Membangun Pare Pare dengan Nurani

“BJ. Habibie sebagai sumber inspirasi membangun kota Pare-Pare sehingga saya canangkan kota Pare-Pare sebagai kota BJ Habibie, “ kata Taufan Pawe Wali Kota Pare Pare Provinsi Sulawesi Selatan.

Kota Pare Pare yang masuk wilayah administratif  Provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki hanya 4 kecamatan dan 22 kelurahan. Kota kecil ini secara geografis berada di titik yang sangat sentral karena daerah ini bisa dikatakan daerah yang cukup menjanjikan untuk dikelola dengan baik. Karena menjadi lintasan untuk 14 kabupaten/ kota dan juga lintas provinsi.

Sekarang kota Pare Pare ini tidak dikenal dengan hanya nama Pare Pare saja tapi begitu diikutkan dengan nama BJ. Habibie. “Maka orang pasti mengenal kota Pare Pare itu merupakan kota tempat kelahiran BJ. Habibie, kata Taufan Pawe saat GPriority mewawancarainya baru-baru ini.

Lebih lanjut Taufan mengatakan kiatnya sebagai wali kota membangun Pare-Pare. Ia mengatakan di awal kepemimpinannya menjanjikan akan menjadikan ikon BJ. Habibie sebagai sumber inspirasi membangun kota Pare Pare. “Jadi harus punya brand dulu baru melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk membuktikan bahwa Pare Pare sebagai kota kelahiran BJ Habibie. Yaitu dengan menghadirkan ikon-ikon yang menggambarkan sosok Habibie. Contoh hadirnya Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun, “ ungkap Taufan yang bakal maju lagi dalam Pilwalkot Pare Pare 2018 ini.

 “Itu terinspirasi dari film Habibie dan Ainun, saya melihat kekutaan cinta sejati dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan sekarang betul-betul menjadi ikon kota serta menjadi kebanggaan masyarakat Pare Pare dan juga Indonesia, “ katanya.

Taufan Pawe juga menyinggung ihwal hadirnya nama besar ibu Ainun Habibie dengan hadirnya Balai Ainun. “Kalau di daerah lain terkenal dengan Balai Kartini tapi di Pare Pare saya hadirkan nama Balai Ainun. Karena saya memandang Ibu Ainun ini sebagai Kartini modern. Kelak saya akan mampu membuktikan bahwa Pare Pare benar-benar kota BJ Habibie,” jelas wali kota Taufan Pawe.

Dikatakan, Pare Pare sekarang ini juga sedang membangun rumah sakit rujukan tipe B plus  dan diupayakan akan menjadi tipe A. Dengan 1000 tempat tidur. “1000 tempat tidur adalah terbesar di kawasan timur Indonesia. Sebagai rumah sakit rujukan tentu optimalisasinya harus nampak. Rumah sakit Dr. Asri Ainun Habibie ini nantinya akan menjadi rumah sakit dengan medical tourism, “ ungkapnya.

Taufan Pawe memandang bahwa hal itu sejalan dengan harapan Presiden Jokowi untuk memperkuat destinasi di setiap daerah sudah diapresiasinya selama dua tahun belakangan ini . “Di Pare Pare kini sudah hadir Tontangan Riverside. Tontangan Riverside adalah konsep awal untuk menuju pada konsep akhir yaitu medical tourism tadi. Kami semua berharap agar pasien yang hadir untuk berobat bisa sambil berwisata karena sudah kami siapkan destinasinya, “imbuhnya.

Semangat ini bukan tanpa alasan , di samping Habibie sebagai tokoh yang lahir di Pare Pare, walikota Pare Pare yang ke-17 ini yakni Taufan Pawe merupakan putra asli Pare Pare pertama kalinya. Tentunya hal ini adalah energi khusus untuk membangun dan membawa kota Pare Pare untuk lebih maju lagi.

“ Perlu juga saya sampaikan bahwa Kota Pare Pare dalam hal ini bukan tanpa identitas, jadi di samping sebagai kota BJ. Habibie sebenarnya ada sejarah juga. Kota Pare Pare itu punya identitas sebagai kota ulama, jadi masyarakat kami itu adalah masyarakat yang damai, tentram,  tidak pernah ada gesekan yang berkaitan dengan SARA, “ ungkapnya.

