Menuju Teluk Wondama Bebas Sinyal

Jakarta,Gpriority-Untuk mewujudkan Teluk Wondama Bebas Sinyal, Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kabupaten Teluk Wondama aktif menyambangi Kementerian Komunikasi dalam hal ini Bakti (dulu BP3TI).

Bebas sinyal yang dimaksud adalah masyarakat di Teluk Wondama di pulau besar maupun kecil menikmati jaringan telekomunikasi baik telepon maupun internet. Untuk mewujudkan itu pihak Diskominfo Teluk Wondama seperti yang diutarakan di atas sudah mendatangi Bakti. Hasilnya di tahun 2017 sudah ada 18 Base Transceiver station (BTS) yang beroperasi di Kampung  Sombokoro, Windesi, Werianggi, Werabur, Mamisi, Yarpate, Ambuar, Yombekiri,Yariari, Waprak, Yomber, Syabes, Wondiboy, Muandarisi, dan empat kampung lainnya.

“ Akan menyusul 25 BTS lainnya dalam waktu dekat ini, karena pihak Bakti sudah melakukan survey kepada 25 kampung yang akan dipasang BTS. Mengenai masalah lahan, Pemda Teluk Wondama sudah membebaskan lahan yang akan dipakai dan telah diserahkan kepada Bakti,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Teluk Wondama Max Morin yang ditemui disela-sela acara Rakor Indonesia Merdeka Sinyal 2020 di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta pada 9 Juli.  

Max juga mengatakan ada 5 kampung lagi yang akan diajukan untuk dipasangkan BTS. “ Kampung ini letaknya di dalam hutan. Dan jika berjalan kaki akan memakan waktu tujuh jam lamanya. Kami akan menjelaskan hal ini kepada Bakti. Mudah-mudahan mereka mau mengerti dan memasang BTS di wilayah tersebut. Dengan adanya BTS, penduduk di 5 kampung tersebut bisa berkomunikasi dengan saudara-saudaranya,” tutur Max.

Mengenai masalah listrik yang menjadi syarat pembangunan BTS, Max mengatakan Pemda sudah menyiapkan solar cell.

“ Ini menjadi bukti bahwa Bupati dan Wakil Bupati benar-benar serius menangani masalah jaringan telekomunikasi di Teluk Wondama,”tutup Max.(Hs/Adv.foto:Hs)

 

Related posts

Leave a Comment