Melalui Program Smart City Pembangunan Kutim Alami Kemajuan

Jakarta,Gpriority-Gerakan menuju 100 Smart City yang digelar di Balai Sudirman,Tebet, Jakarta Selatan pada tanggal 4 hingga 6 November 2019 diikuti 75 Kota dan Kabupaten termasuk Kabupaten Kutai Timur (Kutim).Tidak hanya hadir sebagai undangan, Kutim pun membuka stand.

Selama tiga hari penyelenggaraan, stand Kutim ramai dikunjungi. Para pengunjung bertanya mengenai Kutim dan program Smart City yang ada di Kutim.

Kepala Dinas Kominfo Perstik Kutim Ir. Suprihanto, CES  yang ditemui usai acara penutupan Smart City pada Rabu (6/11) mengatakan acara ini sangat menarik terutama bagi Kabupaten-Kabupaten yang jauh dari Ibukota. Pasalnya Kabupaten tersebut bisa melihat kabupaten lain yang sudah maju dengan program Smart Citynya, sehingga bisa mendorong Kabupaten tersebut untuk turut berbenah.

“ Jangan terlena, orang-orang sudah berjalan cepat. Kita juga harus lari mengejar mereka, supaya Kutim dengan program Smart City pembangunannya berkembang pesat,” ucap Suprihanto.

Kutim juga melihat dengan adanya acara ini, teknologi di Kutim bisa sama dengan Kabupaten/Kota yang lain.

Terkait dengan program Smart City yang sudah berjalan di Kutim, Suprihanto mengatakan,”Bahwa fokus yang pertama adalah Goverment to Goverment. Setelah itu kuat barulah Goverment to public dan Goverment to business. Dan beberapa program Smart City yang dibuat Kutim juga sudah berjalan, Suprihanto juga mengatakan pada hari ke-2 Smart City, Selasa (5/11), pihak penyelenggara  mengadakan evaluasi Smart City yang diikuti oleh Pemkab Kutim. Dalam evaluasi tersebut, Kutim seperti dituturkan Suprihanto enam dimensi Smart City dilihat satu persatu on progresnya bagaimana. Kutim pun dinilai progresnya lebih maju dibandingkan sebelumnya.

“ Masyarakat sudah bisa merasakan adanya Folder Friendly, mereka bisa berolahraga di taman sambil chating, airnya juga bisa diminum dan bisa juga dijadikan tempat rekreasi serta memancing,” ucap Suprihanto.

“ Para UMKM akan kita pasang juga dengan internet, sehingga jika ada yang berbelanja Rp.200.000,-, pajaknya langsung masuk ke daerah. Data-data SKPD juga sudah dikumpulkan sehingga ketika berkomunikasi dengan daerah lain lebih mudah. Begitu pula dengan e-learning yang sudah berjalan di beberapa wilayah di Kutim,” tambahnya.

Selain itu Dinas Kominfo Perstik Kutim juga akan membuat teknologi menjaga lingkungan, menjaga environment serta Smart Village yang merupakan inisiatif dari Bupati Ismunandar. “ Smart Village merupakan bagian kecil dari Smart City. Dan Bupati Ismunandar yang melihat kecamatan dan desa  harus tersentuh teknologi internet, langsung memerintahkan agar dimasukkan ke dalam master plant Smart City Kutim. Untuk itulah Dinas Kominfo Perstik Kutim telah menyiapkan aplikasi desa maupun perangkatnya,” ucap Suprihanto.

Guna mendukung Smart Village ini, Suprihanto bersama Kabid Infrastruktur Diskominfo Perstik, Insan Bowo Asmoro ST melakukan lobi dengan Bakti terkait pembangunan BTS dan operator, sehingga Smart Village sesuai dengan keinginan bupati bisa terlaksana.

“ Pada saat ini yang sudah berjalan di Kecamatan Kaubun. Dan rencananya akan dilaksanakan pula di Kecamatan lainnya,”tutup Suprihanto.(Hs.foto Hs)

Related posts