Merasa Tertipu, Agnes Melaporkan Mitra Gojek Ke Polda Metro Jaya

Jakarta,Gpriority-Sabtu(11/1/2020) Agnes Setia Oetama Sr.Marketing Manager di sebuah perusahaan swasta melaporkan mitra GOJEK bernama AY ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Kepada awak media, Agnes menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. ” Pada tanggal 7 Januari 2020 pukul 21:20 WIB, saya melakukan pemesanan minuman es chocolate dari sebuah kios minuman yang berada di Plaza Senayan lewat GoFood app. Sekitar pukul 21:25 WIB saya mendapat chat dari mitra GOJEK yang mengambil order saya,beliau bernama AY (mitra id dirahasiakan)lewat fitur chat app di order GOJEK”.

Tidak lama kemudian,AY seperti dijelaskan Agnes melakukan komunikasi melalui chat bahwa beliau telah sampai di kios minuman tersebut tetapi sistem GOPAY di kios tersebut rusak dan beliau tidak punya uang cash cukup. 

Tepat pukul 21:26 WIB Agnes mendapat telfon dari nomor 081271297XXX. Orang di balik nomor tersebut mengaku sebagai petugas kios di sebuah toko minuman yang berada di Plaza Senayan, dan menyuruh Agnes melakukan transfer ke virtual account toko berikut dengan kode pembayaran. Karena dirinya tidak membawa pulpen, Agnes menyuruh dia chat instruksi lewat fitur chat di GOJEK order. Setelah menutup telepon, dia pun memberikan virtual account number: 700XX-082224129XXX lewat fitur chat di GOJEK order tersebut. Lewat chat, dia juga memberikan instruksi untuk memasukan kode 4 digit sebelum total harga minuman (transaksi) ketika transfer. Dia menjelaskan tanpa kode tersebut, uangnya tidak akan masuk karena itu kode restoran. Agnes sempat sedikit heran dan menelepon beliau kembali untuk memastikan, tetapi beliau kekeh dan berbicara tergesa gesa jadi akhirnya Agnes pun mengikuti instruksi dia.
Agnes sempat berfikir ketika akan memasukan virtual account yang diberikan beliau. Namun ketika memasukkan virtual acount tersebut nama yang terdaftar ke accountnya benar. Dia pun melakukan transfer.

“Setelah itu saya chat kembali bahwa uangnya sudah di transfer, “petugas kios” menelfon kembali untuk memberi tahu bahwa uangnya tidak sampai, dan menyuruh saya transfer lagi. Saya menjelaskan saya sudah transfer dan akan mengirim screenshot bukti transfer lewat MBanking.Ketika saya masuk ke mutasi rekening lewat MBanking, saya lihat account saya sudah terkuras5,5 jt. Dengan panik saya telfon balik ke nomor “petugas kios” (081271297XXX) tersebut. Ketika saya konfrontasi, “petugas kios” meminta maaf dan menjelaskan bahwa itu sebuah kesalahan dan akan mengembalikan uang saya lewat virtual account dan kode pembayaran lain, nama yang akan keluar nanti adalah “Pengembalian dana” jelasnya. Dia pun memberikan virtual account: 700XX-081376564XXX dan 4 digit baru beserta jumlah nilai makanan (transaksi) untuk dimasukan ke nilai transfer,”Jelas Agnes.
“Ketika saya mencoba melakukan transfer lewat virtual account tersebut, saya lihat nama yang terdaftar ke Virtual Account tersebut adalah “Pengembalian dana” dan setelah transfer berhasil saya lihat nilai transaksi adalah 1,5 jt. Saya telepon dia kembali menanyakan kenapa yang dikembalikan hanya 1,5 jt saja. Dia pun menjelaskan uang di account tersebut tidak cukup dan menyuruh saya melakukan transfer lagi ke account virtual acount berbeda: 39358083177189555 dan memberi kode pembayaran 4 digit yang baru. Karena sudah panik, saya tidak langsung mengecek balance akun bank saya malah melakukan transfer lagi sebelum terpikir mengecek balance dan melihat kalau uang saya sudah terkuras lebih dari 9 juta rupiah,” tambah Agnes.

Sadar kalau ini sebuah penipuan, Agnes pun beranjak menelepon mitra GOJEK yang bernama AY lewat GOJEK app. AY mengangkat telepon dan ketika di tanyakan tentang hal tersebut AY malah membalas dengan “Mbak, saya tidak tahu, beberapa hari yang lalukan saya sudah melaporkan ke GOJEK bahwa account saya di hack”. Agnes pun menutup telepon dan langsung menelepon GOJEK customer service untuk melaporkan hal penipuan tersebut. Setelah itu dia menjelaskan bahwa dia telah menuliskan laporan dan seseorang dari tim investigasi akan mengontek kembali. GOJEK customer service juga menyuruh Agnes untuk memberikan screenshot bukti transfer dan log komunikasi dengan mitra GOJEK tersebut.

“Ketika saya melakukan screenshot, saya sadar bahwa dua transfer yang saya lakukan tertuju ke GOPAY account si penipu tersebut. Saya menelepon GOJEK customer service kembali untuk menayakan apakah bisa segera di blokir account GOPAY si penipu dan apakah memang benar ada laporan dari Mitra GOJEK AY bahwa account dia di hack? GOJEK customer service hanyabilang bahwa dia telah mencatat nomor GOPAY virtual account penipu di laporan saya tetapi dia tidak yakin bahwa uangnya belum ditransfer keluar dari GOPAY virtual account tersebut. Dia juga tidak mengkonfirmasi ada/tidaknya laporan account di hack dari Mitra GOJEK AY sebelumnya.Setelah telepon saya dengan customer service tertutup, order GoFood saya di cancel dengan mitra GOJEK AY dan tidak lama si “penjaga kios” (penipu) malah menelepon saya kembali dan mencoba meminta saya transfer lagi tetapi saya langsung memberi tahu dia bahwa saya sudah melaporkan kejadian penipuan ini ke pihak GOJEK. Si “penjaga kios” (penipu) merespon “Yah mbak koq kaya gitu” dan menutup telepon,” tegas Agnes.

Bukti laporan Agnes ke Polda Metro Jaya

Agnes sendiri berharap kejadian yang menimpa dirinya ini bisa menjadi pelajaran bagi Gojek untuk memperbaiki aplikasi sistemnya,sehingga penipuan dengan mengatasnamakan Gojek tidak menimpa customer gojek lainnya.(#)

Related posts