Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dua Pemuda Asal Padang Kirim Surat Untuk Presiden Jokowi

Jakarta,Gpriority-Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada Kamis (31/5), dua pemuda asal Padang mengirimkan surat terbuka Untuk Presiden Jokowi. Inilah ini suratnya. Salam Hormat untuk Presiden Indonesia, Bapak Joko Widodo

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan, kami Annysa Kurnia Sandra (18 tahun) dan Hari Surya Muhkti (19 tahun), kami dari kota Padang. Kami berdua adalah adalah bagian dari anak muda yang pada tahun 2016 pernah bersama 11.000 teman-teman dari seluruh Indonesia mengirimkan “Surat Untuk Presiden” untuk mendukung agar Bapak Presiden mengaksesi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control), mengingat jumlah perokok anak di Indonesia terus meningkat.

Kami ingat sekali pada 14 Juni 2016, untuk pertama kalinya Bapak Jokowi menyelenggarakan rapat terbatas kabinet untuk merespon permasalahan ini. Kami membaca berita bahwa hasil rapat belum memutuskan untuk aksesi FCTC namun akan ada rapat lagi setelah ini dan Bapak Presiden memberikan 4 arahan yaitu, penekanan impor tembakau, menaikkan cukai tembakau impor, menaikan cukai rokok, dan mempersempit ruang bagi perokok, untuk mempersiapkan generasi bangsa yang lebih sehat dan kompetitif,

Saat itu, kami merasa punya harapan dan percaya Bapak Jokowi memiliki niat untuk melindungi generasi muda, seperti kami dari dampak rokok agar lebih sehat dan kompetitif di masa mendatang.

Namun, tahun lalu (2018), Menteri Keuangan mengumumkan cukai rokok tidak naik karena alasan sedang tahun politik. Semoga tahun ini Bapak naikan cukai rokok ya pak, karena harga rokok sangat murah. Kami bisa membeli rokok dengan uang jajan, 5000 rupiah dapat 3 batang rokok.

Bapak Presiden yang kami hormati, di kota kami Padang, Pak Walikota sudah mengeluarkan peraturan agar iklan rokok tidak ada di seluruh wilayah kota Padang. Namun di kota/kabupaten lain tempat teman-teman kami tinggal, iklan rokok masih merajalela. Bahkan di sekitar lingkungan sekolah dan kampus. Begitu mereka keluar gerbang sekolah dan kampus, iklan rokok langsung menjadi pusat perhatian dengan gayanya yang modern dan kekinian. Karena iklan rokok ada dimana-mana sehingga teman kami bilang kalau tidak merokok tidak keren. Padahal kami pernah baca di berita, BPJS hampir bangkrut karena menanggung banyak penyakit salah satunya karena rokok.

Kami membaca berita sekarang sudah ada 7,8 juta anak-anak yang menjadi perokok pemula. Jumlah ini kira-kira sama dengan anak-anak yang berada di 101 kali Gelora Bung Karno dan mereka sedang merokok. Bapak selalu menyampaikan dalam berbagai pidato bahwa pembangunan masa pemerintah Bapak akan fokus ke peningkatan sumber daya manusia. Namun kami ragu, apakah kualitas SDM kita akan dapat meraih bonus demografi tahun 2030, jika permasalahan ini tidak segera diatasi.

Bapak Presiden yang kami hormati, Kementerian Bappenas menyebutkan bahwa jika tidak ada upaya serius dan komprehensif yang dilakukan pemerintah, maka di tahun 2030 akan ada 15,8 juta anak-anak yang menjadi perokok pemula, jumlahnya sama dengan anak-anak merokok di 202 Gelora Bung Karno, ngeri kami membayangkannya.

Kami memahami bahwa permasalahan rokok ini tidak mudah karena banyak yang berkepentingan. Tapi kami yakin Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak akan dapat melakukan upaya yang komprehensif untuk mengendalikan masalah rokok, sehingga adik-adik kami kelak akan terlindungi dan mencegah meningkatnya jumlah perokok anak.

Melalui surat ini kami menyampaikan kepada Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa kami dan teman-teman dari seluruh Indonesia akan terus mendukung Bapak mengambil sikap dan menyusun kebijakan yang kuat untuk mengendalikan rokok di Indonesia. Karena kami yakin Bapak memiliki hati yang tulus untuk melindungi anak-anak Indonesia.

Padang, 31 Mei 2019

Salam Hormat
Annysa Kurnia Sandra dan Hari Surya Muhkti
Annysasandra2102@gmail.com , suryahari0817@gmail.com

Related posts

Leave a Comment