“Saya teringat sekali masa kecil saya, bahwa kota kelahiran saya ini adalah kota ulama maka saya coba kembalikan rohnya secara utuh dengan menghadirkan Taman Syariah. Ini Taman  juga menjadi salah satu pilihan destinasi di Kota Pare Pare  yang di Indonesia rasanya belum pernah kita dengar namanya taman syariah.

Berikut wawancara selengkapnya GPriority dengan Walikota Taufan Pawe (TP), Jakarta, Selasa (4/5):

GP: Itu merupakan bagian dari wisata halal?

TP: Saya mungkin tidak melihat ke sana. Saya hanya mau mengembalikan roh sebagai kota ulama. Taman syariah tahap pertama sudah ada simbol-simbol keislaman. Tahap kedua yang akan dilaksanakan nantinya sudah betul-betul menampakkan taman syariah sebagai taman edukasi.

GP:  Menarik juga pak tentang medical tourism, bisa dijelaskan?

TP: Sebagai kota BJ Habibie, seperti yang sudah disampaikan tadi, saya yakin hadirnya medical tourism ini bisa dipersandingkan dengan Institut Teknologi BJ. Habibie. Maka saya bisa mengatakan bahwa kota saya yang minim sumber daya alam, tidak ada industri, hanya jasa. Dengan hadirnya dua ikon ini bisa menjadi kota industri tanpa cerobong asap . Minggu kemarin kami mendapat penghargaan sebagai kepala daerah inspirator peningkatan pendapatan asli daerah. Jadi peningkatan pendapatan asli daerah kami itu lahir karena konsep ini tadi. Kami hadirkan ikon-ikon kota yang menjadi dan paling besarnya itu adalah teori telapak kaki. Teori telapak kaki ini secara filosofi harus dimaknai saya ingin sekali Pare Pare sebagai kota kecil yang berpenduduk 186.999 jiwa itu pada akhirnya bisa sampai minimal 500.000 pasang telapak kaki datang ke Pare Pare. Kenapa dia datang ke Pare Pare? Karena ini adalah kota BJ Habibie, banyak yang bisa terbaca dengan edukasi dengan simbol-simbol yang ada. Selain yang disebutkan di atas, nantinya akan ada juga museum BJ Habibie. Museum BJ. Habibie nantinya akan saya angkat sebagai tujuan destinasi untuk mengetahui seperti ini kebesaran BJ Habibie. Semua penghargaan, bintang jasa yang dimiliki oleh BJ. Habibie akan dipajang di sana.

GP: Biasanya banyak daerah merujuk pasien ke Jakarta. Bagaimana dengan Pare Pare yang memiliki konsep medical tourism?

TP: Saya melahirkan konsep ini dengan kajian-kajian dan sudah saya buktikan karena manajemen rumah sakit saya nantinya adalah manajemen jepang. Kami sudah menjalin kerjasama dengan medical Foundation asal Jepang untuk rumah sakit saya yang ada sekarang ini itu akan kami wujudkan untuk menjadi rumah sakit yang terbaik di Indonesia dalam pelayanan hemodialism (cuci darah). Kenapa bisa? Karena teknologinya yang kami ambil dan kerjasamakan, SDM kami tingkatkan di sana dan dididik oleh mereka dan itu sudah berjalan. Seperti yang tadi saya katakan saya ingin menjadikan Pare-Pare sebagai industri tanpa cerobong asap. Saya bisa katakan 1-2 bulan kedepan kota saya adalah yang terbaik dalam hemodialism di Indonesia . Karena ada indikator awal yakni cairan RO yang diteliti terakhir dengan high teknologi itu hanya mengandung 0,005 %.  Artinya harapan hidup bisa di atas 40 tahun tanpa cuci darah. Ga ada di Indonesia dan mounya sudah jadi sudah selesai

Kenapa konsep medical tourism saya optimis karena kami adopsi dari medical foundation. Kami sudah tanda tangan. Sistem manajemen ini nantinya adalah seribu pintu. Karena setiap pintu-pintu pelayanan sesuai dengan bagian-bagian yang ada. Ya mata ya di ahli mata, jantung ya di ahli jantung, ga kaya di Indonesia satu pintu . Karena satu pintu ya maaf terjadilah birokrasi pelayanan yang sangat berbelit-belit. Kami punya tempat nantinya 150 kamar khusus untuk VIP yang menghadap ke laut. Ini saya katakan medical tourism bukan paparan, harus didukung penuh oleh semua pihak.

