Menpar Arief Yahya:Isu Lingkungan jadi Perhatian Utama Pariwisata

Jakarta,Gpriority-Pembangunan pariwisata tidak lepas dari kerusakan lingkungan. Namun Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan harus ditekan sekecil mungkin.

“Pariwisata merupakan sektor yang paling kecil menimbulkan kerusakan karena prinsip pembangunan pariwisata adalah ‘suistainable’ atau berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga merupakan aset bagi pariwisata untuk mendatangkan wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya menjawab pertanyaan salah satu finalis Miss Earth Indonesia (MEI) 2018 dalam acara 30 Finalis MEI 2018 bertemu Menpardi Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Kamis (5/7/2018).

Menpar Arief Yahya menggambarkan bagaimana pariwisata ‘concern’ terhadap ‘sustainable tourism’, contohnya masyarakat sekitar hutan yang mengelola lahan hutan untuk kegiatan pariwisata. “Misalnya dari 1.000 hektar hutan, yang dikelola sekitar 10% atau 100 hektar dari lahan itu hanya 10 hektar ada tapak bangunan. Ini artinya, hanya 1% yang digunakan oleh pariwisata sedangkan 99% menjadi aset yang harus dipelihara agar menjadi daya tarik untuk didatangani wisatawan,” kata Menpar Arief.

Menpar juga menjawab pertanyaan finalis seputar investasi di sektor pariwisata yang didominasi oleh investor asing. Investasi di sektor pariwisata tahun 2014 semula sebesar US$ 700 juta dengan komposisi 10% investor domestik dan 90% investor asing, namun tahun 2016 meningkat menjadi US$ 1 miliar dengan komposisi 30% domestik dan 70% asing. “Tahun 2017 meningkat menjadi US$ 1,8 miliar dengan komposisi kembali ke semula 10% investor domestik dan 90% investor asing. Saya coba menganalisa mengapa hal ini terjadi? Penyebabnya antara lain tidak adanya insentif bagi investor kita yang terjun ke usaha pariwisata,” kata Menpar Arief.

Mendominasinya investor asing di sektor pariwisata tersebut membawa dampak positif yaitu membawa modal dan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

MEI 2018 diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia melalui EL JOHN Pageants dan didukung Kemenpar serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tahun ini, MEI 2018 memasuki tahun ke-6 dengan mengangkat tema ‘The Real Implementation of Sustainable Development’

CEO EL John Indonesia Johnnie Sugiarto mengatakan bahwa saat ini para finalis MEI 2018 memasuki karantina dimulai pada 25 Juni 2018 di Ibis Budget Hotel Jakarta Daan Mogot ditandai dengan acara ‘welcome dinner’. Selama karantina mereka mendapat pembekalan di bidang lingkungan, ‘public speaking’, pariwisata, dan kecantikan. Rangkaian acara MEI 2018 akan ditutup dengan acara Grand Final Miss Earth Indonesia 2018 yang berlangsung di Sun City Grand Ballroom Jakarta pada 6 Juli 2018.(Hs)

Related posts

Leave a Comment