KTT ASEAN ke-31: Memperkuat Sentralitas ASEAN

Pada 13-14 November 2017, Presiden RI Joko Widodo mengikuti acara rangkaian Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-31 di Philippines International Convention Centre (PICC), Manila, Filipina.

KTT ASEAN diikuti seluruh Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dan Kepala Negara/Pemerintahan negara mitra dagang ASEAN (China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru) serta mitra lainnya (AS, Rusia, Kanada dan Uni Eropa).

Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Partnering for Change, Engaging the World’. Tujuannya agar ASEAN mampu mendorong proses integrasi ekonomi dan menyelesaikan berbagai inisiatif integrasi baik dalam konteks intra-ASEAN maupun dalam konteks eksternal-ASEAN, sebagaimana tertuang dalam Consolidated Strategic Action Plans (CSAPs) dari cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2025.

“Indonesia juga sangat berterima kasih kepada Filipina, selaku Ketua ASEAN pada tahun 2017 ini, yang telah secara sungguh-sungguh mendorong berbagai kemajuan implementasi cetak biru MEA 2025,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang ikut mendampingi Presiden RI.

Mendag juga mengatakan bahwa Indonesia sangat mendukung keputusan para Pemimpin ASEAN agar memperkuat sentralitas ASEAN dan akses pasar ASEAN ke pasar global. “Indonesia mendukung keputusan Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN untuk memperkuat Sentralitas ASEAN, melipatgandakan perdagangan intra-ASEAN dan eksternal-ASEAN, bahkan meningkatkan peran perdagangan ASEAN di pasar global dari peringkat ke-6 menjadi ke-4 dunia,” tegas Mendag.

Perdagangan intra-ASEAN diharapkan dapat meningkat ke level 30%-40% dengan segera diimplementasikannya ASEAN Single Window, Sertifikasi Mandiri, dan e-Commerce khususnya untuk UKM, serta komitmen pengurangan biaya transaksi perdagangan sebesar 10% pada tahun 2020,” tandas Mendag.

Berdialog dengan perwakilan dunia usaha ASEAN

Dalam acara tersebut, para kepala negara-negara ASEAN berkesempatan untuk melakukan sesi dialog dengan perwakilan dunia usaha ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC). Banyak sekali masukan yang disampaikan seperti percepatan perundingan RCEP, penerapan ASEAN   Business   Travel   Card   (ABTC),   penghapusan   biaya-biaya   yang   tidak   perlu   dalam perdagangan, dan transparansi penerapan kebijakan nontarif.

Masukan tersebut mendapat sambutan baik dari para kepala negara-negara ASEAN. Para pemimpin ASEAN juga menyampaikan apresiasi atas usaha ASEAN menetapkan “ASEAN Seamless Trade Facilitation Indicators” dalam rangka menurunkan biaya transaksi perdagangan sebesar 10% pada tahun 2020.

Masing-masing negara anggota ASEAN juga telah berkomitmen untuk menyosialisasikan mekanisme on-line dan penanganan hambatan perdagangan di negara anggota ASEAN melalui ASEAN Solutions  for Investment, Services, and Trade  (ASSIST) kepada para pelaku usaha yang mengembangkan bisnisnya di ASEAN. (GP-2)

 

Related posts

Leave a Comment