GP: Hadirnya konsep BJ. Habibie bisa menghadirkan wisatawan. Jadi bisa dikatakan bahwa Pare-Pare memiliki konsep yang berbeda dengan lainnya?

TP: Jadi memang saya harus katakan bahwa kami itu adalah kota jasa. Saya tidak punya coklat, cengkeh serta sumber daya alam lain. Tetapi kami didukung dengan di sekitar kami sebagai daerah yang kaya dengan sumber daya alam  tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa kalau hasil sumber daya alam tidak dibawa ke Pare Pare untuk dijual. Kami punya pelabuhan, pelabuhan kami adalah pelabuhan terbuka. Kenapa saya katakan adalah pelabuhan terbuka? Karena bisa lintas internasional, kapal-kapal pesiar setiap saat dateng ke Pare-Pare mulai dari barang hingga pertanian.

Untuk peningkatan kota jasa menjadi hasil pendapatan sumber ekonomi daerah ya itu tadi kita ingin sekali agar supaya para pelaku usaha tertarik untuk berinvestasi. Saya asumsikan penduduk Pare-Pare 138.699 jiwa itu di malam hari. Tapi kalau di siang hari saya bisa asumsikan sampai 200.000. Kenapa saya katakan seperti itu semua di pasar itu kalau ada ke sana itu hampir separuh warga Pare Pare  karena jarak tempuh hanya 10 km. Jujur saya katakan ada kecamatan di Pinrang itu masyarakatnya sekolah di Pare Pare, belanja ke pasar juga ke Pare Pare . Jadi interaksi-interaksi inlah yang membuat saya mengatakan demikian.

Kenapa kami lahirkan medical tourism karena pusat destinasi kuliner nantinya akan kita ciptakan. Outlet-outlet di Pare-Pare selalu bertumbuh dan luas kotanya rasa-rasanya seperti jantung kota Bandung .

Nah untuk SDM mungkin akan kita tempatkan sebagai kemampuan para wirausaha untuk memiliki daya saing , ambil contoh ekonomi kreatif seperti kaos-kaos oblong itu harus bagaimana pemuda ini bisa berkreasi untuk membentuk suatu yang bernuansa Habibie . Tapi karena kita sebagai kota jasa sudah berdiri dan mapan karena hasil-hasil dari interaksi. Saya yakin Pare-Pare tingkat pertumbuhan ekonominya semakin meningkat. Sekarang sudah diatas 8% pertumbuhan ekonomi, karena interaksi, income perkapita kami juga kuat . daya beli tergambar dari tingkat laju inflasi. Inflasi kita dibawah satu digit.

Kita tidak ada kesulitan karena kami taat azas, semua aturan-aturan regulasi secara terpusat dalam pelayanan sistem satu atap kami selalu mengikuti aturan-aturan dari pemerintah pusat. Kita tidak mempersulit ketika investor mau berinventasi. Seperti yang saya katakan tadi kota ini kota kecil dan memiliki tiga dimensi, dataran rendah, tinggi dan pesisir. Jadi tiga dimensi ini memang harus dimanage dengan baik dimana jantung-jantung kegiatan tercentral dengan baik.Destinasi kami sekarang ini coba dipadukan dengan destinasi-destinasi yang bersifat alam.

GP: Berbicara keanekaragaman masyarakat di Pare Pare bagaimana Pak?

 TP: Kami hidup bertoleransi tinggi. Dalam berbagai kesempatan saya mengatakan miniatur Indonesia ada di Pare Pare. Semua suku ada di Pare Pare hidup rukun dan berdampingan tidak ada gesekan sama sekali.

GP: Daerah itu jauh lebih toleransi jadi sebenarnya Jakarta harus banyak belajar dari daerah. Karena memang  Jakarta suhunya semakin memanas?

TP: Kami punya alun-alun kota sebagai pusat kegiatan keagamaan. Kalau muslim sedang merayakan kegiatan keagamaan mereka seperti idul fitri non muslim pun dateng untuk merayakannya juga begitu pula sebaliknya. Itu menandakan bahwa tidak ada masalah. Tingkat keamanan kota saya 98 persen berdasarkan hasil survey.

