Melalui CONNECT 2019, UMKM diharapkan Mampu Berpartisipasi Dalam Ekonomi Digital

Jakarta,Gpriority-Pada tanggal 30 dan 31 Oktober 2019, para pelaku ekosistem ekonomi digital mulai dari pemain e-commerce, UMKM digital, pemasar, startup teknologi dan perusahaan bertemu dan berkolaborasi di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta dalam ajang CONNECT 2019.

Ajang yang mengangkat tema “EMPOWERING INDONESIA’s DIGITAL ECONOMY THROUGH INNOVATION & COLLABORATION”,CONNECT 2019 dihadiri oleh kurang lebih 1500 peserta.

1500 peserta ini hadir untuk bertemu, berkolaborasi sekaligus mendengarkan konferensi, talkshow, sesi business matchmaking, dan pameran teknologi. 

Dari arena konferensi, para pemilik UMKM, startup digital, dan perusahaan dapat memperoleh inspirasi dan referensi untuk meningkatkan bisnisnya di era transformasi digital. Mereka akan mendapatkan paparan mengenai cara mengawali bisnis online, memasarkan, menghadapi persaingan, dan cara memanfaatkan berbagai teknologi untuk meningkatkan bisnis.

Berbagai tokoh kunci dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia, investor, dan pengambil kebijakan menjadi narasumber untuk sharing dan mendiskusikan masalah-masalah strategis untuk melahirkan solusi-solusi dalam bisnis. Mereka adalah Rama Mamuaya (CEO Daily Social), Joseph Aditya (CEO, Ralali), Muhammad AjieSantika (Co-Founder, Feedloop), Indra Gunawan (CEO, Bobobox), Ridho Khusnul Fadhil (Owner, Humblezing), Fariz Egia Gamal (Owner, Mister Brewok), Benyamin Davnie (Wakil Walikota Tangerang Selatan), Joddy Hernady (EVP Digital & Next Business, PT Telkom), Rinaldi Tjhin (EVP, Sirclo), Elisa Suteja (Deputy CEO, Fore), Agung Bezharie Hadinegoro (Co-Founder/CEO, WarungPintar), Jamaludin Izza (Ketua APJII),Richard (Local President, JCI Jakarta 2020),Soegimitro (The 1st International Director, Compro Mobile Apps Builder),Ardhi Ridwansyah (Wasekjen ICSB Indonesia /Associate Dean, MarkPlus Institute) dan masih banyak lagi.

Sementara dukungan pemerintah dalam perkembangan ekosistem ekonomi digital diwujudkan dengan kehadiran para pembicara dari pemangku kebijakan, yakni perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kominfo.

Acara talkshow dan sharing di panggung terbuka akan diisi oleh para pemilik solusi atau teknologi. Mereka akan sharing berbagai teknologi yang dapat membantu para UMKM dan startup digital meningkatkan bisnisnya.

Sedangkan mewadahi pentingnya menjalin jejaring dengan pelaku ekosistem. Di sini para pemilik usaha dan startup digital business match making yang ingin mengembangkan skala bisnisnya akan dipertemukan dengan mitra bisnis maupun investor terkemuka dan  potensial.

Acara yang diselenggarakan oleh Traya yang bekerjasama dengan Kitatama juga menghadirkan pameran solusi teknologi yang menampilkan tren dan perkembangan teknologi terbaru dalam ekosistem ekonomi digital. Para pengunjung dapat melihat berbagai produk, inovasi, ide bisnis, atau layanan digital yang dipamerkan. Pengunjung pun dapat bertemu dengan para penggagas di balik teknologi-teknologi digital tersebut dan merasakan bagaimana teknologi dapat membantu bisnisnya.

Melalui CONNECT 2019 diharapkan para UMKM di tanah air akan mampu berpartisipasi dalam era ekonomi digital. Selama ini mereka sudah menjadi salah satu pilar ekonomi tanah air. Sementara Indonesia dengan populasi 262 juta jiwa yang 54%-nya (143,26 juta) adalah pengguna Internet, berpeluang besar untuk menjadi negara berkekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN. Indonesia adalah pasar bagi transaksi online terbesar di Asia.

Namun saat ini dari 60 juta UMKM yang berkontribusi  62,57% terhadap PDB (Product Domestic Bruto), belum ada 10 juta usaha yang memanfaatkan teknologi digital. Padahal sebagai salah satu pilar ekonomi, UMKM diharapkan dapat menopang perekonomian Indonesia dalam era ekonomi digital.

Besarnya potensi ekonomi digital Indonesia bisa dilihat dari data Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan, transaksi toko online (e-commerce) di Indonesia sepanjang 2018  mencapai Rp.77,766 triliun, melonjak 151% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp.30,942 triliun. McKinsey & Company memperkirakan nilai e-commerce Indonesia pada tahun 2022 akan tumbuh sampai  US$65 miliar (Rp910 triliun).

Pertumbuhan e-commerce itu sangat menggiurkan, sekaligus peluang sangat besar yang harus ditangkap oleh UMKM Tanah Air. Sebanyak mungkin UMKM di tanah air diharapkan bias menikmati porsi terbesar kue tersebut.(Hs.Foto:Hs)

 

Related posts