Konferensi Pers Closing Refarming 2.1 GHz Untuk Indonesia

Dalam konferensi pers Closing Refarming 2.1 GHZ Untuk Indonesia yang berlangsung di Menara Merdeka, Jakarta Pusat (16/4) Menkominfo Rudiantara mengatakan, Refarming bahasa sederhananya adalah adanya yang kosong dan harus diisi.tidak mudah untuk mengupayakannya dan alhamdulillah pertengahan april sudah bisa terpakai dan layanannya sekarang sudah tidak lemot lagi.

“Selama 3 tahun setengah frekuensi selalu kurang.saya harap dengan adanya penambahan ini tidak ada lagi temen-temen operator yang teriak frekuensi kurang,” ujar pria yang akrab disapa Chief RA ini.

Ditambahkan oleh Chief RA, rasionalitas dalam penambahan frekuensi harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga operator tidak berlomba-lomba lagi mengejar frekuensi karena mereka pikir frekuensi.

“Ini kali kedua saya jadi menteri refarming,mudah mudahan tidak ada refarming lagi. Frekuensi sekarang belum diaktifkan saya janji pada 1 mei bisa diaktifkan, atau kalau temen-temen operator mau lebih cepat ya boleh,” tutur Chief RA.

Dampak setelah refarming? Chief RA mengatakan pasti akan membaik artinya tambahan 50% ruang pelanggannya bisa untuk tambahan data,sehingga kualitasnya akan semakin baik lagi. (Hs.foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment