Masterplan Kutim Menuju Smart City

Jakarta,Gpriority- Untuk pegangan masa depan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan yang ada serta dalam rangka mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) serius menjadikan daerahnya sebagai smart city.

Bentuk keseriusan Kutim sebagai Smart City seperti dijelaskan Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim Ir.H.Sumarjana MP dalam paparannya pada kamis sore (13/11) di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang yakni telah menyiapkan masterplan terkait smart city.

“ Di dalam menyusun dokumen masterplan smart city, sudah kita selaraskan baik dengan dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah maupun dengan dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah. Baik itu dari sisi visi, misi maupun sasaran dan program prioritas  yang sudah dirancang. Dan pilihan dari visi smart city Kutim tahun 2016 hingga 2022 adalah terwujudnya Kutim yang berdaya saing dan mandiri. Dan ini selaras dengan  visi RPJMD tahun 2016 hingga 2021 yaitu terwujudnya kemandirian Kutim melalui pembangunan agro bisnis dan agro industri,”  ucap Sumarjana.

Untuk mewujudkan visi smart city tersebut, Kutim seperti dijelaskan Sumarjana sudah merancang  lima misi dalam pembangunan smart city. Yang pertama meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Yang kedua, meningkatkan kualita sumber daya manusia dalam permulaan teknologi, komunikasi dan informasi. Yang ketiga,  mendorong sektor penguatan agro bisnis  dan agro industri yang berdaya saing melalui pemanfaatan  TIK. Keempat meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur pendukung bagi perkembangan smart city  dan yang kelima adalah meningkatkan peran dan fungsi pusat kota sebagai penyelenggara smart city.

Sumarjana dalam paparannya juga menjelaskan ada delapan sasaran dari pembangunan smart city. Yang pertama adalah meningkatnya kualitas pelayanan publik , yang kedua meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan, yang ketiga meningkatnya kualitas pengelolaan TIK, yang keempat meningkatnya kesejahteraan ekonomi lokal masyarakat . yang kelima berkembangnya pemanfaatan teknlogi informasi, yang keenam meningkatnya promosi budaya dan pariwisata. Yang ketujuh terintegrasinya sistem informasi dan yang kedelapan meningkatnya kualitas dan fungsi lingkungan kawasan yang sudah kami break down dalam beberapa sasaran.

Dalam hal pengembangan enam pilar smart city yang terdiri dari smart goverment, smart branding, smart economy, smart society, smart living, smart enviromental, Pemkab Kutim telah merumuskan beberapa strategi. Dalam hal smart goverment,  yang dilakukan adalah menyusun kebijakan/regulasi tentang pemanfaatan infrastruktur dan transportasi. Yang kedua regulasi sistem perdagangan dan retribusi. Ketiga pembangunan infrastruktur pendukung smart city. Keempat, Sosialisasi falsafah dan penerapan smart city. Komunikasi dan koordinasi antar lembaga, OPD serta semua stake holder yang terlibat dalam pelayanan berbasis  digital online.

Dalam hal mewujudkan smart branding, yang pertama adalah meningkatkan akses pasar untuk pertanian dan kerjasama kemitraan antar pengusaha nasional dan lokal. Yang ketiga optimalisasi jaringan internet untuk promosi baik pariwisata, seni budaya lokal dan situs sejarah.

Untuk smart economy yang terpenting adalah mendorong peningkatan PAD, yang kedua membangun dan mengembangkan sistem  perpajakan knowledge, online dan optimalisasi pemanfaatan peluang perdgangan dalam negeri dan ekspor dan ini secara kongkret sudah didukung pemerintah pusat dengan ditunjuknya Kutim menjadi salah satu program strategis nasional yaitu kawasan ekonomi khusus (KEK) se-Kalimantan. Dengan adanya smart economy, kedepan diharapkan secara perlahan bisa mampu menggeser sektor batubara dari perekonomian di Kutim.

Dalam hal smart society, yang dilakukan adalah peningkatan pemanfaatan jaringan fiber optik untuk pengembangan teknologi digital berbasis komunitas, pembelajaran dan keamanan, serta pemanfaatan peningkatan sarana dan prasarana pendukung smart city. Untuk smart living adalah bagaimmana memberikan informasi tentang pencegahan bahaya narkoba dan dalam hal smart enviroment kita meningkatkan inovasi teknologi bio energy dan pemanfatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif. Serta revitalisasi dan pemanfaatan lahan pasca tambang untuk pengembangan sektor pertanian.

Ditemui usai pemaparan, Sumarjana menjelaskan, smart city dipilih untuk  pegangan masa depan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan yang ada, memudahkan pelayanan kepada masyarakat,  memudahkan ruang kendali dikarenakan Kutim memiliki wilayah yang luas sehingga diperlukan program yang dapat mengontrol kinerja dan bisa lebih efisiensi serta mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan.

“Bupati kami sangat konsen membangun smart city ini. Terbukti dengan adanya masterplan sabagai panduan dalam menyiapkan Infstruktur, program dan aplikasinya yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat,” jelas Sumarjana.

Terpilihnya Kutim di 100 kabupaten/kota artinya sinergisme antara kebutuhan daerah dan pusat sangat diperlukan.”Sehingga akan meringankan dalam mengembangkan smart city di Kutim ke depan,” tutupnya. (Hs.Foto:Hs)

 

 

Related posts

Leave a Comment