Mewujudkan Pariwisata Ramah Anak

Menyambut libur panjang tahun ajaran 2018/2019 yang bertepatan dengan libur Idul Fitri, biasanya dimanfaatkan oleh anak-anak untuk pergi ketempat wisata.
Alasan inilah yang membuat Kementrian Pariwisata(Kemenpar) dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memandang penting penyampaian himbauan dan ajakan untuk melaksanakan pariwisata dengan mengutamakan perlindungan pada anak.
Himbauan yang dimaksud: Yang pertama adalah peranan orang tua dalam memandu dan menentukan tempat hiburan sesuai dengan keamanan serta kenyamanan sang anak. Kedua, mencegah segala bentuk kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan dengan memasang identitas anak sebelum berwisata. Ketiga, orang tua harus mendampingi anak baik secara langsung maupun tidak langsung ketika si anak melakukan aktivitas liburan. Keempat, mengawasi dan mengontrol anak agar tidak melanggar aturan-aturan di tempat wisata. Kelima, orang tua diharap turut membangun edukasi dengan penuh kasih sayang kepada anak sehingga anak bisa mencintai tempat wisata. Dan terakhir hindari konsumsi minuman beralkohol dan pemakaian narkoba. Karena berdasarkan temuan KPAI tahun lalu banyak tempat wisata dijadikan ajang pemakaian narkoba dan minum-minuman keras. Ini tentu saja akan berakibat kepada kekerasan terhadap anak. Karena pemakai cenderung cepat emosi ketika anak tersebut melakukan kenakalan.
KPAI dan Kemenpar juga berharap agar penyelenggara pariwisata mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak sehingga anak merasa aman dan nyaman.(Hs.Foto:Hs)

Related posts

Leave a Comment