Lima Program Prioritas Jokowi Sudah dilakukan KTT

Bogor,Gpriority-Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor Jawa Barat, Rabu (13/11/2019) dihadiri lebih dari 3.000 pejabat. Unsur Forkopimda dari penegak hukum yang hadir antara lain dari TNI, Polri, dan Kejaksaan.

“Penegasan (Rakornas) hari ini adalah penegasan dan penajaman dari program beliau (Joko Widodo) yang secara aplikasi dilakukan oleh lembaga dan menteri serta implementasinya dilakukan oleh kepala daerah,” ujar Bupati Tana Tidung H. Undunsyah MH. M.Si ketika ditemui pada Rakornas di Sentul, Bogor.

Dalam Rakornas, Presiden Joko Widodo kembali memaparkan lima program prioritas. Pertama mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) tentang kesehatan dan pendidikan, kedua mengenai pembangunan infrastruktur, ketiga penyegaran regulasi, keempat reformasi birokrasi, dan kelima yaitu transformasi ekonomi.

Bupati Kabupaten Tana Tidung H. Undunsyah MH. M.Si memaparkan bahwa sebelum pemerintah pusat membuat lima program tersebut, Kabupaten Tana Tidung sudah melakukannya. “Bisa dibilang kami (Kabupaten Tana Tidung) sudah melakukan 4 dari 5 program pemerintah pusat,” ujarnya.

Di bawah pimpinan Undunsyah, Kabupaten Tana Tidung mempunyai visi membangun sumber daya unggul Indonesia maju. Beliau juga menjelaskan implementasi yang sudah dilakukan dan tertera dalam LPJMD.

Untuk mewujudkan visi pertama pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul dan Berdaya Saing, Kabupaten Tana Tidung menerapkan sistem pendidikan full day untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dan Boarding School untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

“Saat ini untuk boarding school kami punya 40 murid terbaik. Rencananya Boarding School akan menampung 200 murid,” ujarnya. Undunsyah juga memaparkan bahwa kami sudah mengimplementasikan program nawa cita pertama.

Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul bukan hanya untuk siswanya, tetapi juga untuk tenaga pendidiknya. “Kami membuat aturan untuk tenaga pengajar swasta harus memiliki ipk 3,5 dan untuk pegawai negeri harus lulus ujian kemampuan ASN,” Undunsyah menambahkan.

Mengenai pembangunan infrastruktur, Undunsyah periode II ini akan menyelesaikan jalan sekitar 243 km yang dibagi dalam tiga tahapan. Beliau memaparkan ketiga tahapan tersebut diantaranya pematangan lahan tanah, agregat, dan kehotmik.

Selain itu, Kabupaten Tana Tidung akan membuat pelabuhan feri yang akan menekan inflasi, membuat pusat pemerintahan, pusat bisnis, dan juga membuat jembatan.

Dan perihal reformasi birokrasi, dalam pidato Presiden Jokowi, beliau menyinggung untuk melakukan penyederhanaan aturan. “Selama ini Kabupaten Tana Tidung tidak melakukan birokrasi yang aneh-aneh. Kami selalu menyesuaikan dengan apa yang ada di pemda,” ujar Undunsyah menjelaskan. (Mila/Foto:Sofia:GP)

 

Related posts