Mendulang Emas di PON XIX Jabar 2016

PON ke- XIX yang dihelat 17 hingga 29 September di Jawa Barat  (Jabar) cukup meriah. Unjuk kepiawaian  para atlet dari berbagai cabang olahraga yang digelar sejatinya menunjukkan betapa potensialnya para atlet kita untuk kemudian nantinya dapat bermain di kancah perhelatan internasional. Para atlet dari kontingennya masing-masing berlomba-lomba meraih yang terbaik. Tentu yang dicari adalah juara, mendapatkan emas yang utama selain perak dan perunggu.

Pesta olahraga empat tahunan tersebut diikuti oleh dari 8.000 atlet yang berasal dari 34 provinsi, termasuk provinsi termuda Kalimatan Utara atau Kaltara yang baru mulai mengikutinya. PON 2016 mempertandingkan 44 cabang olahraga dengan total 366 pertandingan putra, 297 pertandingan putri, 36 pertandingan campuran dan 57 pertandingan terbuka di 68 arena yang tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Selain memperebutkan total 756 medali emas, 756 medali perak, dan 980 medali perunggu dan, PON 2016 juga mempertandingkan 12 cabang olahraga eksibisi, yaitu basket 3×3, arung jeram, barongsai, bola tangan, gateball, korfball, muay thai, petanque, rugbi, soft tenis, woodball dan yongmoodo.

Cabang bisbol, gulat gaya Grego romawi, futsal, dan sepak bola hanya mempertandingkan nomor putra, sementara cabang renang indah, dan senam ritmik hanya mempertandingkan nomor putri.

Cabang olahraga layang gantung, paralayang, berkuda, balap motor, dan dansa tidak membedakan nomor pertandingan berdasarkan jenis kelamin peserta.

Meriahnya Pembukaan PON

Kemeriahan begitu terasa saat pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar  2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (17/9) malam WIB.

Ribuan masyarakat Jabar dan juga masyarakat seluruh Indonesia hadir meramaikan pembukaan event olaharaga terbesar di Tanah Air.

Yang menarik juga Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato tidak lebih dari empat menit, lebih singkat dari sambutan Ketua Panitia dan juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kompetisi harus dimulai dari kampung, desa, kecamatan, kabupaten kota dan seluruh provinsi.

Semua masyarakat menurut Presiden harus mempunyai kesadaran bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, sehingga Indonesia bisa menjadi bangsa yang tangguh di antara bangsa lain.

“Selamat bertanding, berjayalah di tanah legenda, buatlah Indonesia bangga dengan prestasi kalian,” kata Presiden.

Jawa Barat terakhir kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional pada tahun 1961 dan untuk pertama kalinya sejak 2000, pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut kembali digelar di Tanah Jawa. Tiga PON sebelumnya digelar di luar Jawa, yaitu Sumatera Selatan (2004), Kalimantan Timur (2008) dan Riau (2012).  GP/Foto:DokGP

Related posts

Leave a Comment