Jadi begini tolak ukur kebahagian itu sangat relatif tapi menurut saya untuk mewujudkan suatu nilai kebahagiaan masyarakat indikator utama adalah tahap dasar dan pelayanan dasar yang harus terpenuhi. Kalau hak dasar dan pelayanan dasar terpenuhi dengan baik maka saya rasa mereka mengatakan ada peranan besar dari pemerintah. Sehingga semua instrumen perangkat daerah yang ada harus bekerja sesuai dengan tupoksinya masing masing. Bahkan saya pakai istilah lurah itu walikota kecil jadi kalau walikota kecilnya tidak disukai masyarakat maka begitu pula walikota besarnya.

Untuk Pare Pare semua berjalan dengan baik dengan melakukan pergerakan cepat untuk masyarakat. Bahkan kami ada program bahwa dari lahir sampai akhir hayat itu gratis . Jadi untuk biaya persalinan tidak usah dipikirkan semuanya gratis . Begitu bayi keluar dengan tangisan langsung akte kelahirannya jadi.

GP: Apa yang menjadi kendala, Pak?

TP: Kendala bagi kami tidak ada yang berarti karena masyarakat kami juga mau berubah saya selalu mengatakan bahwa pembangunan itu pada hakekatnya adalah tanggung jawab pemerintah tetapi secara filosofi pembangunan itu adalah perubahan. Kalau berbicara kendala-kendala saya hanya melihat kendala yang sangat berarti yang dirasakan adalah tidak mampunya lahir penyeimbangan antara semangat saya dengan para pihak-pihak yang harus bertanggung jawab dengan mewujudkan semangat dari penentu kebijakan. Dan itu terjawab dari hasil survey. Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mengatakan bahwa terjadi gap yang sangat positif yaitu lebih tinggi kinerja pemerintah daripada harapan masyarakat.

Kendala-kendala yang dalam tanda kutip berarti adalah saya ingin sekali melakukan sesuatu yang belum terwujudkan yaitu semangat pemerintahan kami yang belum bisa diimbangi dengan semangat masyarakat akan perubahan. Memang itu butuh waktu. Mereka belum tentu paham bahwa pembangunan yang kami maksud itu seperti ini karena ada satu konsep pembangunan yang saya gaungkan dijajaran dan sampai ke masyarakat.  Kota Pare-Pare dianggap berhasil tapi jangan dilihat dari infrastruktur semata. Saya ingin sekali pengertian keberhasilan pembangunan itu bukan hanya infrastruktur tapi sedapat mungkin berbanding lurus dengan pembangunan manusia ini yang penting, sehingga pembangunan manusia yang saya maksudkan disini ada perkuatan pendidikan karakter bagi generasi muda.  Untuk itulah hadir program peduli masuk pesantren. Semua anak-anak  SMP sebelum mengikuti ujian akhir nasional itu kami pesantrenkan satu pekan . Bukan pesantren kilat tapi memang benar-benar masuk mondok di pesantren selama satu minggu. Apa yang kita harapkan , yang kita harapkan adalah bukan hanya anak-anaknya pintar, cerdas, tapi pada akhirnya akan menjadi anak-anak yang berkarakter kuat. seperti apa anak-anak berkarakter kuat? Kalau dia berkarakter kuat pasti punya akhlak yang mulia, kalau dia berkarakter kuat dan berakhlak mulia pasti nantinya jika menjadi pemimpin tidak menjadi korup.

Kelanjutan dari program itu untuk membangun pendidikan karakter kami juga melahirkan program semua anak-anak SD yang berjumlah 96 SD yang nantinya akan berebut masuk 21 sekolah menengah pertama. Kami seleksi pada baca dan tulis alqur an, kami liat yang mana yang baik tajwidnya, tilawahnya, tartilnya di satu sekolah yang akan diberikan beasiswa sampai tuntas sekolahnya. Kita cari guru ngajinya, setelah tahu siapa guru ngajinya kita naikkan umroh. Saya punya 971 guru ngaji yang saya pacu. Saya tidak mau ada guru ngaji yang mengajar ngaji apa adanya. Tapi pada akhirnya anak didiknya akan bertarung untuk diberikan reward. Kami juga punya program untuk mendata 164 masjid. Dari 164 masjid ternyata ada 103 imam masjid yang belum pernah menginjakkan telapak kakinya di tanah suci. Ini juga yang akan kita naikkan umroh. Dan dari 103 dibulan ini semuanya sudah naik umroh. Saya melakukan ini karena yakin sekali bahwa imam merupakan tokoh yang menjadi anutan ditempatnya dan harus jadi suri tauladan. Untuk menjadi suri tauladan seseorang memang harus wawasannya luas.

