Menteri PANRB Tjahjo Kumolo: Para Lulusan STTD diharapkan Bisa Menguasai Intelligent Transport System

Bekasi,Gpriority-. Para lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) diharapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo bisa menguasai Intelligent Transport System agar pelayanan perhubungan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga menjadi bagian dari solusi bersama atas problem kemacetan lalu-lintas, krisis energi fosil, dan pencemaran lingkungan akibat polusi kendaraan.

Tjahjo dalam sambutannya di acara Penyerahan Keputusan Penetapan Kebutuhan PNS dari Lulusan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI) STTD Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah di Auditorium Giri Suseno, Bekasi, Jumat (31/01) juga menyampaikan pesan agar bersama-sama berupaya mewujudkan birokrasi di semua tingkatan yang profesional dan berkarakter untuk mewujudkan Indonesia maju.

Lanjutnya dikatakan, Kementerian PANRB mendorong ASN memiliki keahlian. Menteri Tjahjo berkeyakinan lulusan STTD dapat memenuhi harapan tersebut.

Saat ini, jumlah ASN nasional mencapai lebih dari 4,2 juta, dengan proporsi terbesar adalah tenaga pelaksana/administrasi, sebesar 1,6 juta (39%). Tenaga administratif yang dominan dapat menjadi beban dalam menghadapi tantangan ke depan. Karenanya, pengadaan ASN difokuskan pada jabatan teknis berkeahlian spesifik sesuai kebutuhan dan core business instansi.

Selain itu, lulusan STTD diharapkan menjadi SDM unggul yang juga mendukung kinerja kepala daerah. “Saya berharap dengan ditetapkan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lulusan dari STTD jadi bagian yang bisa mendukung gubernur, bupati, dan walikota,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Sugihardjo menjelaskan pentingnya peran PTDI STTD. Selain memiliki kapasitas dalam mencetak SDM berkompeten di bidang perhubungan, PTDI STTD memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan ASN di daerah. “PTDI STTD memiliki peranan penting membangun kompetensi SDM tapi juga memenuhi kebutuhan pemerintah provinsi kabupaten, dan kota. Kita sudah mapping kebutuhan provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia. Kapasitas STTD harus ditingkatkan sehingga memperkecil gap kebutuhan SDM dan kelulusannya,” ujar Sugihardjo saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut, Sugihardjo menekankan kriteria SDM yang dibutuhkan untuk mengabdi pada negara. SDM unggul harus memiliki keterampilan dalam bekerja sekaligus karakter yang terpuji. “SDM yang dibutuhkan bukan cuma terampil tapi juga attitude yang bagus, disiplin, sopan santun, dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan Surat Keputusan 72 formasi oleh Menteri PANRB kepada enam provinsi, 10 kota, dan 21 kabupaten. Dari 72 formasi tersebut, jabatan yang paling banyak adalah Penguji Kendaraan Bermotor Terampil (7 formasi), Pengelola Data Jaringan Transportasi Jalan (5 formasi), Pengelola Rekayasa Lalu Lintas (5 formasi), dan Pengelola Pengawasan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (5 formasi). Dari segi pendidikan, formasi tersebut banyak berasal dari lulusan D-IV (40 orang), sisanya adalah D-III (23 orang) dan D-II (9 orang).(Hs.Foto:Dok.Humas Kementerian PAN RB)

Related posts