingin bunuh diri. Jika itu yang terjadi dalam benak Anda tak perlu khawatir. Sebab sudah ada solusinya. Dijamin dia akan pergi menjauh dari Anda.

Jauhi Tempat Kerja atau Kuliahnya
Entah dia masih kuliah atau sudah bekerja, yang pasti Anda mesti berada jauh-jauh dari kantor atau kampusnya. Jika  dia bekerja/ belajar di tempat yang sama, maka lakukan segala hal yang memungkinkan untuk meminimkan pertemuan dengannya.

Jauhi Juga Tempat Nongkrongnya
Jika dulu Anda sering singgah ke tempat nongkrong favoritnya, maka kinilah saatnya, untuk mencari tongkrongan baru, agar bisa menghindari dia. Hah, nggak rela meninggalkan tempat itu? Jangan dong, Anda harus relakan untuk tidak mengunjungi tempat itu sementara waktu saja, hingga  mantan bisa menerima kenyataan bahwa kalian memang tidak bisa bersama-sama lagi.

Jangan Meneleponnya
Udah putus masih telepon-telepon dengannya..!!!! Yang benar aja, itukan sama aja artinya membunuh diri sendiri. Soalnya, menelepon dia bisa membuatnya berpikiran kalau Anda masih memberi harapan bagi dirinya. Dia akan salah mengerti, dan bisa berpikir Anda mau balik dengannya. Padahal, niat  untuk meneleponnya, adalah hanya sekedar untuk berteman saja. Untuk itulah,  disarankan agar tidak meneleponnya lagi.

Lantas bagaimana kalau dia yang menelepon? Pertanyaan yang bagus, kalau hal itu yang terjadi, sebaiknya tidak usah mengangkat teleponnya dan juga membalas smsnya.

Email  Darinya Jangan Dibalas
Tampaknya dia tahu bahwa dirinya tak bisa menjangkau lewat telepon dan sms, jadi dia pun beranjak ke email. Sama seperti menghadapi telepon dan SMS, sebaiknya tidak usah merespon email. Jika email  terus mengalir deras, bahkan sampai mengganggu ketenangan , maka masukkan dalam daftar spam.

Jangan Chatting dengannya
Memang mantan  bener-bener kepincut berat sama Anda, sehingga dia mau menggunakan berbagai macam cara untuk mengobrol. Karena, cara yang digunakan tidak mempan, makanya dia menggunakan perangkat chatting untuk tetap berhubungan, lantaran tahu Anda suka online. Jika dia mengajak ngobrol melalui messenger, maka tampillah offline di hadapannya, caranya di visible. Kalau sudah, jangan baca atau balas IM-nya, berbahaya. Sebab, dia tahu Anda masih online.

Hindari Teman-temannya
Pasti Anda berpikiran, mana bisa, orang mereka nggak bersalah kok. Yup, emang benar, tapi kalau tetap berteman dengan mereka, maka bayang-bayang mantanmu masih melekat erat dalam kehidupanmu, terus kalau ada perkataan dari temannya tentang dia, bisa-bisa membuat  labil dan ingin balik dengan mantan. Jika terpaksa bertemu dengan salah seorang dari mereka, maka cukup sapa saja, namun hindari obrolan apalagi mengenai mantan.

Rumahnya
Anda mungkin tergoda untuk mengetahui keadaannya setelah kata putus dilontarkan. Apakah dia sudah punya yang lain? Apakah dia baik-baik saja? Jika demikian maka cukup tanyakan pada temannya, melalui teman  yang bisa dipercaya. Jangan sekali-kali mampir atau lewat depan rumahnya. Bisa jadi ia memergoki Anda saat lewat dan berpikir lain tentang Anda. 

Jangan Lewat ‘Wilayah kekuasaannya
Pasti ada jalan-jalan tertentu yang biasa dilewati mantan, entah itu saat berangkat kerja/kuliah, maupun ketika hendak nongkrong. Jika tak ingin bertemu dengannya, tentu saja  dianjurkan melewati jalan yang lain. Lalu, bagaimana bila bertemu secara tak sengaja? Sapalah dengan ramah, namun jangan tatap matanya lama-lama. Dampak saling menatap ini bisa membangkitkan kembali kenangan indah masa lalu yang sebenarnya ingin kamu lupakan.

Jangan Diam Saja di rumah
Anda bisa merelakan kenangan tentang mantan yang mungkin melekat erat di hati dengan pergi berlibur dan menghilang selama beberapa hari. Saat kembali, maka hati dan pikiran sudah lebih segar dan siap untuk memulai hidup baru tanpa dirinya.

Pindah
Kalau semua cara itu tidak terlaksana dan mantan pacar malah menjadi ekstrim (benar-benar tak terkendali), jalan paling terakhir adalah pindah. Cari rumah baru, kota baru, kerjaan baru, kampus baru, bisa jadi merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan teror ‘minta balik’ yang mungkin dilakukannya pada Anda. (Hs) 

Related posts

Leave a Comment