Kami ada program yang begitu usai pelantikan walikota langsung dilaksanakan yakni safari zikir dari masjid ke masjid. Kegiatan ini sudah berlangsung 3 tahun 4 bulan 12 hari. Kenapa kita lakukan itu karena kami sadar kami ini kota santri/ulama . kami sadar keberkahan itu ada di kota Pare-Pare sehingga jajaran pemerintah kota dengan rakyatnya berkumpul bersama dan selalu rame. Kami ajak lidah masyarakat untuk selalu dibahasi dengan kalimat taufik, kami juga memberikan haknya masyarakat. Apa haknya masyarakat , hak atas informasi masyarakat tentang pemerintahan. Hak informasi tentang pembangunan, hak informasi tentang kemasyarakatan. Disitu ada interaksi . interaksi inilah yang pada akhirnya bisa mendapatkan informasi bahwa warga saya di sini lorongnya belum terang, ketersediaan air bersih belum. Informasi tersebut langsung membuat kita bergerak cepat.

GP: Untuk mewujudkan konsep-konsep hebat perlu waktu dan biaya. Bagaimana tanggapan Bapak?

TP: Begini saya harus katakan bahwa ada tiga pegangan yang wajib ditaati oleh seluruh jajaran saya. Yang pertama taat asas. Tidak boleh ada proses pelenggaraan pemerintahan tidak melek aturan. Kedua, taat administrasi. Ketiga taat anggaran. Saya yakin kalau ini dijadikan pegangan pastilah semua aparatur saya tidak akan tersentuh dengan persoalan-persoalan hukum. Kalau berbicara bahwa konsep ini membutuhkan anggaran dan biaya yang besar saya rasa anggaran dan biaya yang besar akan terkalahkan dengan semangat yang besar. Untuk apa banyak anggaran tapi tidak ada semangat untuk ke sana.

GP: Harapan Bapak untuk mewujudkan konsep-konsep hebat, harapan bapak ke pemerintah pusat,  harapan Bapak kejajaran yang membantu bapak, dan masyarakat?

TP: Saya tahu kondisi pemerintah pusat sekarang ini dari segi fiskal agak mengalami problem. Kami berharap pemerintah pusat itu dengan keinginan kuat Jokowi pemerataan pembangunan secara berkeadilan  ini mudah-mudahan bisa diterjemahkan dengan baik oleh semua pihak. Jujur saya katakan saya mewarisi dari pendahulu saya kondisi keuangan secara disclaimer, sekarang saya keluar dari itu dan saya dapat penghargaan WTP kemarin karena kemampuan mendongkrak PAD. Tapi pertanyaannya apa pemerintah pusat bisa merasakan jerih payah kami, kerja keras kami. Yang kami rasakan kami keluar dari disclaimer dengan jerih payah dan kerja berat tapi rasa perlakuan adil masih kurang. Ada daerah tidak WTP  tapi ide-idenya lebih tinggi dari WTP, harus saya katakan mestinya pemerintah pusat terbuka untuk mengetahui siapa daerah-daerah yang WTP , siapa daerah yang WDP, siapa daerah disclaimer.

Kalau mengetahui seperti itu semestinya pemerintah memberikan anggaran lebih besar untuk daerah yang WTP. Tapi kenyataannya enggak , saya WTP kok dapat sedikit, sedangkan WDP dapet besar . Ini kan nggak adil.

Untuk pertanyaan kedua tadi apa sih daya kepala daerah tanpa di dukung oleh jajaran. Itu kata kuncinya. Nah inilah yang saya buatkan model untuk menyemangati, mengetuk hati, membuka wawasan untuk bersama-sama membentuk team work yang kuat membangun kota Pare Pare. Sehingga muncul tagline kita peduli Pare Pare maju. #Linaf/GP                   

 

 

 

Related posts

Leave a Comment