Menjelajah Kuliner 1001 Malam

Senyuman hangat wanita berkerudung kuning keemasan berbalut gamis hitam pun menyambut kedatangan kami ketika memasuki restoran bernama Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe. Suasana khas timur tengah yang kental menghiasi setiap sudut restoran ini. Dari arah pintu masuk, terdapat restoran area yang didominasi warna marun dan emas. Melangkahkan kaki lebih dalam, kain biru satin terlihat membentang di langit-langit dan meliliti tiang-tiang putih ala film boliwood.

Disambut hangat pula oleh Slamet Prianto, Marketing Manajer Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe, ia kemudian menjelaskan salah satu tujuan didirikannya restoran & cafe ini adalah untuk memfasilitasi wisatawan asal timur tengah untuk menemukan makanan otentik yang berasal dari daerah asal mereka. Sebab, menurut Slamet Prianto, orang-orang timur tengah terlalu signifikan untuk soal makanan. “Tapi untuk orang-orang saudi ini benar-benar lebih senang makan masakan khas mereka, yaitu (masakan) timur tengah. Makanya kita berikan fasilitas untuk wisatawan tersebut,” ungkapnya. Namun, hal tersebut tak memungkinkan juga bagi masyarakat lokal untuk berkunjung ke sini.

Segitiga Emas

Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe terletak di Jl. Pramuka Raya yang notabene menurut Slamet merupakan kawasan “segitiga emas”. Dekat dengan pusat bisnis dan banyaknya pemukiman timur tengah di daerah tersebut telah menjadi salah satu alasan kuat didirikannya restoran Sentral Al Jazeerah. Selain itu, tingginya angka wisatawan dari timur tengah ke Indonesia juga menjadi alasan berdirinya restoran ini. “Wisatawan arabia yang datang ke Indonesia dalam seharinya itu kisaran ribuan, bahkan puluhan ribu mungkin ya. Makanya kita mencetuskan untuk ada gitu,” paparnya.

Restoran ini biasanya ramai pengunjung pada saat malam hari. Hal itu dikarenakan budaya timur tengah, khususnya warga Saudi Arabia, yang memilki jam makan malam yang berbeda dari orang Indonesia. “Biasanya tambah malam tambah ramai. Misal jam  11 malam. Karena kebiasaan orang saudi yang jam makan malamnya di atas jam 9.  Kalau untuk makan siang, ramai di jam 3-an,” ungkap Slamet. Banyak pula keluarga yang menghabiskan waktunya di sini pada saat akhir pekan.

Tutup pukul 2 dini hari, restoran ini kerap kali memutar lagu-lagu timur tengah. Di Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe terdapat beberapa ruangan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Ruangan tersebut antara lain Restoran Area untuk lunch dan dinning, Ruang Aila (Lesehan), Ruang VIP untuk meeting room berkapasitas 12 orang, dan Ruang Cafe untuk pelanggan yang ingin menikmati kopi dan sisya.”Kita juga sediakan fasilitas untuk conferences, acara gathering, ulang tahun. Tapi yang sering di sini untuk manasik haji. Jadi kita siapi alat-alat dan keperluan acaranya. Kita juga sediakan free wifi,” jelasnya.

Dari Nasi Mandhi Hingga Teh Adeni

Kuliner timur tengah identik dengan aroma rempah yang sangat kuat. Termasuk hidangan nasi yang juga selalu dicampur dengan aneka bumbu rempah. Salah satu menu nasi favorit di Sentral Al Jazeerah Restaurant & Cafe adalah Nasi Mandhi. Berasal dari Yaman, nasi ini disajikan dengan campuran daging kambing empuk yang bercampur dengan aneka rempah seperti kapulaga, kayu manis, dan jinten.

Tidak hanya Nasi Mandhi, aneka kuliner timur tengah lain seperti Fattoush Salad, Sambosa, Ikan Kakap Merah dengan bumbu arabia, Nasi Biryani dari India, dan Umali tersaji di meja untuk kemudian kami cicipi. Menurut Slamet, appetizer atau makanan pembuka yang paling favorit dibagi menjadi dua kategori, cold appetizer dan hot appetizer.

“Untuk hot appetizernya yang favorit disini juga ada Sambosa. Itu sangat favorit banget disini,” ujarnya. Untuk menu Sambosa, Al Jazeerah memiliki beberapa pilihan isi seperti daging kambing, ayam, dan keju. “Tergantung customer, kalo customernya anak muda, biasanya pesan keju sama ayam. Tapi kalau untuk orang dewasa, terutama customer asli arab, biasanya pesan yang isi kambing,” imbuh Slamet. Sambosa memiliki tekstur yang sangat renyah di luar dan gurih di dalam. Isi dari sambosa dibumbui dengan ketumbar dan ditambah daun bawang. Kemudian isian tersebut dibungkus dengan adonan tepung dan dibentuk segi tiga.

Bagi anda yang lebih memilih cold appetizer, aneka pilihan salad di Al Jazeerah Restaurant & Cafe bisa menjadi rekomendasi menu favorit untuk hidangan pembuka. Salad di restoran ini terkenal sangat sehat dan segar. “Kalo untuk arabian itu ada minyak zaitun sama lemon fresh. Beda dgn Italian food yang memakai vinegar, arabian food memakan lemon. Dan tamabahn salt papper lah untuk seasoning,” ungkap Slamet. Salah satu salad yang kami cicipi adalah Fattoush Salad, salad roti yang d dibuat dari potongan roti arab panggang atau goreng yang dikombinasikan dengan sayuran hijau dan sayuran lainnya.

Untuk pencuci mulut, satu menu yang patut dicoba adalah Umali (Arabian Bread Pudding). Dengan campuran Croissant Bread, kismis, kacang almond kemudian dibalut dengan susu segar dan whipped cream, adonan Umali ini kemudian dipanggang hingga wangi dan matang. Teksturnya yang creamy dan lembut, serta rasanya yang manis dan gurih, menjadikan Umali sebagai menu yang tepat untuk menyegarkan kembali lidah anda dari segala menu timur tengah yang kental dengan rempah.

Selain menu makanan, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi Teh Adeni. “Ada juga Teh Adeni, jadi itu teh yang dimix dengan rempah-rempah khas, di dalamnya ada kapulaga, kayu manis, sama susu,” jelals Slamet. Disajikan dengan ceret aluminium dan gelas seukuran jari telunjuk, teh adeni hangat pun dicampur dengan gula pasir sebagai tambahan pemanis. Ketika diseruput, aroma kapulaga pun langsung tercium dan memberikan sensasi hangat di tenggorokan.

Masih banyak lagi menu-menu pilihan yang pasti tak kalah lezat di Al Jazeerah Restaurant & Cafe. Bagi yang penasaran dengan kuliner khas timur tengah, silakan mengunjungi restoran ini, dan rasakan sensasi kuliner 1001 malam.(RA)

Related posts

Leave a Comment