Menuju Indonesia Bebas Sinyal Melalui Tol Langit

Jakarta,Gpriority-Apakah itu tol langit? Apakah itu tol yang melintas di langit dan dipergunakan oleh pesawa terbang? Jawabannya bukan. Tol langit adalah istilah yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggambarkan sambungan bebas hambatan bagi sinyal internet di langit Indonesia yang menghubungkan seluruh wilayah di Indonesia.

Mengingat belum banyak yang mengetahui tol laut maka pada diskusi yang berlangsung usai pembukaan dalam Indonesianisme Summit 2019 pada Selasa (13/8) di Cendrawasih Hall JCC membahas tentang tol langit.

Anang latif selaku Direktur Utama BAKTI yang memandu jalannya acara mengatakan tema diskusi panel adalah tol langit untuk indonesia melejit.

“Mungkin masih asing bagi kita apa sih tol langit? Tol langit sebuah perumpaan untuk dunia maya.istilah ini diumpakan oleh Presiden Jokowi untuk sinyal telekomunikasi yang berasal dari menara yang diatas ketinggian 30 hingga 100 meter,” ucap Anang.

Lebih lanjut dikatakan Anang, untuk sinyal yang lebih baik dibutuhkan jalan tol informasi untuk internet berkecepatan tinggi.” Dibalik itu semua dibutuhkan infrastruktur,” ucap Anang.

Selama ini, jaringan internet hanya menyambungkan sebagian wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota yang banyak penduduknya. Wilayah terpencil di kota-kota terluar di Indonesia yang jarang penduduk, masih “fakir sinyal” bahkan tanpa sinyal sama sekali atau blank-spot.

Operator telekomunikasi swasta enggan masuk ke sana, lantaran tidak ekonomis. Potensi pemasukkannya tidak sebanding dengan ongkos investasi yang mahal.

Nah, untuk membuka isolasi tersebut, pemerintah menggagas Palapa Ring. Nama terakhir adalah sambungan jaringan kabel optik sepanjang lebih dari 22.000 kilometer (km), di darat maupun di dasar laut yang menghubungkan titik-titik blank-spot tersebut.

“Pemerintah Melalu Kominfo membangun Palapa Ring yang tersambung dengan backbone broadband berkecepatan tinggi.Di Indonesia Barat kita 100 persen, di Indonesia Tengah selesai 100 persen, dan Indonesia Timur akan kita selesaikan,” kata Anang Latif

Tak kurang 57 kota dan wilayah terisolir, seperti Ranai di Natuna, Sangihe di ujung utara Sulawesi, Rai Juha di Laut Sabu, Alor, Wetar, Saumlaki, Tual, Timika, Nabire, dan puluhan kota lain di Indonesia Timur sudah tersambungkan jaringan kabel optik ini.

Proyek yang didanai dengan skema kerja sama pemerintah-swasta (private public partnership) ini, akan sepenuhnya rampung Juli mendatang.

Pada Agustus 2019 nanti, 74 tahun setelah Indonesia merdeka, Presiden Jokowi berencana memproklamasikan “Indonesia Merdeka Internet” menandai tersambungnya seluruh wilayah di Indonesia dalam jaringan internet jalur cepat (broad band).

” Dengan hadirnya internet jalur cepat ini, aplikasi bisa dinikmati juga di pedalaman papua. Mereka juga bisa menikmati ojek online dan menikmati transaksi online,” ucap Anang.

Ismail selaku Dirjen SDPPI Kemenkominfo mengatakan, “Indonesia negara besar yang memiliki potensi besar di bidang industri digitalisasi namun kecepatan internet tergolong rendah. Untuk menyelesaikannya pun terbilang cukup rumit bukan hanya masalah infrastruktur saja tetapi ada pada aplikasi dan konten sehingga harus dibangun serentak sehingga digital ekonomi bisa dimanfaatkan secara maksimal.”

Selain itu Indonesia juga harus melakukan fokus pada program yang berdampak seperti membangun ekosistem konten digital, layanan pendidikan dan kesehatan pra kerja secara digital dan mendorong fintech dan e comerce. Tidak hanya itu Sumber Daya Manusia (SDM) yang menggerakkan sektor industri digital juga harus dikuatkan. Begitu juga sistem regulasi harus dipermudah dan terus melakukan inovasi.

“Kita juga harus menyelesaikan masalah terdahulu seperti pemerataan dan peningkatan layanan infra broadband,percepatan analog,” ucap Ismail.

Pemda juga memiliki peran untuk memberi kemudahan dan membuat fasilitas infrastruktur digital seperti infrastruktur bersama, penggunaan mobile app untuk perizinan dan layanan publik.

Ririek Adriansyah,Ceo Telkom Indonesia, mendukung adanya tol langit dengan jalan membangun infastruktur dan layanan digital Indonesia melalui program Indoneska Digital Network.

“Sampai dengan saat ini Telkom sudah mrmbangun 164.260 km fiber optic. Untuk jumlah BTS sebanyak 204.204 dan untuk jumlah BTS untuk daerah 3T sebanyak 9.108. Pembangunan ini akan terus berlanjut hingga seluruh pelosok Indonesia,” tutup Ririek.(Hs.Foto:Hs)

Related posts